9 Panduan Dasar Membangun Gedung Walet

0
1409
Panduan Dasar Membangun Gedung Walet

Saat ini orang berlomba-lomba membangun gedung walet, karena memang sangat menjanjikan. Namun, sebagian orang yang memiliki keinginan untuk terjun dalam bisnis ini masih bingung harus mulai dari mana. Bagaimana syarat-syaratnya dan berbagai macam tetek bengeknya.

Sudah mencari informasi pada beberapa orang, namun tetap saja merasa kurang yakin terhadap apa yang didengarnya itu. Nah, kali ini saya akan memberikan penjelasan secara mendetail dasar-dasar membangun gedung walet yang bisa Anda kembangkan sendiri. Silahkan disimak :

Dasar-dasar Membangun Gedung Walet agar Cepat Sukses

1. Suhu

Pertama, seperti yang kita ketahui, habitat walet berada di gua yang memiliki suhu stabil dengan kelembaban yang pas untuk suatu kloni walet dalam berkembang biak.

Jadi, dasar dari suatu gedung walet adalah bagaimana caranya mampu menghasilkan gedung yang memiliki suhu dan kelembaban stabil. Berbagai cara yang dapat dilakukan, mulai dari angin-angin yang dipersiapkan harus memadai.

Semakin banyak angin-angin tentunya akan membuat udara bebas masuk yang akan membantu kestabilan suhu ruang.

Kelemahannya jika membuat angin-angin yang banyak adalah akan susah mencapai kelembaban yang diinginkan (nanti akan dijabarkan). Maka dari itu, para petani walet berusaha memblock panas dari luar agar tidak masuk ke dalam gedung walet.

Berbagai cara dilakukannya, mulai dari mempertebal dinding sampai melapisi sterefoam, kardus atau sekam pada dinding dan langin-langit. Banyak juga petani walet mencari alternatif lain agar menghemat biaya. Seperti penggunaan bahan dari alam yaitu atap daun, bahan pembuat tikar dan sebagainya.

Bagi petani yang bermodal kuat, mereka biasanya membuat dinding berlapis 2 yang ditengahnya dibuat rongga udara. Fungsinya untuk menghalau hawa panas dari luar. Rogga udara ini diberikan angin-angin khusus yang tidak menembus dinding bagian dalam.

Beberapa petani walet memberikan kipas kecil pada rongga udara ini untuk memaksimalkan sirkulasi udara di dalamnya.

Selain dari kelemahan banyaknya angin-angin, tentunya memiliki keunggulan seperti membantu anakan walet untuk belajar terbang. Sesuai dengan namanya, burung walet biasa disebut burung layang-layang. Itulah sebabnya walet membutuhkan angin yang cukup untuk mempermudah terbang.

Jadi tergantung Anda, mau mengaplikasikan yang mana.

2. Kelembaban

Ketika kelembaban memenuhi syarat, maka banyak sekali keuntungan yang bisa diperoleh. Mulai dari walet betah membangun sarang dan berkloni di gedung Anda, sampai kualitas sarang yang dihasilkan.

Jika kelembaban terlalu tinggi, sarang yang dihasilkan tidak akan maksimal. Bisa jadi sarang menguning atau bahkan burung walet tidak kunjung menyelesaikan sarangnya karena liurnya tidak bisa mengering.

Selain dari itu, tingginya kelembaban ruangan akan berakibat pada sirip (jika menggunakan sirip kayu) yang akan menjamur. Sehingga, walet enggan membuat sarangnya atau bahkan walet yang sudah membuat sarang, kabur ke gedung lain.

Banyak cara yang dilakukan petani walet untuk memperoleh kelembaban stabil. Beberapa diantaranya adalah membuat kolam, memasang pengabut dan beberapa teknik lainnya yang merupakan hasil coba-coba para petani walet.

Intinya, Anda harus berpikir bagaimana caranya kelembaban dalam ruangan tetap terjaga dan stabil.

Dalam era teknologi ini, banyak cara untuk menemukan kestabilan tersebut. Salah satunya adalah penggunaan pengabut yang disinkronkan dengan alat pengatur kelembaban otomatis. Sehingga, jika kelembaban turun pengabut akan menyala, begitupun sebaliknya, jika kelembaban sudah naik (memenuhi batas setting), maka pengabut otomatis mati.

Kalau berbicara soal pengabutan, banyak alat yang dijual di pasaran atau bisa saja Anda membuatnya sendiri. Silahkan lakukan eksperimen untuk hal tersebut.

3. Ukuran ruang walet

Setelah faktor suhu dan kelembaban, kita harus berbicara mengenai ukuran ruangan yang pas untuk burung walet. Menyangkut masalah ukuran, para pakar menyarankan minimal 4 meter.

Berbagai percobaan yang telah dilakukan oleh pakar walet, dan menemukan bahwa standar patokan ukuran yang paling baik adalah 4 meter. Salah satu tujuannya adalah untuk mempermudah walet melakukan manuver.

Berdasarkan berbagai pengalaman, bahwa gedung walet dengan ukuran minimal 4 meter lebih baik perkembangannya dibanding dengan ukuran yang lebih kecil.

Ukuran juga tidak bagus terlalu besar, alasannya karena walet tidak merasa nyaman. Itulah sebabnya, disarankan gedung walet yang luas harus disekat. Ukuran sekatnya kembali ke point pertama yaitu minimal 4 meter.

4. Tinggi ruangan walet

Tinggi tiap lantai pada gedung walet yang diaplikasikan oleh petani walet adalah 2 m, 2,5 m, 2,75 m dan 3 m. Semakin tinggi semakin baik menurut pakar walet, namun kita harus berbicara faktor efisien dan efektifitas.

Kalau pengalaman membuktikan ukuran 2 m atau 2,5 meter walet masih betah dan mau membuat sarang serta berkloni di gedung tersebut, kenapa harus membuat lebih tinggi. Semakin tinggi tentunya akan mengeluarkan badget yang lebih besar. Maka tergantung Anda, mau pilih yang mana.

Pilihan Pertama

Dalam prakteknya, banyak petani walet mengkombinasikan ukuran tinggi lantai gedung walet. Misalnya, pada lantai pertama menggunakan ukuran 3 meter, lantai 2&3 berjarak 2,5 meter dan lantai 4 tinggi 2 meter.

Salah satu alasan kombinasi di lantai bawah paling tinggi, agar walet yang tadinya hanya menginap di lantai atas akan berpindah ke lantai bawah. Kenapa demikian? Karena burung walet lebih mudah dalam bermanuver dengan melihat faktor tingginya ruang.

Lantai paling bawah juga memiliki kelembaban yang cukup tinggi, sehingga petani walet lebih memilih pilihan pertama ini. Tujuannya adalah agar sarang walet lebih aman dari kontaminasi gas amoniak yang bersumber dari kotaran walet sendiri.

Pilihan Kedua

Selain itu, ada pendapat bahwa jika ingin gedung walet Anda cepat dihuni, maka sebaiknya kombinasi itu dibalik. Lantai paling atas lebih tinggi. Alasannya adalah lantai paling ataslah yang pertama dihuni oleh kloni walet, sehingga sedapat mungkin memaksimalkan kenyamanan walet.

Selain dari faktor kenyamanan walet dalam bermanuver, Anda harus memperhatikan sirkulasi udara. Menurut para ahli arsitektur, semakin tinggi ruangan, maka akan memiliki sirkulasi udara yang baik. Sehingga suhu yang ada dalam ruangan cenderung stabil.

Jadi kembalikan pada diri masing-masing, hatinya lebih memilih yang mana dengan memperhitungkan badget.

5. Sirip

Setelah ke 4 faktor di atas, maka kita harus membahas soal sirip yang tentunya tidak kalah penting. Pada umumnya, petani walet menggunakan kayu sebagai sirip untuk wadah walet membuat sarang.

Tapi yang harus menjadi perhatian adalah sirip haruslah bahan yang mudah dihinggapi walet, tahan terhadap pelapukan serta memiliki pori-pori yang cukup. Tujuannya tidak lain adalah untuk memudahkan liur walet menempel.

Agar walet mudah hinggap, sirip dari kayu biasanya diberikan coretan atau alur paritan sebesar ujung paku. Selain dari itu, biasanya petani walet menempelkan berbagai bahan alami seperti besek, kardus, sterefoan dan lain-lain. Tujuannya adalah mempermudah walet hinggap.

Anda juga harus memperhatikan penggunaan bahan tambahan ini, jangan sampai malah merugikan. Seperti, mempermudah tumbuhnya jamur pada sirip, sampai pada faktor bercampurnya sebagian bahan tambahan tersebut dengan sarang walet yang akan menurunkan harga.

Sebelum mengoperasikan gedung walet, harusnya melakukan suatu usaha untuk menghilangkan bau-bau dari bahan bangunan seperti bau semen atau kayu. Banyak cara untuk menghilangkan bau tersebut. Mulai dari menyalakan dupa, menyemprotkan air kelapa dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jarak antara sirip bervariasi, bisa antara 30 – 45 cm. Yang perlu diketahui, semakin lebar papan sirip yang Anda gunakan, maka sebaiknya menggunakan jarak lebih jauh. Misalnya, jika lebar sirip 20 cm, maka sebaiknya jarak antara sirip 35 cm, kalau lebar kayu sirip 25 cm atau lebih, bisa menggunakan jarak antara sirip 45 cm.

Ada juga petani walet yang menggunakan jarak antara sirip hanya 20 cm, karena lebar papan siripnya hanya sekitar 15 cm saja.

6. Suara walet

Nah, ini yang sering menjadi bahan perbincangan oleh para petani walet. Konon katanya, suara walet sangat berperan dalam keberhasilan petani walet. Tapi seperti yang kita ketahui bersama, semua memiliki peran dalam keberhasilan.

Walaupun suara panggil walet Anda bagus, tapi kondisi yang lainnya tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan walet, maka kecil kemungkinan akan berhasil.

Suara walet dapat dibagi mejadi 3, yaitu suara panggil, suara tarik dan suara inap. Suara panggil berfungsi untuk memanggil walet untuk mendekati gedung, suara tarik untuk menuntun walet masuk ke ruang inap dan suara inap untuk memancing burung walet menginap dan membuat sarangnya.

Masing-masing suara memiliki karakter sesuai dengan fungsinya. Anda bisa menemukan suara walet secara gratis di beberapa situs dan forum-forum petani walet. Namun, jika bersedia mengeluarkan dana, maka bisa menghubungi beberapa konsultan walet. Konsultan walet berpengalaman yang menyediakan secara khusus suara walet untuk diperjual belikan.

Perlu Anda ketahui, gratis dan berbayar memiliki kelebihan masing-masing. Petani walet yang telah berhasil, banyak yang menggunakan gratisan dan banyak pula yang berbayar. Tergantung Anda, mau memilih yang mana.

7. Tata letak twitter

Tata letak twitter tidak ada yang baku. Anda harus merujuk pada teknik pemasangan twitter yang dilakukan oleh para petani walet sukses.

Yang menjadi perhatian adalah, fungsi utama twitter inap adalah untuk memancing walet menginap dan membuat sarang. Selain itu, berfungsi juga sebagai pijakan awal untuk walet, itulah sebabnya sedapat mungkin diposisikan agar walet mudah hinggap.

Jangan memasang twitter secara miring/menyudut, karena fungsi kedua tidak dapat terpenuhi yaitu tidak bisa difungsikan sebagai pijakan walet.

Sementara tata letak twitter tarik juga macam-macam, ada yang meletakkan di sisi tengah lubang antara ruang atau lubang antara lantai, ada juga meletakkan di sudut lubang. Namun kenyataanya, banyak petani walet mengaplikasikan twitter tarik ini tepat disisi lubang antara ruang dan menggunakan 2 atau lebih twitter (tergantung ukuran lubang).

Kemudian twitter panggil. Twitter panggil ini juga bervariasi, ada yang menggunakan twitter biasa (khusus untuk panggil) atau basoka. Ada juga yang menggunakan sentrifugal (4,6 atau 8 sudut twitter digabung) yang diletakkan di atas atap atau berdekatan dengan lubang masuk burung.

Karakter dari twitter panggil biasa adalah suara akan menyebar. Twitter basoka, suara akan fokus yang bertujuan untuk menjangkau lebih jauh. Sementara twitter sentrifugal menyebar ke segala penjuru mata angin.

Terlepas dari penggunaan basoka dan sentrifugal, yang harus menjadi perhatian adalah fungsi twitter tersebut. Tujuannya untuk memanggil walet yang berada dikejauhan dan segala penjuru mata angin. Sehingga, kalau walet sudah mendekati gedung, mereka harus mendengar suara walet yang bersumber dari twitter panggil. Twitter yang diletakkan di bibir lubang masuk burung.

Inilah sebetulnya banyak petani walet yang galau, mereka tidak memperhatikan karakter masing-masing jenis twitter panggil. Akhirnya walet hanya berputar-putar disekitar gedung. Walet tidak melihat lubang masuk burung karena kemungkinan twitter dari LMB tersebut tidak terdengar.

8. Sekat ruangan

Sekat ruangan ada 2 macam, sekat full dan sekat gantung. Sekat full adalah sekat yang dibuat mirip seperti kamar rumah. Sementara sekat gantung adalah sekat yang dipasang menggantung di sirip (menjuntai) dengan ukuran bervariasi. Tergantung pengalaman para petani walet.

Pertanyaan yang muncul, apakah sekat perlu? Hal ini harus disesuaikan dengan kondisi ruangan. Kalau ruangan terlalu luas, maka dibutuhkan skat. namun, kalau ruang kecil, ya g usah disekat.

Tujuan utama sekat adalah untuk memberi rasa aman dari walet, namun tidak membuat walet kesulitan manuver. Sekat full juga berfungsi untuk menstabilkan suhu ruang agar tidak mudah berubah. Sehingga, sekat efektif adalah sekat yang memiliki 2 fungsi tersebut.

Nah, berapa sih patokan jarak suatu ruangan yang harus disekat? Menurut para pengalaman petani walet, sekat efektif minimal 4 – 6 meter. Jadi, kalau ruangan walet melebihi dari 2 kali ukuran minimal tersebut, sebaiknya disekat. Misalkan, ukuran ruangan 12 x 8, maka sebaiknya terdapat 1 sekat di dalamnya.

Kalau ukuran ruangan 12 x 4, maka sebaiknya tidak usah disekat. Namun, pada umumnya sekat digunakan adalah sekat gantung, setiap 4 meter diberi sekat gantung sekitar 40 cm dari bibir sirip.

Fungsi dari sekat gantung jika dipasang di sirip pertama, dekat LMB adalah untuk mengurangi pencahayaan yang langsung mengenai sirip. Namun, jika dipasang pada sirip dalam ruangan, maka fungsinya adalah memberi rasa aman pada burung walet.

9. Lubang masuk burung (LMB)

Lubang masuk burung memiliki ukuran bervariasi, ada yang suka dengan ukuran kecil ada pula yang suka dengan ukuran besar. Semua jenis ukuran tersebut tentunya memiliki keunggulan dan kelemahan.

Kalau lubang masuk burung memiliki ukuran yang besar, maka akan mempermudah walet masuk. Walet yang mencoba masuk dari arah depan maupun dari sudut gedung, tidak kesulitan.

Faktor petani walet tidak menggunakan LMB yang besar adalah menghindari binatang pemangsa walet seperti burung hantu. Semakin besar LMB, maka semakin besar peluang burhan masuk dengan mudah.

Selain itu, faktor pencurian sarang walet. Jika LMB terlalu besar, maka pencuri sangat mudah masuk melewati LMB tersebut. Maling akan memajat dengan menggunakan tali dan masuk melalui LMB.

Mereka yang menggunakan LMB besar memiliki cara untuk menghalau burhan. Misalnya, memasang jarum pada bibir LMB, memasang lampu yang dinyalakan pada malam hari dan sebagainya.

Baca Juga :

Itulah panduan dasar membangun gedung walet, semoga pemaparan yang singkat di atas dapat Anda kembangkan lebih jauh lagi untuk memperoleh kesuksesan. Salam




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.