Rahasia Budidaya Ikan Nila Tanpa Pelet

Rahasia Budidaya Ikan Nila Tanpa Pelet

Bergerak dalam bisnis budidaya ikan nila adalah sesuatu yang menyenangkan. Hobi sekaligus memperoleh keuntungan berupa rupiah pastinya menjadikan seseorang semakin semangat dalam menjalaninya bukan?

Namun hal tersebut tentunya perlu perhitungan. Sebab, budidaya ikan sangat rawan terjadi kerugian. Baik karena faktor kematian ikan maupun tidak tertutupinya biaya pakan dengan hasil panen.

Nah, dalam artikel ini kami akan mengungkap bagaimana rahasia budidaya ikan nila tanpa pelet di kolam tanah. Ikan tetap tumbuh secara normal tanpa pemberian pakan pabrikan mulai dari penebaran bibit sampai panen.

Trik Budidaya Ikan Nila Tanpa Pelet di Kolam Tanah

Umumnya para pembudidaya ikan di kolam tanah memberikan pupuk urea sebelum tebar bibit. Jadi lumrah sebetulnya soal penggunaan pupuk urea pada kolam tanah. Namun, teknik pemberiannya tentunya masih jarang yang mengetahuinya agar memperoleh hasil maksimal.

Sebelum kami memberikan detail soal penggunaan pupuk urea agar perkembangan ikan maksimal sampai waktunya panen, maka kami sedikit memberikan informasi mengenai manfaat pupuk urea pada kolam tanah.

Manfaat pupuk urea pada kolam ikan ada 3 yaitu pertama merangsang pembentukan protein yang akan membantu ikan tumbuh secara maksimal. Yang kedua urea mampu merangsang pertumbuhan alga dimana alga ini berfungsi untuk mereduksi zat besi dan mangan dalam air sehingga kualitas air tetap terjaga. Dan yang ketiga, membantu proses pembentukan plankton sebagai pakan alami untuk ikan.

Takaran Penggunaan Pupuk Urea dan Cara Pengaplikasiannya

Sebelum memasukkan bibit ikan, tebar urea secara merata pada kolam tanah dengan ketinggian air sekitar 70 – 100 cm. Takaran setiap hektarnya sebanyak 150 kg. Urea bisa dicampur SP36 dengan perbandingan 1 : 1.

Diamkan selama kurang lebih 1 minggu sebelum memasukkan bibit ikan nila. Setelah penebaran bibit, diamkan selama 1 bulan.

Setelah 1 bulan, maka pemberian pupuk dilakukan lagi sesuai dengan takaran yaitu 25 kg per hektarnya. Kemudian selanjutnya dilakukan per 15 hari sampai ikan siap panen. Dalam tahap ini pun, Anda bisa mencapur dengan pupuk SP 36. Perbandingannya 1 : 1, jadi 12,5 kg pupuk urea dan 12,5 kg pupuk SP 36.

Perlu diingat, sistem budidaya ikan nila tanpa pelet ini tidak dianjurkan menebar bibit dengan kepadatan yang tinggi. Alasannya tidak lain adalah perkembangan ikan tidak maksimal sehingga keuntungan yang didapat tentunya juga tidak maksimal.

Baca Juga :

Sebaiknya tebar bibit sebanyak 5000-5500 an per hektarnya saja. Dengan jumlah bibit tersebut Anda sudah memperoleh keuntungan luar biasa hanya dengan bermodalkan pupuk urea dan SP 36 sampai waktunya panen kurang lebih 4 bulan kemudian.

Kualitas dari ikan nila yang dihasilkan tidak perlu diragukan lagi. Silahkan buktikan sendiri. Semoga artikel tentang rahasia budidaya ikan nila tanpa pelet di atas dapat membantu Anda sukses. Salam