Investasi Saham Syariah, Jalan Amanah Menuju Ekonomi Sejahtera

Investasi Saham Syariah, Jalan Amanah Menuju Ekonomi Sejahtera

Investasi Saham Syariah – Saat ini, metode syariah memang sudah sangat banyak dan lagi booming-booming-nya. Berawal dari bank-bank, tabungan, hingga saham berkonsep syariah. Pesatnya metode syariah ini bermula dari anggapan bahwa ada riba dalam bunga tabungan yang diperoleh dari pihak bank, apalagi saham.

Banyak orang yang beranggapan bermain saham sama saja seperti berjudi. Tapi untuk yang takut akan masalah tersebut, ada solusi terbaik yaitu investasi saham syariah. Jika dilihat lagi, saham sebenarnya bisa menjadi salah satu cara menginvestasikan dana Anda untuk mencapai keuntungan yang diinginkan.

Berdasarkan pengertian dari Bursa Efek Indonesia (BEI), saham merupakan penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Jadi jika Anda mendengar ada orang yang bermain saham, berarti seseorang tersebut telah memiliki aset dalam perusahaan ataupun perseroan tertentu. Maka dari itulah, saham disebut juga sebagai surat berharga. Mengapa begitu? Ini karena saham telah menjadi bukti kepemilikan yang sah terhadap sebuah perusahaan ataupun perseroan.

Segera saja lakukan Investasi Saham Syariah. Dengan investasi ini, maka dapat menjadi jalan amanah menuju ekonomi sejahtera. Kok bisa? Bagaimana ceritanya? Langsung saja temukan jawabannya di bawah ini ya.

Alasan Kenapa Investasi Saham Syariah Menjadi Salah Satu Jalan Amanah Menuju Ekonomi Sejahtera

1. Emitennya tidak bertentangan dengan ajaran islam

Jika di saham konvensional dapat membeli emiten apa pun yang menarik perhatian Anda dan tentu saja berprospek bagus. Maka, berbeda dengan investasi ini. Di investasi saham syariah, ada beberapa emiten perusahaan yang tidak dapat Anda masuki. Sebab bertentangan dengan ajaran Islam.

Misalnya saja tidak ada penanaman saham di perusahaan rokok ataupun perusahaan alkohol ketika Anda bermain saham syariah. Perseroan ataupun perusahaan yang menerbitkan saham syariah tentu juga harus menjalankan usahanya sesuai dengan konsep ajaran Islam. Jika tidak, maka perusahaan tersebut tidak dapat menerbitkan saham syariah.

2. Sistem bagi hasil

Sama dengan bank-bank syariah yang tidak menerapkan unsur riba. Di saham syariah pun Anda tidak akan mendapatkan keuntungan berupa bunga atau riba. Sistem yang berlaku di saham syariah adalah bagi hasil.

Dalam sistem ini, pemegang saham juga tidak hanya memiliki kemungkinan untuk mendapatkan sebagian untung dari perusahaan. Akan tetapi juga mempunyai risiko yang sama besar jika perusahaan ataupun perseroan mengalami kerugian.

3. Musyawarah untung dan rugi

Dalam investasi ini, masalah bagi hasil untung dan risiko rugi juga sudah mesti disepakati ketika Anda hendak mendaftarkan saham. Calon pemegang saham dan perusahaan harus bermusyawarah terlebih dahulu, untuk mencapai kesepakatan bersama tanpa paksaan.

Inilah yang kemudian disebut dengan iktikad saham. Dengan adanya iktikad tersebut, pemegang saham bisa terlepas dari yang namanya ghahar maupun masyir.

Dalam etika bersepakat, perusahaan ataupun perseroan memiliki ketentuan untuk memaparkan dengan sejelas-sejelasnya informasi apa saja mengenai perusahaannya. Di mana seluk-beluk perusahaan harus diketahui calon pemegang saham agar tidak ada kesalah pahaman di kemudian hari.

Baca Juga :

Bukan hanya itu, calon pemegang saham juga berhak mempertanyakan segala hal yang dianggap perlu dan ingin diketahui. Dengan demikian, informasi yang menyesatkan dan resiko berlebihan dapat dihindari. Gimana, tak perlu ragu lagi kan? Saham satu ini memang bukan judi.

Demikian artikel dari kami tentang investasi saham syariah. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi. Selamat mencoba

No ratings yet.

Nilai kualitas artikel




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.