Cara Menjalankan Bisnis Waralaba Makanan Agar Sanggup Bertahan

Cara Menjalankan Bisnis Waralaba Makanan Agar Sanggup Bertahan

Berbagai macam bisnis waralaba sudah banyak dijumpai, dari yang masih baru hingga paling lama sudah berdiri dari tahun 1970an. Sebagai seorang Pengusaha tentu Anda ingin usaha tetap bertahan bukan? Meski dalam menjalankan bisnis makanan, tidak dipungkiri pasti  terdapat berbagai macam kendala yang dihadapi.

Salah satunya adalah banyaknya pesaing dari bisnis waralaba makanan, mengingat usaha yang satu ini cukup mudah untuk dijalankan bahkan bagi para pemula.

Untuk bertahan di bisnis waralaba makanan, tidak bisa dianggap enteng. Pasalnya, tidak hanya Anda saja yang membuka bisnis makanan. Belum lagi dari faktor internal seperti rasa makanan, teknik penjualan, pengemasan, pelayanan dan lokasi.

Nah, agar bertahan dalam menjalankan bisnis waralaba kuliner, perhatikan beberapa tips yang kami bahas pada artikel berikut ini.

1. Menjalankan Bisnis Waralaba Makanan Harus Terus Belajar

Belajar tidak hanya dilakukan saat duduk di bangku sekolah atau saat mendapatkan masalah kehidupan. Dalam mengembangkan usaha kuliner, Anda harus mempelajari seluk-beluk makanan yang dijual.

Contoh, dengan menambahkan resep baru. Tentu harus belajar bagaimana rasa yang paling cocok dan lezat untuk pelanggan. Ketahuilah untuk bertahan di bisnis makanan, jangan pernah berhenti untuk berinovasi dengan ide-ide yang menarik.

2. Menjalin Kerjasama dengan Sesama Pengusaha atau Industri Lain

Memiliki rekan kerja memang sangat membantu dalam membangun bisnis waralaba makanan agar bisa bertahan. Mengapa ini penting? Salah satu alasannya adalah agar dapat menemukan calon-calon partner dalam mendukung bisnis yang dijalankan.

Nah dalam bisnis waralaba makanan paling cocok bila menjalin kerjasama dengan industri perikanan atau tangkap laut, perkebunan, peternakan dan lain sebagainya.

3. Solid dengan Tim dan Karyawan

Hal ini biasanya diabaikan oleh sebagian Usahawan yang menganggap bahwa “Mereka yang membutuhkan pekerjaan dan bukan Saya”. Yups, ini adalah salah satu Bos yang egois. Dia menganggap bahwa karyawan hanya untuk bekerja lalu dibayar.

Tanpa adanya hubungan yang solid antara atasan dengan tim atau karyawan ini akan membuat bisnis Anda tidak bisa bertahan lama. Coba bayangkan, siapa yang akan betah bekerja dengan atasan yang tidak mampu solid dengan karyawannya.

Memang betul untuk menjadi seorang atasan terkadang marah jika terjadi kesalahan itu boleh. Namun perhatikan juga kesalahan yang tim atau karyawan Anda buat. Jangan hanya karena masalah sepele kemudian dibesar-besarkan.

4. Menjangkau Para Konsumen Melalui Media Internet

Zaman kontemporer yang sedang kita hadapi ini serba digital. Jaringan internet sudah tersedia di mana-mana dan digunakan oleh masyarakat luas. Kian hari perkembangan teknologi juga semakin pesat.

Kini hampir semua masyarakat milenial memiliki sebuah smartphone. Rasanya rugi besar jika tidak mempromosikan produk makanan melalui internet seperti media sosial Facebook, Instagram, marketplace, blog, Youtube, hingga platform Website dan Aplikasi bukan?

Bagi anak muda zaman sekarang, daripada harus repot mencari informasi melalui teman tentang makanan yang lagi popular, tentu mereka memilih berselancar di internet.

5. Mempelajari Kompetitor

Maksud kompetitor disini adalah mereka yang menjual produk sama  dengan yang Anda jual. Amati kompetitor yang sukses di bidangnya, pelajari bagaimana strategi pemasaran, pelayanan, produksi dan lain sebagainya.

Tapi ingat, tetap bersikap sportif dan toleran. Janganlah berbuat curang dan menghalalkan segala cara, karena itu akan merugikan Anda ke depannya. Apa yang Anda tanam maka akan dipetik kemudian.

Baca Juga :

Nah bagaimana menurut Anda tentang artikel ini. Apakah sudah diterapkan dalam bisnis waralaba makanan Anda? Jika belum, maka segeralah mencobanya! Sekian dan semoga manfaat

5/5 (2)

Nilai kualitas artikel




LEAVE A REPLY

Tulis komentar Anda
Masukkan nama Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.