Beranda MOTIVASI & INSPIRASI Biografi Sukses Eka Tjipta Widjaja dari Nol

Biografi Sukses Eka Tjipta Widjaja dari Nol

Biografi Sukses Eka Tjipta Widjaja dari Nol
Sumber : Lentera Kehidupan

Siapakah Eka Tjipta Widjaja? Dia adalah pendiri Sinar Mas Grup, masuk 3 besar orang terkaya Indonesia versi majalah Globe Asia 2008. Total kekayaannya sekitar Rp54 triliun.

Siapa sangka, ternyata dia hanya lulusan SD. Nama aslinya adalah Oei Ek Tjhong, lahir 3 Oktober 1923. Karena kehidupannya serba kekurangan, bersama ibunya pindah ke Makassar pada tahun 1932. Waktu itu usianya baru 9 tahun.

Eka membantu ayahnya di toko kecil untuk melunasi hutangnya dari rentenir. Hutang tersebut akhirnya terbayarkan dua tahun kemudian.

Eka Tjipta Widjaja Mulai Berjualan

Setelah tamat SD, Eka tidak melanjutkan sekolahnya. Dia berkeliling berjualan biskuit dan kembang gula. Hasilnya yang cukup lumayan membuatnya dapat membeli becak untuk berdagang.

Sayangnya Jepang menjajah Indonesia yang membuatnya bangkrut. Tidak ada lagi barang impor/ekspor yang bisa dijual. Meski berputus asa, Eka bersepeda keliling Makassar sampai ke Paotere dan melihat ratusan tentara Jepang mengawasi tawanan.

Eka memperhatikan tumpukan terigu, semen, gula, yang dibuang masih dalam keadaan baik. Karena otak bisnisnya jalan, maka Ia berencana mengambil bahan-bahan tersebut untuk dibawa pulang

Keesokan harinya jam 4 pagi, Eka sudah di Paotere dengan sepaket bahan  makan dan minuman untuk jualan hasil meminjam dari orangtuanya. Awalnya, tidak ada yang datang untuk makan, namun setelah memanggil dan mentraktir bos Jepang, barulah bos tersebut memperbolehkan prajuritnya untuk makan.

Kemudian Eka meminta izin membawa pulang bahan-bahan yang dilihatnya kemarin seperti gula, terigu, semen dan sebagainya yang sudah dibuang.

Setelah mendapat persetujuan, barulah Eka membayar anak-anak dari kampungnya untuk membantu membawa barang tersebut hingga halamannya pun penuh bahan pokok.

Eka Tjipta Widjaja Menjadi Kontraktor Pembuat Kuburan

Ia berusaha sebaik mungkin membuat bahan-bahan tersebut layak untuk dijual. Karena keadaan peperangan, maka bahan pangan dan bangunan seperti semen sangat diperlukan.

Pernah ada kontraktor yang akan membeli semennya untuk membuat kuburan, namun ia tolak dan berpikir untuk menjadi kontraktor sendiri. Maka Eka pun menjadi kontraktor pembuat kuburan orang kaya.

Eka berhenti sebagai kontraktor kuburan karena kehabisan bahan bangunan. Selanjutnya mulai berdagang kopra. Setiap hari Ia berlayar ke pulau selayar (Selatan Sul-Sel) dan sentra-sentra kopra lainnya untuk memperoleh kopra murah.

Peraturan-peraturan baru seperti jual beli minyak kelapa dikuasai oleh Mitshubishi membuat bisnis kopra Eka hampir bangkrut. Waktu itu, harga minyak Rp 6 /kaleng, sementara pihak Mitshubishi hanya membeli Rp1,80 /kaleng.

Selanjutnya Eka berdagang gula, lalu teng-teng, wijen, kembang gula. Ketika usahanya mulai berkibar, harga gula jatuh, ia rugi besar, modalnya habis lagi, bahkan berutang. Eka harus menjual dua sedan, mobil jip serta perhiasan keluarga termasuk cincin kawin untuk menutup utang dagang.

Eka Tjipta Widjaja Menjadi Supplier Bahan Makanan Hingga Pengusaha Real Estate

Kemudian Eka berusaha leveransir (supplier: perusahaan yang menyediakan bahan-bahan keperluan. Bisa berupa makanan, bahan bangunan dan sebagainya). Usahanya juga masih jatuh bangun. Usahanya baru melejit setelah Orde Baru.

Pria bertangan dingin ini mampu membenahi aneka usaha yang tadinya “tak ada apa-apanya” menjadi “ada apa-apanya”. Tjiwi Kimia, yang dibangun 1976 dan berproduksi 10.000 ton kertas (1978) dipacu menjadi 600.000 ton sekarang ini.

Tahun 1980-1981 Eka membeli perkebunan sawit di Riau, mesin serta pabrik. Perkebunan dan pabrik teh seluas 1.000 hektar. Tahun 1982, ia membeli Bank Internasional Indonesia.

Awalnya BII hanya dua cabang dengan aset Rp. 13 milyar. Setelah dipegang dua belas tahun, BII kini memiliki 40 cabang dan cabang pembantu, dengan aset Rp. 9,2 trilyun.

PT Indah Kiat juga dibeli. Produksi awal (1984) hanya 50.000 ton per tahun. Sepuluh tahun kemudian, produksi Indah Kiat menjadi 700.000 ton pulp (bubur kertas) per tahun, dan 650.000 ton kertas per tahun.

Tak cukup dengan bisnis perbankan, kertas dan perkebunan. Eka juga merancang bisnis real estate seperti ITC Mangga Dua, Ruko, Apartemen dan Mall.

Baca Juga :

“Saya menyadari, saya bisa seperti ini karena Tuhan Maha Baik. Saya sangat percaya Tuhan dan selalu ingin menjadi hamba Nya yang baik,” katanya mengomentari semua suksesnya kini. “Kecuali itu, hematlah,” tambahnya.

So, jangan membelanjakan uang melebihi pemasukan yang Anda miliki. Semoga sukses!

5/5 (1)

Nilai kualitas artikel

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Tulis komentar Anda
Masukkan nama Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.