Dilema Menentukan Jumlah Tweeter Inap pada RBW (Rumah Burung Walet)

Dilema Menentukan Jumlah Tweeter pada RBW (Rumah Burung Walet)

Ketika berbicara soal bisnis, maka teori yang cukup sering didengar adalah memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya. Teori ini tentu dapat ditarik masuk ke dalam bisnis atau budidaya walet.

Bagaimana menciptakan gedung RBW dengan modal yang sangat minim namun tidak mengurangi kualitas agar perkembangan RBW tetap pada kategori memuaskan.

Khusus untuk artikel kali ini, kami akan membahas penggunaan tweeter inap agar dapat menekan budget sang pemilik RBW. Penggunaan tweeter inap secukupnya pasti akan berdampak pada biaya pembelian tweeter serta pendukungnya seperti kabel dan jenis amplifier yang digunakan.

Nah, disinilah letak masalahnya. Beredar 2 pendapat tentang jumlah tweeter inap untuk RBW agar maksimal dalam menginapkan burung walet. Pendapat pertama adalah semakin banyak tweeter inap semakin baik, sementara pendapat kedua adalah jumlah tweeter inap yang sedikit akan jauh lebih baik untuk mempercepat perkembangan suatu RBW.

Agar Anda sebagai petani pemula tidak ragu dalam mengambil keputusan, berikut kami paparkan 2 pendapat di atas. Silahkan disimak ya.

Jumlah Tweeter Inap Banyak atau Sedikit, Mana yang terbaik?

Pendapat yang berkembang beberapa tahun terakhir ini soal penggunaan tweeter inap pada RBW yaitu semakin banyak jumlah tweeter akan semakin mempercepat perkembangan suatu RBW.

Alasan utamanya adalah hampir semua burung walet mulai menginap atau bersarang untuk pertama kalinya di gedung baru selalu berdekatan dengan tweeter inap yang terpasang.

Selain itu, penggunaan jumlah tweeter yang banyak akan memperpanjang umur tweeter itu sendiri. Semakin banyak jumlah tweeter, maka settingan volumenya tidak perlu terlalu tinggi untuk memperoleh persebaran suara yang merata di seluruh ruang inap.

Sehingga pecahnya suara yang dikeluarkan dari tweeter dapat dihindari dalam waktu yang cukup lama.

Pendapat yang kedua adalah penggunaan tweeter secukupnya dimana teori ini merupakan teori jadul yang telah lama digunakan. Sebelum buming berdirinya RBW seperti sekarang ini, penggunaan tweeter dalam ruang inap tidak terlalu banyak. Asalkan suara yang dihasilkan dapat mengisi ruangan dengan merata.

Hal ini tentu punya alasan tersendiri selain dapat menekan budget dalam pembelian tweeter dan bahan pendukungnya. Salah satu alasan utama penggunaan jumlah tweeter yang sedikit adalah agar mempercepat terbentuknya kloni walet.

Jadi walet baru atau burung walet yang hasil tetasan di RBW tersebut akan mudah berkumpul di satu titik, sehingga tercipta kloni yang kuat dalam waktu singkat.

Anakan walet yang menetas pada sebuah kloni burung walet yang kuat tentu tidak mudah berpindah ke RBW tetangga. Sebaliknya, kloni yang tercipta tersebut dapat dengan mudah menarik anakan burung walet tetangga walaupun RBW Anda masih terbilang baru.

Baca Juga :

Itulah beberapa alasan yang dapat kami paparkan soal dua pendapat di atas. Jika Anda punya alasan tersendiri, sudi kiranya menuliskan di kolom komentar.

Yakinkan pilihan Anda dan kerjakan. Semoga sukses

LEAVE A REPLY

Tulis komentar Anda
Masukkan nama Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.