Kunci Interview Kerja untuk Mengatasi Pertanyaan Jebakan

Kunci Interview Kerja untuk Mengatasi Pertanyaan Jebakan

Mencari pekerjaan yang cocok dan sesuai dengan keinginan memang gampang-gampang susah. Memiliki nilai ijasah yang tinggi dan prestasi yang bagus saat di sekolah atau kampus belum bisa menjadi jaminan seseorang akan bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan.

Banyak orang bahkan pada akhirnya menjadi putus asa karena tidak kunjung menemukan pekerjaan dan mendapatkan penghasilan yang layak sesuai dengan pendidikan serta keahliannya.

Mungkin masih banyak yang belum memahami bahwa dalam setiap proses seleksi karyawan baru, perusahaan menerapkan metode yang berbeda-beda. Para pencari kerja seringkali merasa bahwa kunci interview kerja agar sukses sesuai dengan apa yang mereka baca di buku atau majalah.

Padahal tidak selamanya teori sebanding dengan praktek dan fakta di lapangan. Seringkali banyak pertanyaan dari pihak perusahaan dalam hal ini diwakili oleh HRD yang menjebak para calon karyawan.

Mengapa HRD selaku divisi yang bertanggung jawab dalam rekruitmen karyawan baru melakukan interview dan tes yang sifatnya seperti jebakan? Sebenarnya tidak ada maksud terselubung karena semua hal tersebut dilakukan semata-mata agar perusahaan bisa mendapatkan kandidat karyawan terbaik dan paling sesuai dengan kebutuhan.

Agar tidak bingung sebaiknya ketahui terlebih dahulu tujuan dari interview atau wawancara kerja yang dilakukan oleh HRD dan pihak terkait dalam perusahaan terhadap calon karyawan. Inilah beberapa diantara kunci interview saat wawancara kerja.

Tujuan Wawancara Kerja atau Job Interview

1. Mendapatkan informasi lebih banyak tentang seseorang

Sebagai perusahaan yang akan menerima seseorang untuk bergabung di dalamnya sudah tentu mereka harus mengetahui dengan jelas siapa Anda. Itulah mengapa Anda diundang untuk sebuah sesi wawancara agar pihak perusahaan memiliki gambaran siapa dan bagaimana Anda sesungguhnya.

Wawancara dilakukan juga bertujuan untuk melengkapi atau memperjelas apa yang sudah Anda tuliskan dalam Curiculum Vitae (CV) yang disebut juga sebagai daftar riwayat hidup. Bisa jadi kunci interview akan sukses atau tidak pada sesi ini juga bergantung pada bagaimana Anda membuat dan menyusun CV.

2. Sebagai konfirmasi data

Seperti yang sudah disinggung secara singkat di atas bahwa wawancara kerja atau job interview dilakukan untuk melengkapi serta lebih memperjelas apa yang dicantumkan dalam CV oleh pelamar. CV, ijasah, transkrip nilai dan dokumen lainnya merupakan data tertulis yang memerlukan konfirmasi mengenai kebenaran serta validitasnya.

Data yang disertakan oleh pelamar dalam surat lamaran akan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk memutuskan apakah akan menerima seseorang tersebut atau tidak. Dengan konfirmasi data yang dilakukan melalui wawancara, maka pihak perusahaan akan memiliki gambaran apakah kandidat tersebut layak dan cocok dengan posisi yang dibutuhkan atau tidak.

3. Penilaian awal terhadap performa kandidat

Bisa jadi poin ketiga inilah yang seringkali tidak dipahami oleh para calon karyawan saat melakukan wawancara kerja. Mayoritas calon karyawan memiliki anggapan bahwa wawancara kerja hanyalah sebatas urusan verbal atau dialog 2 arah saja tanpa maksud lainnya.

Padahal kunci interview yang sukses juga dipengaruhi oleh faktor lainnya dari kandidat. Misalnya sikap dalam menjawab pertanyaan, gestur atau bahasa tubuh selama wawancara dan sebagainya. Beberapa posisi dan jabatan dalam sebuah perusahaan membutuhkan standar kualifikasi tertentu termasuk performa seseorang.

Memang diluar sana kita bisa menemukan banyak buku, makalah, artikel atau sejenisnya yang berisi panduan mengenai kunci sukses dalam interview pekerjaan. Bukan berarti apa yang dituliskan tersebut kurang valid. Hanya saja sebagai pelamar, Anda harus jeli “membaca” kemana arah pertanyaan dari HRD. Inilah beberapa pertanyaan yang kadang menjadi jebakan bagi para pelamar.

Pertanyaan Jebakan Saat Wawancara Kerja

1. Pengetahuan tentang perusahaan

Anda yang pernah mengikuti sesi wawancara saat melamar pekerjaan pastinya beberapa kali diberikan pertanyaan “apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini”. Memang akan sangat baik jika Anda bisa menjawabnya secara rinci mengenai visi misi, jenis usaha dan hal lainnya berkaitan dengan perusahaan tersebut.

Tetapi jangan pernah berpikir bahwa itulah kunci interview yang akan berhasil. Pewawancara justru akan merasa ilfil jika mengetahui Anda sedang pura-pura mengetahui dengan mengarang jawaban sebisanya.

Berikan jawaban sebagaimana pengetahuan Anda saja dan jangan menambahkan atau menguranginya hanya karena ingin membuat pewawancara terkesan.

2. Kelebihan dan kekurangan diri

Hal lain yang sering ditanyakan oleh HRD saat wawancara kerja adalah “sebutkan apa kelebihan dan kekurangan Anda”. Karena ingin terlihat hebat agar dipilih oleh perusahaan, orang kemudian akan mengatakan hal-hal yang ekstrim mengenai sifatnya.

Ini adalah kunci interview yang salah besar. Jangan berpikir kalau pewawancara tidak mempelajari seberapa besar Anda mengenal diri sendiri, apakah Anda orang jujur atau sebaliknya.

Hal ini terjadi terutama pada seleksi penerimaan karyawan yang juga mempergunakan psikotes dalam tahapannya. Sesi wawancara bisa jadi digunakan sebagai alat konfirmasi yang akan dibandingkan dengan hasil dari psikotes.

Atau dengan kata lain melalui hasil psikotes, HRD sudah mengetahui bagaimana gambaran tentang diri Anda. Maka saat wawancara, HRD akan melakukan konfirmasi dengan cara menanyakan kelebihan serta kekurangan Anda.

3. Motivasi untuk bergabung

Pertanyaan jebakan batman selanjutnya adalah “apa alasan Anda ingin bekerja di perusahaan ini” dan jawaban yang Anda berikan akan menjadi pegangan bagi HRD untuk memutuskan hasilnya. Kunci interview pada bagian ini adalah berikan jawaban yang sifatnya membangun artinya bagaimana Anda ingin terlibat untuk memajukan perusahaan.

Jangan sampai memberikan jawaban yang membuat HRD akan berpikir bahwa niat Anda bekerja semata-mata hanya karena uang saja.

Sebisa mungkin jangan memberikan jawaban karena gaji di perusahaan tersebut lebih tinggi dan sejenisnya. Hindari juga untuk membuka “aib” perusahaan sebelumnya karena itu akan mengesankan bahwa Anda adalah orang yang suka gosip dan tidak bisa menjaga nama baik.

Sebaiknya katakan dengan bahasa yang lebih halus seperti misalnya kontrak kerja yang sudah berakhir atau jarak yang terlalu jauh dari tempat tinggal.

4. Pencapaian dalam pekerjaan

Saat melakukan interview pekerjaan tidak jarang pihak perusahaan akan menanyakan “prestasi apa yang pernah dicapai selama bekerja”. Sekali lagi kunci interview sukses untuk pertanyaan ini adalah berikan jawaban yang masuk akal.

Jangan sekali-kali mengatakan sesuatu yang bombastis karena itu hanya akan membuat Anda tampak seperti seorang penjilat dan pembual. Jika memang belum ada pencapaian yang berarti sebaiknya katakan saja bahwa selama ini kesuksesan pekerjaan merupakan hasil kerja tim.

5. Waktu untuk mencapai target

Di masa sekarang ini memang lumrah bagi perusahaan memberikan masa percobaan pada karyawan baru. Lamanya masa percobaan tersebut bisa berbeda-beda tergantung kebijakan perusahaan, meskipun secara umum biasanya selama 3 bulan. Itulah mengapa biasanya saat wawancara akan diberikan pertanyaan “berapa lama waktu Anda untuk bisa mencapai target”.

Baca Juga :

Kunci interview dari pertanyaan tersebut adalah dengan memberikan jawaban yang masuk akal seperti misalnya “saya akan capai target  sebelum masa percobaan berakhir”. Jangan menjawab hanya butuh waktu 1 minggu dan sejenisnya.

5/5 (1)

Nilai kualitas artikel




LEAVE A REPLY

Tulis komentar Anda
Masukkan nama Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.