Rachmat Gobel Sang Inspirator
Sumber : kumparan

Pria ini tentu tak asing lagi bagi dunia bisnis di Indonesia. Rachmat Gobel adalah tokoh yang terkenal di dunia bisnis yang sangat terampil mengolah SDM dan SDA untuk menghasilkan produk-produk elektronik berkualitas yang mampu menjadi andalan Indonesia.

Pria kelahiran Jakarta, 3 September 1962 tersebut adalah anak ke lima dan putra pertama dari tujuh bersaudara. Mereka adalah anak dari pasangan Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel dan Annie Nento Gobel.

Pada awalnya, PT. National Gobel adalah perusahaan yang telah dirintis oleh sang ayah, H. Thayeb Mohammad Gobel.

Jiwa Bisnis Rachmat Gobel

Keahlian berbisnis yang dimiliki Rachmat bisa jadi merupakan warisan dari ayah kandungnya. Thayeb merupakan seorang pendiri dan pemimpin Gobel Group yang bergerak di bidang perdagangan barang elektronik.

Tak dapat dipungkiri, Thayeb sering sekali disebut sebagai perintis industri elektronik di Indonesia. Lahir dan besar dalam sebuah keluarga yang berada rupanya tidak membuat masa kecil Rachmat hidup bersantai – santai seperti layaknya anak konglomerat.

Kedua orang tua Rachmat tetap menididik anak bungsunya itu untuk menjadi seorang pekerja keras. Ketika libur sekolah tiba, Rachmat selalu diajak orangtuanya untuk bertandang ke pabrik elektronik milik ayahnya. Di sana, Rachmat bekerja selayaknya buruh-buruh pabrik lainnya.

Pengalaman Rachmat bekerja dengan para buruh rupanya membuat matanya terbuka. Selama di pabrik, Ia dapat mengetahui permasalahan yang ada serta mendiskusikannya dengan sang ayah.

Sejak kecil, Rachmat sepertinya telah disiapkan untuk meneruskan bisnis milik ayahnya. Hal ini tak lepas dari status Rachmat sebagai anak laki-laki satu-satunya dari pasangan Thayeb dan Annie.

Proses Menuntut Ilmu Sampai ke Negeri Jepang

Setelah lulus dari bangku SMA pada usia 19 tahun, Rachmat dikirim orangtuanya untuk belajar di Jepang. Rachmat memilih melanjutkan pendidikan di Jepang karena Ia beranggapan di sana Ia bisa mempelajari bahasa dan juga budaya Jepang.

Pengetahuan dan keahlian itu Ia perlukan untuk memudahkan berkomunikasi dengan Matsushita Group, rekan bisnis utama Gobel Group yang bertempat di Jepang.

Kuliah di Negeri sakura itu bukan perkara yang mudah bagi Rachmat. Ia sempat tidak bisa mengikuti perkuliahan karena terkendala bahasa. Untuk mengatasinya, Rachmat belajar Bahasa Jepang selama satu setengah tahun. Setelah itu, Ia pun berhasil memulai perkuliahannya di jurusan Perdagangan Internasional, Chuo Univeristy yang berlokasi di Tokyo.

Meski sempat mengalami kendala bahasa, Rachmat akhirnya berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu yang tergolong normal yaitu empat tahun. Setelah lulus, Ia tidak terburu-buru kembali ke tanah kelahirannya. Rachmat memilih bertahan di Jepang untuk mengikuti praktik kerja di Matsuhita Group.

Di perusahaan yang kini bernama Panasonic Group itu, Rachmat belajar banyak hal mengenai bisnis karena Ia ditempatkan di berbagai divisi.

Pengalaman Rachmat dalam memimpin perusahaannya rupanya sangat diakui oleh banyak pihak. Ayah dua anak ini telah memenangi berbagai penghargaan atas keberhasilannya memimpin Panasonic-Gobel.

Di samping keberhasilannya memperoleh berbagai penghargaan, kemampuan Rachmat dalam berbisnis juga diakui oleh perusahaan-perusahaan lain. Buktinya, ada beberapa perusahaan yang menunjuk Rachmat sebagai komisaris di perusahaan mereka.

Perusahaan-perusahaan itu antara lain Smart, Indosat serta kelompok usaha Panasonic-Gobel tentunya. Rachmat Gobel telah menunjukkan bahwa kerja keras harus  dilakukan demi masa depan yang cemerlang. Terlepas dari apakah Ia lahir dalam keluarga yang berada atau tidak berada.

Baca Juga :

Di samping itu, Rachmat juga mengajarkan kita bahwa seorang pengusaha juga harus peduli dengan kondisi masyarakat di sekitar dan tidak harus selalu memikirkan keuntungan.

5/5 (1)

Nilai kualitas artikel




LEAVE A REPLY

Tulis komentar Anda
Masukkan nama Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.