Cara Mengurus Izin Usaha Cafe

0
208

Cafe merupakan salah satu alternatif tempat nongkrong yang asik. Di zaman modern ini, kota mana yang tidak memiliki cafe? Rasa-rasanya hampir di setiap sudut kota selalu tersedia. Dan kebanyakan selalu ramai pengunjung, entah sekedar minum kopi atau hanya membeli cemilan ringan.

Cafe sendiri merupakan sejenis restoran mini yang lebih mengutamakan konsep, rasa, pelayanan dan kenyamanan tempat. Sudah menjadi rahasia umum, anak gaul sekarang sering nongkrong di cafe untuk sekedar menghabiskan waktu maupun mengerjakan tugas-tugas sekolah/kuliah.

Mengurus Izin Usaha Cafe

Tentunya, seperti mendirikan usaha jenis lainnya, sebelum mendirikan usaha cafe Anda harus memiliki rencana dan penghitungan yang tepat. Tahap pertama yang harus dilakukan ketika akan mendirikan cafe adalah persiapan lokasi dan konsep utama yang akan diusung.

Tahap selanjutnya adalah menyiapkan hal-hal mengenai penanaman modal, sponsorship (jika ada), aset tetap (peralatan) dan tenaga kerja. Tahapan yang terakhir adalah mengurus izin usaha cafe dan juga undang-undang tentang ketenagakerjaan.

Lantas kira-kira apa sajakah izin usaha yang harus dimiliki oleh pengusaha cafe ini? Simak ulasan berikut :

  1. SITU (surat Izin Tempat Usaha)
  2. IMB (Izin Mendirikan Bangunan) jika bangunan baru dibangun/bukan sewa
  3. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
  4. Izin Gangguan (HO) Jika sekiranya usaha menimbulkan gangguan pada masyarakat sekitar
  5. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  6. AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga)
  7. Izin Keramaian dari Kepolisian

Pada beberapa daerah, dinas terkait biasanya akan menanyakan perihal surat pengantar dari kecamatan tempat usaha berada. Jadi, sebaiknya Anda mengurus surat ini untuk berjaga jaga. 

1. Mengurus Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

Untuk membuat SITU, Anda perlu menyiapkan dokumen berikut :

  • Foto copy KTP (1 Lembar)
  • Pas foto pemilik hitam putih 4×6 (3 lembar)
  • Foto copy sertifikat tanah 1 rangkap

Jika tempat usaha adalah hasil menyewa maka siapkan :

  • Foto copy IMB (Satu Lembar)
  • Khusus untuk usaha berbadan hukum, lampirkan akta pendirian perusahaan 1 rangkap (kebanyakan cafe tidak berbadan hukum)
  • Bukti Pelunasan PBB
  • Sketsa lokasi usaha (1 Lembar)

2. Mengurus IMB

Dokumen yang diperlukan untuk mengurus IMB kurang lebih sebagai berikut :

  • Foto copy KTP Pemilik perusahaan (1 Lembar)
  • Foto copy sertifikat tanah
  • Surat pernyataan yang menyatakan tanah tersebut tidak dalam kasus sengketa
  • Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) dari kepala  daerah (Bupati/Walikota) bila diperlukan
  • Peta Rencana Kota yang dikeluarkan oleh dinas terkait
  • Gambar rancangan arsitektur bangunak cafe. Jika cafe memiliki lantai lebih dari 7 meter dan membutuhkan konstruksi khusus dalam pembangunannya, gambar rancangan tersebut wajib distempel/disahkan oleh tim penasiht arsitektur.

3. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Kebanyakan usaha cafe merupakan usaha perorangan (tidak berbadan hukum), maka dibawah ini kami bagikan informasi tentang persyaratan dalam mengurus SIUP :

  • Mengirim Formulir SIUP
  • Foto copy KTP Penanggung jawab usaha (pemilik usaha)
  • Tempat perusahaan berdiri (UUG/SITU)
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
  • Profil perusahaan, Stempel perusahaan dan nomor telepon perusahaan yang dapat dihubungi
  • Khusus untuk pemilik usaha wanita, wajib mencantumkan Kartu Keluarga
  • Sertakan Izin Teknis dari dinas terkait (jika diperlukan)

4. Izin Gangguan (HO)

  • Fotokopi sertifikat IMB, site plan, gambar denah perusahaan dan gambaran situasi perusahaan
  • Surat keterangan bukti kepemilikan/sertifikat tanah
  • Jika cafe berbadan hukum, lampirkan foto copy akta pendirian perusahaan
  • Foto copy KTP Pemilik perusahaan (1 Lembar)
  • Pas foto berwarna pemilik perusahaan background merah 3×4 (3 lembar)
  • Surat pernyataan tidak keberatan dari tetangga/warga sekitar tempat usaha berdiri
  • Bukti pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan

5. NPWP

Mengurus NPWP disini tidak wajib, jika pemilik sudah memiliki NPWP, maka pajak perusahaan (cafe) akan masuk ke dalam Pajak Penghasilan pemilik. Apabila cafe berbadan hukum, maka diperlukan pengurusan NPWP tersendiri.

6. Menyiapkan KTP dan AD/ART

AD/ART biasanya disiapkan oleh notaris atau dapat Anda buat sendiri namun menurut aturannya tetap menggunakan akta notaris. AD/ART harus memuat setidaknya nama pemilik usaha, jenis usaha, profil perusahaan, jumlah modal yang dimiliki, struktur organisasional, unit pelaksana dan aturan-aturan penting yang disepakati.

7. Izin Keramaian dari kepolisian

Dokumen yang perlu disiapkan adalah Kartu Keluarga, Surat pengantar dari Kecamatan/kelurahan, KTP Pemilik, serta formulir tersedia yang sudah diisi lengkap.

Baca Juga :

Bagaimana sudah paham kan? Itulah informasi lengkap mengenai cara mengurus izin usaha cafe. Tidak sesulit yang dibayangkan bukan? Selamat mencoba dan semoga sukses.




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.