Kisah Sukses Hashim Djojohadikusumo
Sumber : VOA Indonesia

Tidak banyak orang yang tahu, bahwa Prabowo Subianto ternyata mempunyai saudara kandung yang berprofesi sebagai pengusaha. Dia adalah Hasyim Djojohadikusumo, pria kelahiran 1 Januari 1970.

Putra pasangan seorang begawan ekonomi, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo dan Dorra Sigar, membuat Hasyim memilih menekuni bidang ekonomi sebagai seorang pengusaha.

Sang Kakak, Prabowo Subianto juga berkarir di kemiliteran dan sukses hingga berpangkat sebagai Letnan Jenderal. Hashim Djojohadikusumo ialah pengusaha sukses di bidang tambang, menduduki ranking orang terkaya Indonesia. Hashim Djojohadikusumo, yang juga merupakan cucu pendiri Bank BNI, yaitu Margono Djojohadikusumo.

Hashim yang datang dari keluarga yang berlatar belakang ekonom, justru menjadi orang pertama sebagai putra Djojohadikusumo yang menekuni bidang sebagai usahawan

Pengalaman semasa kecil dan pendidikan yang banyak dihabiskan di luar negeri, membuat dirinya dengan mudah menjalankan usaha di Indonesia. Hingga saat ini, saudara kandung Prabowo itu dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di Indonesia.

Sosok Hashim memang lebih banyak menghabiskan masa pendidikannya di luar negeri. Dia pernah bersekolah SD di Jakarta sampai seterusnya mencari ilmu di luar negeri.

Kekayaan Hashim Djojohadikusumo

Pada saat berusia 58 tahun, Dia sudah mempunyai kekayaan kurang lebih sekitar 750 juta dollar atau setara dengan 7,5 triliun. Hasim tercatat mengenyam pendidikan setingkat Sekolah Menengah Pertama atau SMP yang ada di London.

Setelah itu, hashim melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas-nya di Singapura. Dia tercatat jadi mahasiswa Pmonona Collage, mengambil jurusan ilmu Politik dan Ekonomi.

Lulus dari Pmonona College, Claremont University, mengambil jurusan ilmu Politik dan Ekonomi. Hashim mempunyai talenta ekonomi yang mumpuni, terbukti dengan sukses berbisnis serta menjadi analisis keuangan.

Berbekal ijazahnya, Hashim juga berhasil magang sebagai analis keuangan di Lazard, sebuah Bank Investasi di Perancis. Tahun 1978, Hashim memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan bekerja di Indo Consul sebagai direktur utama.

Sebenarnya, Hashim memulai usaha di bidang perdagangan yang perlahan melebar ke industri. Berbekal intuisi bisnisnya yang memang sudah terasah dengan baik, ia dengan mudahnya menjalankan tiga perusahaan sekaligus yang bergerak di sektor pertambangan dan bio-ethanol juga karet.

Bangkrutnya Hashim Djojohadikusumo

Dia juga berhasil masuk dalam kepemilikan saham Bank Niaga dan Bank Kredit Asia. Sekitar tahun 1998, dikala terjadi krisis moneter, bisnis yang dibangunnya mengalami surut bahkan bangkrut.

Kemudian pergi ke Inggris dengan impian membangun bisnisnya kembali. Terbukti, bisnisnya semakin maju dan tersebar di mana-mana.

Setelah 9 tahun menetap di Inggris, ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan bahkan menyelamatkan perusahaan milik Prabowo, yakni PT Kiani Kertas yang berhutang sebanyak Rp 1,9 trilliun di Bank Mandiri. Sekarang, perusahaannya tersebut telah menjadi miliknya seutuhnya.

Selain menyelamatkan perusahaan kakaknya, Hashim juga telah berhasil menguasai konsesi lahan hutan seluas 97 hektare di Aceh Tengah. Keberhasilannya itu justru mendorongnya untuk terus dan terus memperluas jaringan bisnisnya sampai memiliki 3 juta hektar perkebunan, konsesi hutan dan tambang batubara, juga ladang migas di Aceh hingga ke Papua.

Di kalangan pegiat sosial, ia sangat populer karena banyak membantu anak- anak kurang mampu di Indonesia melalui Yayasan Arsari Djojohadikusumo.

Baca Juga :

Untuk Anda yang ingin sukses di dunia bisnis, berikut ini kunci sukses Hashim Djojohadikusumo yang sangat sederhana: menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan China. Dua bahasa itu merupakan bahasa yang sangat dasar di dunia bisnis.

Selain itu, seorang pebisnis juga harus bisa menghargai waktu. Tepat waktu adalah syarat mutlak. Melakukan segala sesuatu dengan ketepatan waktu, maka orang akan lebih menghargai kita.

Dan yang tak kalah penting adalah belajarlah pengetahuan dasar tentang bisnis, seperti akutansi dan pembukuan. Karena pebisnis harus tahu apakah bisnis itu akan menghasilkan untung atau merugi.




LEAVE A REPLY

Tulis komentar Anda
Masukkan nama Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.