Rahasia Sukses Hary Tanoesoedibjo
Sumber : ARIRANG ISSUE

Pria berusia 52 tahun ini sempat mengakui bahwa semasa remaja, dirinya memang merupakan anak yang bandel, malas, pernah di-dropout alias DO, dan gemar ikut balapan. Namun sikap itu berubah ketika dia dewasa, lebih tepatnya ketika Hary Tanoesoedibjo duduk di bangku kuliah.

Hary mendadak rajin belajar, jadi asisten dosen dan lulus dengan predikat Cumlaude di Carleton University, Kanada. Predikat yang sama juga dia raih saat mendapat gelar master di Ottawa University.

Selain sukses di dunia akademik, dia pun sukses di dunia bisnis. Kekayaannya mencapai Rp 15 triliun, padahal kalau dilihat dari umurnya dia masih cukup muda.

Apakah kamu ingin tajir seperti pria yang juga merupakan pendiri Partai Perindo itu? Berikut adalah rahasia sukses Hary Tanoe yang bisa kamu lihat dari sepak terjang bisnisnya.

Rahasia Sukses Hary Tanoesoedibjo yang Patut Ditiru

Harus tahu cita-cita Anda. Ketika Hary duduk di bangku kuliah semester IV, Hary sudah mengendus sektor bisnis apa yang kiranya menjanjikan. Dan apa yang harus dia pelajari untuk bisa menguasai bidang tersebut.

Alhasil, dia mempelajari bursa efek dengan alasan belum ada yang tertarik dengan bidang yang satu itu. Dia pun lulus dan mendapat beasiswa untuk melanjutkan studinya.

Usai lulus, Hary Tanoe yang berusia 25 tahun itu memulai usaha pertamanya dengan modal Rp 64 juta di Surabaya. Dia mendirikan perusahaan sekuritas bernama Bhakti Investama.

Pria berdarah Tionghoa ini mengaku perusahaan itu mengalami perkembangan yang cukup lambat mengingat perdagangan saham jelas ada di Jakarta, bukan di Kota Pahlawan. Kemudian Hary Tanoe pun pindah ke kota metropolitan.

Dia menyewa kantor pertamanya dan selama tujuh tahun Bhakti Investama mulai berkembang. Akhirnya perusahan itu menjadi salah satu emiten di Bursa Efek Indonesia dengan kode BHIT. Inilah perusahaan yang nantinya jadi cikal bakal MNC Investama.

Tips sukses ala bapak yang biasa dipanggil HT ini adalah kerja dari jam 07.00 pagi sampai dengan jam 02.00 pagi! Soal jam kerja, Hary Tanoe juga bisa dibilang pekerja keras.

Bayangkan saja, dari jam 07.00 pagi dan pulangnya jam 02.00 pagi. Pagi ketemu pagi, alias 18 jam! Dan hal itu berlaku gak hanya ketika dia di Jakarta lho. Ketika dia merintis usahanya, dia pun juga bekerja dengan pola seperti itu pagi ketemu pagi.

Dia merintis usahanya dari nol, maka dari itu dia mengalami keterbatasan modal. Mindset yang ditanamkan oleh Hary adalah kerja keras dan kumpulkan modal.

Bila Anda mau berkarier, contoh Steve Jobs. Ini juga tips yang tak kalah penting. Harus kalian terapkan jika ingin sukses. Mengapa Steve Jobs? Karena dialah yang membuat Apple berkembang.

Steve Jobs memang pernah dipecat dari Apple, ketika perusahaan itu kelimpungan menghadapi para pesaingnya. Namun pada akhirnya Jobs pun kembali lagi ke Apple.

Dia menciptakan terobosan baru lewat iPad, iPhone dan iWatch dalam waktu sekejap. Apple pun kembali berjaya walaupun beberapa produknya sempat dipandang sebelah mata.

Menurut Hary Tanoesoedibjo, kisah Steve Jobs mengingatkan kita bahwa kerja keras saja gak bakalan cukup. Harus ada kerja cerdas yang berkualitas.

Tips yang terakhir adalah Kecepatan adalah segalanya. Tanpa sebuah kecepatan, maka mustahil akan ada keberhasilan. Di zaman sekarang ini, kamu tentu tahu bagaimana proses perkembangan teknologi yang berlangsung.

Baca Juga :

Ketika kamu menunggu atau bersantai-santai, maka kamu pun bakal kehilangan banyak kesempatan. Ujung-ujungnya bakalan butuh waktu lama untuk menggapai kesuksesan itu.

Jadi, tunggu apalagi? Jangan menunggu esok untuk sukses, mulailah dari sekarang.

5/5 (3)

Nilai kualitas artikel




LEAVE A REPLY

Tulis komentar Anda
Masukkan nama Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.