Mencari Penghasilan Tambahan dengan Jualan Online

Mencari Penghasilan Tambahan dengan Jualan Online

Bagi karyawan swasta, terutama pekerja dengan status kontrak, akan selalu merasakan ketidakpastian akan penghasilannya di masa depan. Terutama untuk kepala keluarga yang harus menafkahi keluarganya. Akhirnya, banyak orang yang meskipun sudah bekerja sebagai karyawan swasta berusaha mencari penghasilan tambahan.

Terutama di masa perlambatan ekonomi saat ini akibat dari pandemi Covid-19. Banyak perusahaan tiba-tiba merumahkan karyawannya dengan pesangon maupun tanpa pesangon karena perusahaan tidak bisa beroperasi.

Mencari penghasilan tambahan untuk memastikan agar tetap ada penghasilan meski di masa sulit sebaiknya dilakukan.

Dengan semakin bertambahnya pengguna internet dan smartphone, salah satu alternatif adalah mencari penghasilan tambahan dengan jualan online. Saat ini, penghasilan perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang penjualan retail banyak berkurang karena ada pergeseran cara transaksi. Sebagian orang mulai beralih menjadi konsumen toko online, tidak lagi beli langsung ke toko.

Cara termudah untuk berjualan online adalah melalui sosial media. Meskipun begitu, diperlukan beberapa persiapan sebelum resmi jualan online di sosial media.

Persiapan yang Perlu Dilakukan Sebelum Jualan Online

1. Riset Produk

Kecuali bagi yang sudah mempunyai jalur supplier atau tinggal menjualkan karena barang jualan sudah ada, bagi sebagian orang, mau jualan apa menjadi masalah. Untuk itu diperlukan riset produk sekaligus riset supplier.

Bisa dengan cara riset di marketplace, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak dan lainnya. Cek produk yang sedang trend dan penjualannya naik. Atau bisa juga dari hobi yang ditekuni dijadikan produk untuk jualan online.

Setelah mendapat produk yang bisa dijual, mulai mencari supplier untuk produknya. Supplier bisa beli di grosir atau distributor, bisa menjadi reseller dari supplier atau sebagai dropshipper dari penjual toko online dari platform lain.

Selain itu, riset produk diperlukan untuk menentukan target market. Misalnya bila menjual baju anak, maka target marketnya adalah ibu-ibu muda yang mempunyai anak kecil.

2. Foto Produk

Karena berjualan secara online, faktor terpenting untuk menarik calon pembeli adalah gambar visual. Foto produk menjadi penting karena foto yang tidak menarik akan membuat calon pembeli meninggalkan toko, meskipun misalnya produk yang dijual secara kualitas maupun harga bersaing dengan yang lain.

Memotret produk, bisa dengan kamera ponsel yang sudah cukup bagus saat ini. Yang perlu diperhatikan adalah pengaturan cahaya, penataan produk agar terlihat menarik saat diambil foto. Coba beberapa kali pengambilan foto dengan penataan yang berbeda, kemudian pilih hasil foto yang paling menarik.

3. Gunakan Soft Selling

Tujuan penggunaan sosial media adalah untuk saling berbagi sesama pengguna sosmed. Maka jadilah pengguna sosmed yang baik. Posting hal yang menarik, berbagi postingan teman atau komen di foto lucu anak teman.

Selain itu, fungsi sosmed juga media tolong menolong. Sudah beberapa kali, saya dibantu menemukan adik autis saya yang hilang dari rumah. Jangan ragu menolong pengguna sosmed lain, meski cuma dengan cara berbagi info.

Bila bersosmed terus, kapan berjualannya ?

Jangan tiap hari posting jualan, nanti akan dianggap spam sama teman. Tetapi sesekali, upload posting jualan di feed sosial media. Misalnya diatur 3-4 hari sekali upload jualan di akun sosial media.

4. Siapkan Toko Online

Meski berjualan melalui sosial media, siapkan properti toko online. Misalnya di Facebook, buat Fanspage yang bisa dijadikan toko online di Facebook. Selain itu, siapkan Instagram, Whatsapp yang harus selalu ada. Terkadang ada yang menambahkan kontak Line.

Seperti sebuah toko, siapkan logo toko. Logo ini bisa dipasang di profile setiap sosial media. Logo diperlukan, untuk memberi kepastian pembeli, dari melihat jualan di Facebook atau Instagram dan kemudian melakukan kontak ke Whatsapp, pembeli cukup melihat gambar profile untuk memastikan tidak salah kontak. Lebih baik lagi bila logo dijadikan watermark pada foto produk.

Tidak bisa mendesain logo?

Tidak masalah. Saat ini, platform untuk membuat logo secara online sudah banyak. Tinggal mengganti warna, tulisan sesuai keinginan. Biasanya template model logonya sangat banyak, pengguna tinggal memilih. Salah satu penyedia layanan template logo olshop adalah Canva.

5. Fast Respon

Salah satu kunci agar pembeli jadi membeli barang adalah fast response dari penjual. Bila respon penjual lambat, seringkali pembeli membatalkan untuk membeli produknya.

Baca Juga :

Untuk memudahkan pekerjaan penjual, lebih baik bila dibuat jam kerja yang tertulis dengan jelas, sehingga pembeli memaklumi bila penjual tidak langsung membalas karena di luar jam kerja. Jam kerja tulis di posisi yang mudah ditemukan pembaca, misalnya di status Whatsapp, disertakan saat upload produk jualan atau ditambahkan di profile sosial media.

Bila penjualan sudah berjalan, pastikan juga untuk Upload :

Testimoni

Testimonial adalah salah satu cara untuk meyakinkan pembeli bahwa toko online yang dikelola penjual adalah terpercaya.

Selain upload produk yang dijual, pastikan juga upload testimoni dari pembeli. Testimoni pembeli bisa berupa chat, komentar di produk. Resi pengiriman barang juga bisa difoto untuk membuktikan bahwa barang-barang yang dibeli benar-benar dikirim.




LEAVE A REPLY

Tulis komentar Anda
Masukkan nama Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.