Dilema antara Sarang Walet Cepat Dipanen atau Dibiarkan Dalam Kurun Waktu Tertentu

Dilema antara Sarang Walet Cepat Dipanen atau Dibiarkan Dalam Kurun Waktu Tertentu
Sumber : Maman Sulman

Sarang walet cepat dipanen akan mempercepat pertumbuhan populasi dalam sebuah gedung walet. Apakah pernyataan tersebut benar atau cukup keliru?

Pernyataan di atas menjadi penyebab munculnya pertanyaan “sebaiknya sarang cepat dipanen atau tidak? Mohon petunjuknya!” Ini sangat sering diajukan oleh mereka yang baru berkecimpung dalam dunia budidaya burung walet.

Banyak yang kurang setuju tentang pernyataan di atas, namun tidak sedikit petani walet yang sependapat.

Sarang Walet Cepat Dipanen Akan Memperlambat Populasi Dalam Gedung Walet

Sebelum menarik kesimpulan mengenai terjadinya perlambatan populasi walet dalam sebuah gedung yang melakukan panen sarang lebih cepat, perlu terlebih dahulu mengetahui siklus perkembangbiakan burung walet itu sendiri.

Burung walet membutuhkan waktu kurang lebih 2 bulan untuk membangun sarangnya. Walaupun dalam kondisi tertentu, walet dapat membangun sarangnya jauh lebih cepat dari yang seharusnya.

Setelah berhasil membangun sarangnya, burung walet mulai bertelur dan mengeraminya. Lama proses mengerami sekitar 21 hari. Setelah berhasil menetas, burung walet muda ini membutuhkan waktu sekitar 45 hari agar bisa terbang.

Melihat siklus di atas, burung walet membutuhkan waktu kurang lebih 4 bulan dalam satu siklus perkembangbiakannya. Artinya, jika setiap burung walet melalui siklus tersebut, maka dalam waktu 1 tahun, burung walet dapat membangun sarang, bertelur, mengeram dan menyapi anaknya sampai 3 kali.

Pada siklus tersebut, proses pembangunan sarang merupakan waktu yang paling lama. Kalau burung walet tidak melalui proses pembuatan sarang ini, maka waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan anakan sampai bisa terbang hanya 2 bulan, ditambah sekitar 10 hari waktu jedah untuk mulai bertelur kembali.

Jadi dalam kurung waktu 1 tahun, setiap burung walet dapat melalui siklus berbiak sampai 5 kali (365 hari/70 hari = 5,21 kali berbiak dalam 1 tahun). Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk mempercepat perkembangan gedung walet, maka sebaiknya tahan diri untuk melakukan panen sarang terlalu dini.

Sarang Walet Cepat Dipanen Akan Mempercepat Populasi Dalam Gedung Walet

Bagi mereka yang berpendapat populasi akan meningkat drastis, tentunya punya alasan tersendiri. Kesimpulan tersebut ditarik karena berdasarkan pengalaman. Namun apakah ada teori yang masuk akal untuk mendukung pengalaman tersebut?

Jawabannya ada. Apakah akhir-akhir ini Anda sering mendengar teori SACA? Teori tersebut menitikberatkan pada teknik walet memanggil walet lainnya. Teori inilah yang mungkin terjadi pada gedung walet jika melakukan panen sarang lebih dini.

Semua sepakat bahwa ketika sarang walet dipanen, maka si pemilik sarang akan mengalami stress dalam beberapa waktu. Ketika terjadi hal demikian, maka burung tersebut akan gelisah dan lebih sering keluar masuk gedung dan berputar-putar di sekitar LMB.

Jika sarang yang dipanen berjumlah 10 biji, maka terdapat 10 pasang walet yang sangat aktif keluar masuk LMB dan mengitari gedung/monyetan. Belum lagi anakan walet yang baru terbang, pastinya akan mengikuti indukan walet yang keluar masuk LMB.

Maka pada kondisi tersebut, ada lebih dari 30 ekor burung walet yang aktif keluar masuk LMB dan berputar-putar di sekitarnya.

Ketika terjadi hal demikian, maka walet muda yang berasal dari gedung sebelah merasa penasaran dan akhirnya ikut bergabung dan menjelajah dalam gedung. Kalau gedung bersangkutan proporsional, baik kondisi suhu, tata ruang dan keamanannya, maka walet-walet muda tersebut akan tertarik dan mulai menginap.

Hal ini lah yang menjadi penyebab kenapa perkembangan populasi gedung walet lebih cepat jika sarang cepat dipanen.

Satu hal lagi yang bisa menjadi rujukan. Apakah Anda pernah mendengar cerita dari pengalaman petani walet tentang peningkatan produksi sarang gedung walet yang signifikan setelah kemasukan maling? Padahal maling tersebut mengambil semua sarang yang ada, tak tersisa 1 pun.

Anda bisa membayangkan seberapa stress-nya walet penghuni gedung tersebut bukan? Bayangkan pula seberapa aktif walet akan mengitari gedung yang pastinya akan membuat walet dari gedung tetangga terpikat atau penasaran dan menghampiri gedung bersangkutan.

Semoga artikel dilema antara sarang walet cepat dipanen atau dibiarkan dalam kurun waktu tertentu dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Anda yang baru berkecimpung dalam budidaya burung walet.




LEAVE A REPLY

Tulis komentar Anda
Masukkan nama Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.