6 Masalah Bisnis Laundry yang Kerap Muncul. Yakin Ingin Menjalankannya?

Masalah Bisnis Laundry yang Kerap Muncul. Yakin Ingin Menjalankannya

Seribu satu masalah dalam menjalankan bisnis laundry menjadi perhatian kami saat ini. Karena banyak di antara calon pengusaha laundry kerap memperhatikan keuntungannya saja, padahal di belakang itu semua ada ribuan masalah yang siap menerkam.

Artikel ini akan membahas beberapa masalah nyata dalam bisnis laundry yang akan dihadapi. Jadi sebelum Anda membuka dan bergelut dalam bisnis tersebut, pelajari dengan baik seperti apa bisnis laundry, bagaimana menghadapi pelanggan dan lain-lain.

Kami akan mencoba mengupas masalah bisnis laundry secara detail sehingga Anda yang merupakan calon pengusaha laundry bisa membayangkan dan mempersiapkan mental sehingga jiwa bisnis Anda tidak terbantai ketika menghadapi masalah yang sejenis.

Silahkan disimak dan semoga dapat menjadi pelajaran berharga untuk Anda dan tentunya untuk bisnis kami sebagai bahan pengingat ketika terjadi keteledoran.

Masalah Bisnis Laundry yang Kerap Terjadi

1. Karyawan tidak betah

Salah satu masalah terbesar dalam menjalankan bisnis laundry adalah karyawan tidak betah. Bayangkan jika orderan yang masuk sedang menumpuk dan salah satu karyawan Anda resign atau bahkan menghilang tanpa kabar?

Dunia serasa seperti neraka, walaupun Anda sedang berada di ruang ber AC. Alhasil, Anda harus turun tangan menyelesaikan semua orderan.

Hal tersebut sudah menjadi rahasia umum dikalangan pengusaha laundry. Banyak cara yang dilakukan oleh pengusaha agar karyawannya betah, mulai dari memberikan gaji bulanan, memberikan uang makan, memberikan bonus jika target bulanan tercapai dan sebagainya.

Walaupun semua itu telah dilakukan, ternyata masih saja tidak mampu membendung masalah karyawan ini. Oleh sebab itu, Anda sebagai calon pengusaha laundry harus memiliki trik menghadapi masalah seperti ini nantinya.

Minimal Anda harus memiliki 1 karyawan yang siap menghendel ketika ada posisi yang kosong. Artinya, karyawan tersebut harus lincah, menguasai semua urusan laundry mulai dari cuci, setrika, packing sampai urusan menerima customer.

2. Pakaian hilang, tertukar atau rusak

Apakah Anda tahu ternyata pakaian hilang, tertukar atau rusak termasuk salah satu masalah yang sering terjadi pada bisnis laundry. Walaupun sudah menggunakan berbagai macam cara, pastinya masalah tersebut tidak akan bisa hilang 100%.

Namanya juga manusia, suatu saat pasti terjadi kelalaian dan mengakibatkan masalah tersebut akan muncul. Maka dari itu, selain mempersiapkan karyawan dengan berbagai SOP (Standar Operasional Prosedur), Anda juga harus mempersiapkan diri bagaimana cara menghadapi pelanggan yang komplain ketika masalah tersebut menghampiri.

Ingat, kehilangan pakaian sering terjadi hanya dari salah satu pihak. Yang artinya, pihak laundry tidak merasa melakukan kesalahan karena semua prosedur telah dijalankan, namun konsumen merasa telah kehilangan salah satu pakaiannya.

Maka dari itu, sangat penting mencantumkan beberapa aturan dalam nota transaksi. Sehingga Anda sebagai pengusaha laundry memiliki dasar yang jelas ketika hal demikian terjadi.

Salah satu cara yang umum dilakukan untuk menghadapi masalah kehilangan pakaian atau tertukarnya pakaian antara konsumen adalah melakukan penghitungan.

Melakukan penghitungan pakaian, menyusun sedemikian rupa kemudian di foto. Dasar tersebutlah yang akan menjadi patokan ketika proses pencucian, pengeringan, penyetrikaan dan pengemasan.

Semua karyawan wajib meneliti, menghitung pakaian setiap notanya sebelum menyerahkan pada karyawan lainnya untuk proses selanjutnya.

Agar masalah tertukarnya pakaian antara konsumen dapat diminimalisir, wajib bagi pengusaha laundry untuk melakukan semua proses cuci secara terpisah untuk setiap pelanggannya.

3. Permintaan yang banyak

Ini ujian yang termasuk sering terjadi pada pengusaha laundry. Konsumen terlalu banyak permintaan padahal layanan yang diberikan cuci kiloan bukan cuci satuan (ekslusif).

Apakah Anda sudah memiliki cara menghadapi pelanggan seperti itu tanpa melukai perasaannya?

Belum lagi mereka minta cuciannya segera kelar padahal belum waktunya. Contoh bahasa yang biasa digunakan “Saya mau baju saya yang . . . segera diselesaikan. Mau saya gunakan malam ini”. Padahal hari tersebut hari minggu, karyawan pada libur.

Anda mau jawab apa kalau terjadi demikian? Apakah Anda sebagai owner siap mengantisipasi kejadian-kejadian tersebut?

4. Pesaing banting harga

Belum juga pondasi bisnis laundry Anda kuat, eh bermunculan laundry-laundry baru yang membanting harga serendah-rendahnya. Alhasil, usaha laundry Anda yang seumuran jagung menjadi lesu.

Ketika hal demikian terjadi pada usaha Anda, jangan bersedih. Tetap usahakan yang terbaik, berikan pelayanan terbaik Anda pada mereka. Urusan rezki, biarlah Allah, Tuhan YME yang mengatur.

Lihatlah pedagang di pasar. Jualan di area yang sama, jenis barang dagangan yang sama namun tetap rezki mereka tidak tertukar. Masing-masing memiliki pelanggan yang loyal, konsumen baru setiap harinya dan sebagainya.

Baca Juga :

Allah, Tuhan YME lah yang membolak balikkan hati seseorang. Maka, yakin dan percayalah selama memberikan layanan terbaik dan terus berdoa, maka InsyaAllah akan menuai hasil yang baik.

5. Biaya produksi naik

Belum juga mendapatkan keuntungan maksimal, ongkos produksi sudah naik. Harga Gas naik karena pasokan yang menipis di pangkalan (pengecer), TDL listrik naik, harga chemical yang melonjak, harga air PDAM yang juga naik (bagi yang menggunakan) dan lain-lain.

6. Kerusakan mesin produksi

Masalah ini juga termasuk sesuatu yang membuat pengusaha laundry pencet kepala. Bagaimana tidak, mesin atau perlengkapan yang ada saja masih kurang memadai, eh malah mesin satu-satunya rusak.

Belum juga mendapat keuntungan yang maksimal, dipakasa lagi melakukan pengeluaran yang tidak sedikit untuk mengatasi kerusakan yang terjadi. Sungguh miris bukan?

Itulah segelumit masalah yang terjadi pada bisnis laundry. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu Anda dalam menerawang apa yang harus dilakukan kedepannya jika niat membuka usaha laundry tercapai.




LEAVE A REPLY

Tulis komentar Anda
Masukkan nama Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.