Cara Membuat Pupuk Bokashi dari Kotoran Ternak Menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian

0
454
Cara Membuat Pupuk Bokashi dari Kotoran Ternak Menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian
Sumber : Wikipedia

Bokashi adalah sebuah metode yang pertamakali dipopulerkan di jepang sebagai pupuk organik. Pada dasarnya, metode yang dilakukan adalah melakukan pengomposan pada starter aerobik ataupun anaerobik untuk mengomposkan bahan organik.

Arti bokashi itu sendiri dalam bahasa jepang adalah bahan organik yang terfermentasi. Sementara kata bokashi oleh orang Indonesia dipanjangkan menjadi “bahan organik kaya akan sumber kehidupan

Ramainya penggunaan pupuk organik ini karena terdapat kelangkaan terhadap pupuk anorganik dan juga semakin lama harganya yang terus melambung. Bukan hanya itu, fungsinya yang sangat bermanfaat untuk memperbaiki sifat-sifat fisik, kimiawi dan biologi tanah membuat pupuk jenis ini sangat diminati.

Bahan utama yang melimpah untuk pembuatan pupuk seperti sisa tanaman, sampah rumah tangga, kotoran ternak (sapi, kambing, ayam) atau arang sekam membuat banyak petani antusias dalam mengaplikasikan di ladang mereka.

Sebelum kita membahas cara membuat pupuk bokashi dari berbagai kotoran ternak, kami akan mengupas beberapa poin penting yang harus Anda ketahui. Silahkan disimak.

Sifat-sifat Pupuk Kompos

Untuk mengetahui manfaat pupuk kompos, berikut kami paparkan secara singkat sifat-sifat kompos.

  1. Memperbaiki struktur tanah berlempung (penjelasan berlempung dapat di lihat di sini) sehingga menjadi ringan.
  2. Menambah daya ikat air pada tanah.
  3. Mempertinggi daya ikat tanah terhadap zat hara.
  4. Memperbesar daya ikat tanah berpasir sehingga tanah tidak berderai.
  5. Memperbaiki drainase dan tata udara dalam tanah.
  6. Mengandung hara yang lengkap, walaupun jumlah sedikit (jumlah hara ini tergantung dari bahan pembuat pupuk organik).
  7. Memberi ketersediaan bahan makanan bagi mikroba.
  8. Membantu proses pelapukan bahan mineral.

Keunggulan Pupuk Bokashi

Terdapat banyak keunggulan dari pupuk bokashi ini, diantaranya :

  1. Kandungan hara lebih tinggi, sehingga proses pertumbuhan tanaman lebih cepat, energi yang hilang cukup rendah.
  2. Dapat digunakan dalam waktu yang relatif singkat (7 hingga 14 hari).
  3. Tidak terdapat bau busuk, tidak mengandung hama dan penyakit, serta tidak membahayakan pertumbuhan tanaman.
  4. Perpaduan bahan organik seperti tetes tebu (molasse), larutan gula dan kandungan mikroorganisme dalam EM4 melengkapi keunggulan pupuk bokashi ini.

Tempat Pembuatan Pupuk Bokashi

Pembuatan pupuk bokashi tidak butuh tempat khusus, yang perlu diperhatikan adalah proses pembuatan tidak boleh langsung terkena paparan sinar matahari ataupun hujan.

Maka dari itu, sebaiknya lokasi pengolahan harusnya diberi atap. Jika pengomposan dilakukan di atas tanah, sebaiknya dialas dengan plastik, terpal atau dedaunan.

Kalau dilakukan pada sebuah wadah/kotak, maka ukurannya bisa menggunakan 3 m x 1 m x 1,5 m untuk kapasitas produksi sebanyak 1 ton.

Bahan yang Digunakan

Bahan utama dalam pembuatan pupuk ini adalah bahan organik seperti pupuk kandang, kotoran hewan, jerami, rumput, pupuk hijau, sekam atau serbuk gergaji.

Selain dari bahan utama, bahan lainnya yang harus ada adalah dedak yang berfungsi sebagai bahan makanan microorganisme (kuman baik = bakteri fotosintetik, bakteri asam laktat, ragi, aktinomydetes dan jamur peragian).

Penggunaannya sekitar 10 % dari total pupuk yang akan dihasilkan. Sementara jika bahan utama yang digunakan berupa kotoran ternak (bukan pupuk kandang ya . . .), maka kebutuhannya lebih banyak sekitar 15 % hingga 20 %.

Sebagai sumber energi atau makanan bagi bakteri, maka diperlukan gula putih atau gula merah. Sebetulnya, penggunaan gula ini hanyalah alternatif, karena yang paling bagus adalah menggunakan tetes tebu (molase).

Tetes tebu lebih baik dari gula merah, gula merah lebih baik dari gula putih.

Selanjutnya, untuk membantu mempercepat fermentasi bahan organik, maka dibutuhkan EM4 (Effective Microorganisme).

Tabel Dosis Penggunaan Bahan
Cara Membuat Pupuk Bokashi dari Kotoran Ternak Menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian

Cara Membuat Pupuk Bokashi

Dari berbagai macam pupuk bokashi sesuai dengan tabel di atas, cara pembuatannya kurang lebih sama. Jadi untuk pembahasan ini, akan diulas sekali untuk semua jenis pupuk tersebut.

Berikut tahap pembuatan pupuk bokashi :

1. Siapkan larutan EM4, gula dan air kemudian campur secara merata.
2. Persiapkan bahan-bahan bokashi :

  • Bokashi jerami : Jerami yang sudah dipotong-potong, dedak dan sekam. Semua dicampur dan diaduk secara merata.
  • Bokashi pupuk kandang : Pupuk kandang, dedak, sekam dicampur dan diaduk secara merata.
  • Bokashi pupuk kandang-arang : Pupuk kandang, dedak, arang sekam/serbuk gergaji dicampur merata.
  • Bokasi pupuk kandang tanah : Tanah, pupuk kandang, dedak, arang sekam/arang serbuk gergaji dicampur secara merata.
  • Bokashi ekspress : Jerami kering atau bahan lainnya, bokashi yang sudah jadi dan dedak dicampur secara merata.

3. Kemudian bahan bokashi yang telah disiapkan tadi disiram dengan campuran larutan EM4. Lakukan pencampuran secara perlahan dan merata sampai kandungan air kurang lebih 30% hingga 40%.

Untuk mengetahui keakuratan kandungan air yang sesuai, maka cobalah menggenggam bahan campuran tersebut, jika tidak meneteskan air dan akan mekar jika dilepas berarti takaran air sudah pas.

4. Letakkan bahan yang telah dicampur ditempat yang kering (area beratap), atau bisa dimasukkan pada wadah (bisa berupa ember atau karung).

Jika bahan tersebut diletakkan di lantai, sebaiknya ditumpuk secara teratur. Maksimal tinggi tumpukan 1,5 meter. Kemudian ditutup, bisa menggunakan karung goni maupun terpal.

5. Suhu tumpukan bahan bokashi harus berada antara 40 derajat hingga 50 derajat selsius. Cara mengontrolnya adalah lakukan pengukuran setiap 5 jam sekali (minimal 1 kali sehari).

Kalau suhunya meningkat diatas ketentuan, maka bahan harus dibalik dan tunggu beberapa menit agar suhunya turun. Kemudian tutup kembali. Lakukan berulang sampai pupuk bokashi siap pakai.

6. Selain bokashi ekspress, proses pengomposan berlangsung sekitar 4 hingga 7 hari. Sementara untuk bokashi ekspress, hanya membutuhkan waktu 1 hari (24 jam).

Jika bahan yang Anda gunakan mengandung minyak seperti minyak kayu putih, cengkeh, ampas kelapa, nilam atau ampas tahu, maka prosesnya akan lebih lama, karena lamanya menetralisir kandungan minyak. Prosesnya membutuhkan waktu sekitar 14 hingga 29 hari.

7. Bokashi sudah jadi ditandai dengan warna menjadi hitam, gembur, tidak panas dan tidak berbau. Jika kondisi tersebut sudah tercapai, maka penutup dapat dibuka dan pupuk bokashi siap digunakan.

Cara Penggunaan Pupuk Bokashi

Cara penggunaan pupuk bokashi umumnya sama saja dengan pupuk kandang atau pupuk kompos yaitu 3 sampai 4 genggam bokashi untuk lahan dengan ukuran 1 meter persegi.

Baca Juga :

Agar penggunaannya efektif, maka sebaiknya dosis penggunaan disesuaikan dengan unsur hara dalam bokashi tersebut. Berikut setiap jenis bokashi dan penggunaannya pada jenis lahan.
  • Bokashi jerami dan bokashi pupuk kandang : Baik digunakan untuk fermentasi penutupan tanah dari bahan organik dan digunakan pada lahan sawah karena ketersediaan bahan yang cukup.
  • Bokashi pupuk kandang dan bokashi pupuk kandang-tanah : Baik digunakan untuk media pembibitan dan media tanam yang masih kecil.
  • Bokashi ekspress : Baik digunakan untuk penutup tanah pada tanaman sayur dan buah-buahan.

Sumber : BPTP Kalimantan Tengah




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.