Cara Menanam Tomat yang Baik dan Benar Menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian

0
Cara Menanam Tomat yang Baik dan Benar Menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian


Tomat salah satu sayuran buah yang rasanya segar, enak dan sedikit asam sehingga wajar kalau penggemarnya banyak. Selain dari rasanya yang enak, kandungan vitamin A, C dan B salah satu alasan untuk mengkonsumsi sayuran buah ini.

Kalau berbicara soal vitamin, perlu Anda ketahui bahwa kandungan vitamin A dari tomat ini ternyata lebih besar 2 sampai 3 kali dari pada buah semangka.

Baiklah, untuk mempersingkat artikel ini, kita akan langsung menuju inti pembahasan bagaimana cara menanam tomat yang baik dan benar secara intensif.

Pembibitan tanaman tomat

1. Benih yang baik

  • Biji tomat yang baik adalah biji yang utuh, tanpa cacat atau luka. Biji yang tidak utuh akan susah untuk tumbuh.
  • Biji harus bersih dari kotoran.
  • Biji harus sehat, tidak indikasi adanya hama atau penyakit.
  • Biji harus terlihat segar (tidak keriput).

2. Teknik penyemaian benih tomat

Penyemaian benih bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu melakukan penyemaian di tanah bedeng dan penyemaian di kotak semai. Lebih jelasnya, simak langkah-langkah berikut :

Persemaian di lahan bedengan

  • Buat bedengan dengan lebar 110 cm hingga 120 cm dan tinggi kurang lebih 30 cm. Ingat, bedengan dibuat secara memanjang dan membujur dari utara ke selatan agar mempermudah fotosintesis tanaman dengan bantuan sinar matahari.
  • Berikan pupuk kandang yang sudah matang pada bedengan dan dicangkul-cangkul kemudian bagian atas diratakan. Jika bedengan memiliki ukuran 1 x 2 m, maka pupuk kandang yang dibutuhkan kira-kira 10 – 20 kg. Pada umumnya, perbandingan pupuk kandang dengan tanah adalah 1 : 3 atau 1 : 4.
  • Diamkan lahan sekitar 4 hingga 5 hari (1 minggu) sebelum ditanami.
  • Buat naungan agar nantinya benih yang ditanam tidak terlalu terpapar sinar matahari dan tidak langsung terkena air hujan.
  • Sebelum persemaian, siram air agar tanah agak basah.
  • Taburkan benih tomat pada bedengan secara merata, kemudian tutup tanah tipis-tips.
  • Siram benih di persemaian pada pagi dan sore menggunakankan sprayer halus.
  • Kalau kecambah sudah mulai tumbuh, sekitar 4 sampai 10 hari, buka naungannya. Jika kondisi hujan, silahkan tutup kembali.

Persemaian di kotak semai

  • Kotak semai dapat dibuat dari kayu ukuran 60 cm x 40 cm dengan ketinggian 25 – 30 cm. Bagian bawah kotak diberi lubang dengan diameter kurang lebih 0,5 cm. Penggunaan dari bahan plastik atau semen juga dapat dilakukan dengan ukuran yang sama.
  • Isi kotak semai dengan media tanam setinggi 12 cm. Perbandingan media tanam antara tanah dengan pupuk kandang 1 : 1. Padatkan sedikit demi sedikit.
  • Basahi media semai dengan air sehari sebelum tanam.
  • Benih tanam bisa menggunakan jarak 5 cm dengan kedalaman 0,5 – 1 cm, lalu tutup dengan tanah halus.
  • Bibit sudah bisa dipindah ke polybag sekitar 7 atau 10 hari. Kemudian menunggu hingga mencapai ukuran tertentu sesuai dengan persyaratan untuk ditanam pada lahan kebun (tinggi ± 15 cm atau 4-5 helai daun).

3. Teknik pembibitan

Pada priode ini, bibit umur 7-10 hari sudah bisa dipindah ke polybag yang berdiameter 10 cm. Pada tahap inilah, peluang bibit tumbuh dan berkembang dengan baik dapat dilihat. Langkah pembibitan sebagai berikut :

  • Siapkan media tanam berupa tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1. 
  • Isi wadah pembibitan (polybag) dengan media tanam tersebut sampai dibawah mulut polybag ± 5 cm.
  • Pilih bibit dari persemaian untuk dipindah ke polybag.
  • Lubangi media tanam menggunakan jari sedalam ± 1 cm.
  • Tanam bibit kemudian timbun dengan tanah dan sedikit ditekanan.
  • Letakkan bibit di tempat teduh.
  • Siram bibit setiap pagi dan sore hari.
  • Setelah 14 – 21 hari, atau tinggi bibit sudah mencapai ± 15 cm dan memiliki daun 4 atau 5 helai, maka bibit siap dipindahkan di kebun.

Pengolahan Media Tanam dan Teknik Penanaman

Media tanam

  • Cangkul tanah sampai gembur, kemudian buat bedengan dengan lebar 1 meter dan ketinggian 25 cm (jika musim penghujan, 40 – 45 cm). Panjang disesuaikan dengan lahan yang ada, sementara jarak antara bedengan yang berfungsi sebagai parit ± 30 cm.
  • Taburkan pupuk kandang di atas bedengan, kemudian cangkul hingga merata.
  • Pasang mulsa dengan menggunakan plastik hitam-perak. Bisa juga menggunakan jerami padi.
  • Diamkan lahan kurang lebih 1 minggu sebelum ditanami.

Teknik penanaman

Teknik penanaman ada 2 cara, yaitu sistem trempel dan sistem bebas. Sistem trempel menggunakan jarak tanam antara 50 cm sampai 60 cm. Bisa menggunakan pola bujur sangkar maupun segitiga. Inti dari sistem ini adalah memotong tunas yang tumbuh sedini mungkin agar tanaman tomat tidak bercabang.

Sementara sistem bebas menggunakan jarak tanam antara 80 cm hingga 100 cm. Jarak rata-rata yang digunakan adalah 80 cm x 80 cm, 80 cm x 100 cm dan 100 cm x 100 cm. Tujuan penggunaan sistem ini adalah membiarkan tanaman tomat tumbuh bebas sampai memiliki cabang-cabang yang besar.

Pembuatan lubang tanam

Lubang yang dibuat berukuran antara 7 cm hingga 8 cm, dengan kedalaman 15 cm.

Note : Gunakan mulsa yang berwarna hitam-perak. Jika menanam pada musim hujan, sebaiknya pasang terlebih dahulu plastik transparan di atas bedengan.

Pemeliharaan Tanaman

1. Penyiraman

Penyiraman dapat dilakukan pada pagi dan sore hari. Perhatikan cuaca, jika musim hujan tanaman tidak perlu disiram. Perhatikan kondisi parit, air harus bisa terbuang ketika terjadi hujan.

Air yang berlebihan pada tanaman tomat akan berdampak pada ketidak mampuan akar menyerap unsur hara, sehingga tanam akan tumbuh memanjang dan mudah terserang penyakit. Jika kekurangan air secara berkepanjangan, maka akan berdampak pada pertumbahan tanaman yang tidak optimal.

2. Penyiangan

Harus dilakukan pembersihan terhadap gulma yang tumbuh disekitar tanaman tomat. Tujuannya agar tanaman tomat dapat menyerap secara maksimal unsur hara tanpa gangguan gulma (gulma menjadi pesaing dalam menyerap unsur hara).

3. Penyulaman

Penyulaman tanaman tomat sebaiknya mulai dilakukan 1 minggu setelah tanam. 

4. Pendangiran atau pembubunan

Pendangiran dilakukan dengan cara mencangkul tanah disekitar tanaman agar menjadi gembur sehingga peredaran udara pada tanah membaik. Selain itu, pendangiran akan berdampak pada pertumbuhan tanaman yang semakin baik dan cepat besar karena zat-zat beracun yang ada dalam tanah berkurang.

5. Pemangkasan atau perempelan

Pemangkasan dilakukan seminggu sekali agar tanaman tomat tidak bercabang. Perhatikan bagian yang dipangkas, jangan sampai tunas terakhir ikut terpangkas yang mengakibatkan tanaman tomat terlalu pendek.

Pemangkasan yang rutin dilakukan akan berdampak pada buah tomat yang memiliki ukuran lebih besar dari biasanya.

6. Pemupukan

Penggunaan pupuk anorganik pada tanaman tomat ada 3 macam yaitu pupuk ZA, SP36 dan KCL. Kuantitas masing-masing pupuk adalah ZA 500 kg/ha, SP36 170 kg/ha dan KCL 220 kg/ha.

Tahapan pemberian pupuk ZA ada 4 yaitu, 200kg/ha untuk tahap pertama (pada saat tanam), tahap ke 2,3 dan 4 masing-masing 100kg/ha pada saat umur tanaman 10 hari, 24 hari dan 44 hari.

Pupuk SP36 diberikan seluruhnya pada saat penanaman, sementara penggunaan KCL ada 3 tahap. Pertama, 120 kg/ha pada saat tanam, kedua 60 kg/ha umur 24 hari, dan ketiga 40 kg/ha umur 44 hari.

7. Pemasangan tiang ajir pada tanaman tomat

Agar tanaman tidak roboh, maka pemasangan tiang ajir mutlak dilakukan. Pemasangan ajir sebaiknya dilakukan pada saat tanaman masih kecil untuk menghindari terpotongnya akar tanaman karena tertusuk ajir.

Bahan tiang ajir dapat menggunakan bambu atau potongan kayu yang berukuran kecil dengan panjang 100 cm (sesuaikan dengan kebutuhan). Jarak dari batang dengan tiang ajir antara 10 cm hingga 20 cm.

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Tomat

Hama dan penyakit harus menjadi perhatian, karena tidak sedikit petani mengalami kerugian yang disebabkan kelalaian dalam mengantisipasi adanya hama dan penyakit.

Hama tanaman tomat

Hama adalah hewan dengan aktifitas merusak tanaman karena kebutuhan akan asupan makanan. Dampak yang dirasakan sangat luar biasa, karena dapat merusak tanaman secara keseluruhan. Berikut jenis hama tanaman tomat dan cara pengendaliannya.

Cara Menanam Tomat yang Baik dan Benar Menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian

Penyakit tanaman tomat

Gangguan pada tanaman yang disebabkan oleh mikroorganisme disebut penyakit tanaman. Termasuk dalam kategori mikroorgsnisme ini adalah virus, bakteri, protozoa, jamur dan cacing nematode yang dapat menyerang batang tanaman, akar, daun ataupun buah.

Untuk lebih jelasnya, berikut tabel penyakit tanaman tomat dan cara pengendaliannya.

Cara Menanam Tomat yang Baik dan Benar Menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian

Gulma tanaman tomat

Gulma yang tumbuh harus dibersihkan, sebaiknya lakukan penyiangan pertama pada saat umur tanaman tomat 2 minggu dan dilakukan setiap 2 minggu sekali.

Selain untuk menggemburkan tanah, tujuan dari pembersihan gulma adalah untuk menghilangkan persaingan dalam merebut zat makanan dalam tanah.

Memanen Buah Tomat

Umur panen buah tomat tergantung pada varietasnya, namun pada umumnya tomat dapat dipanen antara 60 sampai 100 hari setelah tanam. Ciri-ciri dari buah tomat siap panen adalah warna kulit buah kekuningan, tepi daun tua mengering, batang tanaman mengering/menguning dan ukuran buah sudah membesar (tergantung varietasnya)

Waktu, cara dan priode panen buah tomat

Memetik buah tomat yang baik dan benar adalah pada waktu pagi atau sore hari dengan catatan cuaca harus cerah. Jangan memetik tomat pada siang hari karena akan menyebabkan daya tahan menjadi lebih pendek.

Baca Juga :

Cara panennya dengan memuntir buah sampai tangkai terputus. Karena waktu masaknya tidak bersamaan, maka sebaiknya lakukan pemetikan selang 2 atau 3 hari sampai tomat habis dipetik.

Sumber : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.