Cara Praktis dalam Menjalankan Budidaya Semangka

0
119
Cara Praktis dalam Menjalankan Budidaya Semangka

Budidaya Semangka – Semangka merupakan salah satu jenis buah-buahan yang mengandung banyak nutrisi dan digemari oleh banyak kalangan. Rasanya yang segar dan dapat menghilangkan dahaga juga menjadi alasan semakin bertambahnya penikmat.

Di balik keunggulannya tersebut, buah semangka ternyata juga memiliki prospek yang sangat baik untuk dijadikan sebagai peluang usaha. Terutama dalam hal pembudidayaan. Keuntungan yang dapat diperoleh bila menjalankan budidaya semangka ini bisa mencapai angka lebih dari 100%.

Nah, di bawah ini akan sedikit dibahas mengenai cara praktis membudidayakan buah semangka. Bagi Anda yang tertarik menjalankannya, sebaiknya simak ulasan di bawah ini secara keseluruhan.

Langkah Praktis Budidaya Semangka

1. Syarat kondisi lingkungan penanaman

Tanaman semangka lebih cocok ditanam pada daerah dengan curah hujan antara 40 hingga 50 mm tiap bulan. Untuk kondisi lahan, tanaman semangka bisa hidup pada daerah dataran rendah ataupun tinggi, dengan suhu 25 derajat Celsius pada siang hari.

Dari segi kelembaban, tanaman ini lebih baik ditanam pada daerah yang kering dan tidak banyak mengandung uap air. Karena tanaman semangka memiliki habitat asli di Afrika, yang merupakan daerah kering.

Selain itu, tanaman ini juga dapat berkembang dengan baik di bawah sinar matahari langsung. Tanpa pemenuhan kebutuhan cahaya yang baik, tanaman semangka tidak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Poin terakhir yang juga perlu diperhatikan yaitu dari kondisi pH tanah. pH tanah yang dianjurkan sebesar 6 hingga 6,7. Lakukan proses pengapuran apabila pH tanah belum mencapai angka tersebut.

2. Benih untuk menjalankan usaha budidaya buah semangka

Benih yang berkualitas adalah jenis hibrida impor. Benih semangka tersebut dibagi menjadi dua jenis, yaitu triploid dan haploid. Pada benih triploid sebaiknya dilakukan penyayatan bijinya terlebih dahulu atau direnggangkan, karena cangkang bijinya yang tergolong cukup keras.

Setelah direnggangkan, rendam biji jenis triploid di dalam air hangat selama 30 menit dan tiriskan hingga kering. Kemudian bibit siap untuk dikecambah dan ditanam dalam lahan. Sedangkan jenis biji haploid hanya perlu disemaikan saja.

3. Pengolahan lahan

Persiapan lahan sebelum penanaman adalah dengan membersihkan media tanam. Usahakan jangan sampai ada gulma yang bisa menjadi penggangu tanaman. Setelah itu, buat bedengan supaya air di dalam tanah mudah untuk dialirkan. Perlu diingat kembali bahwa genangan air harus dihindari.

4. Pemupukan Awal

Gunakan pupuk organik dan pupuk kandang secukupnya untuk penambahan unsur hara dan lanjutkan dengan proses penanaman.

5. Lubang Tanam

Buatlah lubang tanam seminggu sebelum proses penanaman dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 cm.

6. Proses Penanaman

Lakukan penyiraman terlebih dulu pada lubang tanam dengan menggunakan gembor (ceret besar khusus menyiram tanaman) sebelum melakukan penanaman. Tujuannya agar lahan siap menerima bibit dengan baik.

Bibit semangka lebih baik direndam terlebih dahulu  dengan larutan perangsang tumbuh selama 5 hingga 10 menit, untuk imunisasi benih agar tidak mudah terkena penyakit.

7. Proses Pemeliharaan

Lakukan proses penjarangan jika tanaman tersebut terlalu lebat. Caranya adalah dengan memotong dan memangkas daun atau batang yang sudah tidak dibutuhkan lagi. Lakukan juga proses penyulaman dengan cara mengganti bibit yang telah mati atau gagal tumbuh dengan bibit yang masih baru.

Lakukan juga proses penyiangan dengan cara membuang ranting yang sudah tidak berguna. Pada ujung ranting sekunder sisakan sebanyak 2 helai daun.

8. Pemupukan

Pupuk organic adalah jenis pupuk yang paling baik untuk tanaman semangka. Gunakan Topsil D untuk mendukung perkembangan buah dan juga kesehatan daun. Bila ingin buahnya bagus, Anda juga bisa menggunakan pupuk Topsil B.

9. Pengairan

Pada umumnya, petani semangka akan menggunakan sistem Farrow Irrigation, yaitu dengan cara mengalirkan air melalui saluran di antara bedengan. Pada musim kemarau, frekuensi pemberian air cukup dilakukan selama 4 hingga 6 hari. Jangan sampai berlebihan dalam melakukan penyiraman.

10. Pemanenan

Semangka baiknya dipanen pada umur 70 sampai 100 hari. Atau bila sudah terjadi perubahan warna pada buahnya serta perubahan kondisi batangnya yang semakin mengecilnya dan mengering. Usahakan waktu pemanenan dilakukan saat cuaca cerah untuk mendapatkan hasil panen yang kering.

Baca Juga :

Itulah cara praktis yang bisa dilakukan untuk budidaya semangka sebagai salah satu peluang usaha menjanjikan. Semoga artikel ini berguna untuk Anda.




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.