Teknik Papan Sirip untuk Gedung Walet Ala Hanama Attractant Sokijah

Teknik Papan Sirip untuk Gedung Walet

Salah satu bagian terpenting pada sebuah gedung walet adalah papan sirip. Papan sirip ini berfungsi sebagai tempat burung walet membuat sarang. Agar papan sirip tahan lama dan tetap disukai walet untuk menjadi tempat dalam proses perkembangbiakannya, maka harusnya melewati beberapa tahap sebelum diaplikasikan.

Sesuai dengan judul artikel, kali ini kami akan membahas teknik menghasilkan papan sirip yang andal, kuat dan tahan lama untuk diaplikasikan dalam gedung walet. Teknik ini kami peroleh dari sang pemilik produk Hanama Attractant Sokijah.

Hanama Attractant Sokijah adalah sebuah parfum yang diproduksi khusus untuk mempercepat perkembangan gedung walet. Parfum ini juga dapat mengundang serangga kecil seperti mrutu atau biasa disebut agas yang juga bisa menjadi santapan walet.

Kembali ke poin pembahasan mengenai menghasilkan papan sirip yang ideal. Pemaparan berikut dapat menjadi pengetahuan Anda sebelum membangun gedung walet agar cepat sukses. Silahkan disimak ya :

  1. Papan sirip dibuat alur (paritan kecil-kecil)

Sebelum papan digunakan, terlebih dahulu papan sirip diketam dan dibuat paritan. Fungsi utama membuat paritan atau alur kecil-kecil pada papan sirip adalah agar mempermudah walet hinggap.

  1. Papan sirip diawetkan

Selanjutnya, rendamlah papan-papan tersebut pada kolam tanah. Tujuannya adalah agar hama yang terdapat pada papan mati secara sempurna.

Bersama dengan papan, Anda bisa memasukkan pelepah pisang, daun tembakau, merang padi, atau bunga cengkeh agar proses pengawetan lebih sempurna. Untuk mendapatkan hasil maksimal, lama proses perendaman ini sekitar 2 sampai 3 bulan.

  1. Sikat papan sirip

Kemudian angkat papan sirip dari perendaman sambil lakukan penyikatan sampai betul-betul bersih.

  1. Jemur papan sirip

Jemur papan sirip tersebut sampai betul-betul kering. Selain bobot papan menjadi lebih ringan, pengeringan juga bertujuan agar hama seperti jamur kayu tidak mudah menyerang.

  1. Penyortiran

Setelah kering, proses penyortiran dapat dilakukan untuk menemukan papan yang melengkung atau cacat. Hal ini dilakukan tidak lain adalah untuk mempermudah pemasangan papan sirip.

  1. Gunakan jenis kayu kelas 1

Ingat, jenis papan yang digunakan sebaiknya menggunakan kayu keras. Kayu keras maksudnya memiliki kekuatan paling baik seperti kayu kelas 1 (Bengkirai, Merbau, Belian/Ulin, Resak).

Jikalau tidak bisa karena terkendala dana, maka bisa menggunakan kayu kelas 2 dengan resiko tidak se-awet kayu kelas 1 tentunya. Jenis kayu kelas 2 seperti meranti merah, jati dll.

  1. Jarak sirip

Jarak sirip menurut pemilik produk Hanama Attractant Sokijah adalah 20 cm. Jarak tersebut dapat menekan bias cahaya dan hembusan angin yang sampai ke papan sirip.

  1. Penyemprotan sarang

Penyemprotan sarang menggunakan air sebelum dipanen akan mempermudah proses panen sarang. Penyemprotan ini dapat meminimalisir sarang patah atau rusak.

Inilah juga menjadi salah satu sebab anjuran menggunakan papan sirip kelas 1. Jadi, walaupun papan sirip disemprot, masih tetap aman dari timbulnya jamur.

  1. Pengeringan sarang setelah panen

Pengeringan sarang walet akibat terkena air cukup diletakkan di ruangan dengan ventilasi memadai dan dibantu kipas angin.

Baca juga :

Itulah sedikit teknik penggunaan papan sirip pada gedung walet yang di-share oleh pemilik produk Hanama Attractant Sokijah. Semoga membantu dan salam sukses

Dokumentasi Produk Hanama Attractant Sokijah




LEAVE A REPLY

Tulis komentar Anda
Masukkan nama Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.