Ketika Styrofoam Tidak Bertahan karena Terpaan Angin

Ketika Styrofoam Tidak Bertahan karena Terpaan Angin

Membangun gedung walet membutuhkan berbagai jenis material layaknya membangun rumah tinggal. Namun dalam dunia perwaletan, gedung yang dibangun khusus walet tersebut harus memperhatikan secara mendetail terhadap material yang digunakan.

Salah satu tujuannya tidak lain agar suhu dan kelembaban dapat tercapai sesuai pada habitat asli dari burung walet. Selain penggunaan material yang mendetail, teknik penggunaan material juga sangat berarti dalam proses menemukan suhu ideal gedung walet.

Salah satu contohnya adalah menggunakan material bata merah untuk dinding. Ada pembudidaya walet yang menggunakan hanya satu susun bata dan ada pula menggunakan 2 susun bata merah agar ketebalan dinding mampu menahan panas dari luar.

Nah yang akan kami bahas kali ini adalah penggunaan material styrofoam di bawah atap seng. Tujuannya adalah sebagai pelapis tambahan untuk menahan hawa panas yang bersumber dari atap gedung.

Pemasangan styrofoam tersebut di awal pembangunan gedung walet hanya diletakkan dan disusun sedemikian rupa. Untuk menahan styrofoam agar tidak bergerak, maka tukang hanya memberi paku seng (paku payung) yang disebar cukup banyak.

Susunan Styrofoam Berhamburan

Setelah beberapa bulan, kami mencoba mengecek bagian atas gedung (plafon). Hal yang tidak disangka, semua styrofoam yang terpasang dengan rapi tersebut terhambur. Maka kami beranggapan berhamburnya susunan styrofoam tersebut karena paku seng tidak kuat menahan pergerakan styrofoam yang mendapat terpaan angin.

Ketika Styrofoam Tidak Bertahan karena Terpaan Angin

Setelah mengetahui hal di atas, kami tidak langsung action untuk memperbaiki karena masih mencari waktu yang tepat agar semua urusan kami tidak terbengkalai.

Setelah mendapat waktu yang tepat (setelah lebaran tahun ini), maka kami mulai memperbaiki kerusakan tersebut akibat angin yang cukup kencang. Kami tidak lagi menggunakan paku sebagai penahan styrofoam, melainkan menggunakan batako.

Batako kemudian diikat tali rafia yang ditarik memanjang. Hal demikian agar penggunaan batako tidak terlalu banyak karena terbantu oleh bentangan tali rafia. Seandainya Anda memiliki dana yang cukup, sangat baik jika menggunakan paranet yang dibentang, sehingga sangat efektif menahan styrofoam ketika mendapat terpaan angin.

Ketika Styrofoam Tidak Bertahan karena Terpaan Angin

Sebaiknya bentangkan sekali lagi tali rafia secara melintang sehingga membentuk kotak-kotak. Hal demikian tentunya lebih baik daripada seperti gambar di atas.

Baca Juga :

Itulah salah satu kejadian-kejadian yang tidak pernah terduga sebelumnya. Mudah-mudahan pengalaman kami dapat membantu Anda yang baru pertama kali membangun gedung walet. Sehingga kesalahan dapat diminimalisir yang dapat menguras dompet dan tentunya energi serta waktu Anda. Salam sukses

5/5 (1)

Nilai kualitas artikel




LEAVE A REPLY

Tulis komentar Anda
Masukkan nama Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.