Tidak hanya ilmu yang kita dapatkan dari sekolah, di era Internet seperti ini, Anda bisa dengan mudah mendapatkan ilmu di mana saja. Namun pendidikan formal di negeri ini adalah yang terpenting. Pendidikan selalu didahulukan karena penting untuk kehidupan anak di masa yang akan datang.
Meskipun saat ini ilmu non akademik tidak kalah berpengaruh dengan ilmu akademik yang selama ini selalu didambakan oleh orang tua, namun pendidikan dan pengetahuan anak sangat mempengaruhi bagaimana dia akan berperilaku nantinya dan menjalani kehidupan sosial.
Nah, bagi Anda yang sedang merencanakan pernikahan atau baru saja melepas masa lajang, sebaiknya pikirkan bagaimana cara menyiapkan dana untuk pendidikan anak kelak. Baca dan pelajari tips yang kami tulis berikut ini!
Daftar Isi
- Tips Menghemat Uang Untuk Membesarkan Anak
- 1. Tabungan pendidikan
- 2. Investasi emas
- 3. Asuransi pendidikan
- 4. Reksadana
- 5. Asuransi jiwa
- 6. Investasi real estat
- 7. Bonus tahunan dialihkan ke simpanan deposito
- 8. Libatkan anak-anak dalam rencana pendidikan
- 9. Periksa dana yang dimiliki
- 10. Sumber pendanaan lainnya
- 11. Lakukan investasi yang terdiversifikasi
- 12. Pembuatan dana darurat
Tips Menghemat Uang Untuk Membesarkan Anak
Ada beberapa tips menghemat tabungan pendidikan untuk anak yang bisa Anda lakukan. Dimulai dengan mencoba menabung secara rutin walau jumlahnya kecil dan diakhiri dengan investasi.
1. Tabungan pendidikan
Rekening tabungan pendidikan ini merupakan rekening tabungan khusus pendidikan anak, juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sudah banya bank yang menyediakan fasilitas ini, tabungan yang dikhususkan untuk anak bahkan mereka berkunjung ke sekolah sekolah untuk memperkenalkan jenis simpanan ini.
Pada dasarnya, tabungan pendidikan adalah tabungan berjangka tetap yang telah Anda tentukan sendiri dengan sejumlah bunga tertentu. Tabungan pendidikan ini juga memiliki beberapa struktur yang menguntungkan, seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.
Karena tabungan pendidikan ini dijamin oleh LPS, tabungan pendidikan tetap aman jika terjadi kebangkrutan, meskipun masih ada pemotongan.
2. Investasi emas
Selain tabungan dan asuransi, Anda juga bisa melakukan investasi. Ada banyak investasi yang bisa Anda lakukan. Anda bisa berinvestasi emas karena harganya stabil dan mudah dijual. Anda bisa melakukan pembelian emas murni di toko-toko Emas , di bank Syariah, Pegadaian atau langsung ke perusahaan ANTAM.
3. Asuransi pendidikan
Berbeda dengan tabungan untuk pendidikan yang diterbitkan oleh bank, asuransi untuk pendidikan diterbitkan oleh perusahaan asuransi. Tabungan pendidikan dapat dicairkan pada waktu yang dapat Anda tentukan sendiri, sementara asuransi pendidikan yang merupakan produk perusahaan asuransi telah ditentukan kapan dapat mencairkan uang tersebut.
Tentunya uang tersebut akan cair hanya jika anak tersebut ingin bersekolah di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas atau Universitas.
Keuntungan yang akan Anda dapatkan dari asuransi pendidikan akan sangat besar. Namun, jika Anda mencairkan uang saat belum waktunya, denda atau pinalti yang harus Anda bayarkan juga cukup tinggi.
4. Reksadana
Selain itu, Anda juga bisa menginvestasikan dana di reksadana. Investasi ini melibatkan investasi kecil, tetapi memungkinkan keuntungan yang layak dengan kerugian kecil. Anda dapat melakukan investasi di reksadana pendapatan tetap.
Reksadana pendapatan tetap adalah produk investasi yang 80% dananya diinvestasikan dalam aset seperti obligasi atau instrumen pasa uang. Investasi ini juga memiliki risiko kerugian yang rendah.
5. Asuransi jiwa
Siapa yang ingin sesuatu yang buruk terjadi? Tentu saja tidak. Namun, asuransi jiwa juga penting bagi Anda jika ada orang tua yang mengalami kecelakaan yang berujung pada kecacatan atau bahkan kematian.
Dengan mengikuti asuransi jiwa, setidaknya anak mendapat jaminan pasti Ketika hal yang tidak diinginkan terjadi pada diri Anda. Ingat, hal ini merupakan salah satu usaha Anda sebagai orang tua untuk memberikan kepastian hidup layak untuk buah hati.
6. Investasi real estat
Anda dapat berinvestasi di rumah, tanah, atau apartemen ini jika memiliki cukup uang. Anda hanya dapat menikmati investasi ini dalam beberapa tahun ke depan. Jadi Anda harus melakukan investasi real estat sejak dini, anak anak masih kecil.
Selain menjual properti, Anda juga akan mendapat manfaat dari penyewaan properti tersebut. Bisa langsung disewakan atau dengan renov kecil-kecilan misalnya dijadikan kost-kostan dan lain sebagainya
7. Bonus tahunan dialihkan ke simpanan deposito
Anda juga dapat menggunakan bonus tahunan agar tidak habis begitu dengan mengalihkannya menjadi simpanan deposito berjangka. Tidak hanya aman, Anda juga akan mendapatkan keuntungan yang layak jika menyimpannya cukup lama.
8. Libatkan anak-anak dalam rencana pendidikan
Bertanya kepada anak tentang minat mereka sangatlah penting dalam membantu Anda merencanakan biaya pendidikannya. Dari pengetahuan minta tersebut, Anda bisa mulai melakukan riset tentang perkiraan biaya yang dibutuhkan Anak dalam menempuh Pendidikan. Baik itu Pendidikan formal maupun nonformal yang memang tidak bisa Anda lewatkan demi percepatan peningkatan kemampuannya dalam bidang yang mereka sukai.
9. Periksa dana yang dimiliki
Selanjutnya, Anda perlu memeriksa dana yang tersedia. Setelah menabung, mengasuransikan dan berinvestasi, perlu dilakukan perhitungan dana yang sudah tersedia untuk biaya pendidikan.
Selalu catat pendapatan dan hasil usaha Anda setiap bulan dan setiap tahun agar Anda dapat berkonsentrasi dan mendapatkan hasil yang maksimal.
10. Sumber pendanaan lainnya
Jika dana yang Anda kumpulkan belum mampu memenuhi kebutuhan membesarkan anak secara maksimal. Ada cara lain untuk meminjam uang dari Bank.
Namun, Anda membutuhkan banyak pertimbangan untuk mendapatkan pinjaman. Jadi pinjaman tanpa agunan (KTA)pun mudah dilakukan, Anda harus memilih bunga yang paling kecil.
Baca Juga :
- Asuransi Pendidikan, Wujudkan Masa Depan Cemerlang
- 6 Cara Investasi Reksadana dan Keuntungannya
- Kenapa Memilih Properti Sebagai Lahan Investasi? Temukan Jawabannya Di Sini !
11. Lakukan investasi yang terdiversifikasi
Jika ingin berinvestasi dan tidak ingin mengambil risiko besar, maka tentu laba atas investasi yang Anda lakukan juga rendah. Hal ini dapat menyulitkan Anda untuk mencapai tujuan investasi.
Oleh karena itu, gunakan strategi investasi yang terdiversifikasi. Apa itu strategi investasi yang terdiversifikasi? Sederhananya, strategi ini akan mencoba mendorong Anda untuk berinvestasi pada beberapa instrumen yang menawarkan imbal hasil tinggi sehingga risiko dapat dikategorikan menjadi risiko sedang.
Jika Anda masih enggan untuk memulai strategi investasi diversifikasi, belajarlah ilmu berinvestasi lebih dalam terlebih dahulu. Dengan cara tersebut Anda akan tahu mana yang dapat memberi keuntungan dan mana yang berpotensi menyumbangkan kerugian.
12. Pembuatan dana darurat
Setiap individu atau keluarga harus membuat dana darurat. Dana darurat adalah dana yang disimpan dengan sengaja untuk mengantisipasi ketika ada sesuatu yang tidak terkendali. Anda dapat mengumpulkan dana darurat setiap bulan Ketika menerima gaji bulanan.
Penggalangan dana darurat tidak menjadi masalah jika dimulai dengan jumlah yang sedikit. Yang terpenting, lakukan secara rutin agar keluarga mencapai tujuan keuangan yang aman dan terjangkau.
Dana darurat juga akan membantu menutupi kebutuhan anak yang tidak terduga di kemudian hari. Jadi, uang sebanyak-banyaknya dengan cepat dapat diakses kembali dengan mudah di Dana Darurat ini untuk kebutuhan keluarga.
Demikian beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mempersiapkan biaya pendidikan bagi anak nantinya. Hal-hal tersebut penting untuk diterapkan dalam hidup Anda, mengingat biaya kuliah saat ini semakin mahal.

































