Beberapa Jenis Kandang Ayam yang Sering digunakan Oleh Peternak

shares |

Keinginan menjalankan bisnis peternakan ayam akan membuat beberapa orang bingung memilih jenis kandang ayam yang cocok untuk usaha mereka. Dalam menentukan jenis kandang, terlebih dahulu harus mengetahui kelemahan dan kekurangan dari tiap jenis kandang tersebut. Dengan mengetahui hal tersebut, diharapkan perkembangan bisnis lebih cepat tercapai

Kandang yang biasa digunakan oleh peternak ayam petelur berbeda dengan peternak yang berfokus pada ayam pedaging. Begitupun dengan peternak yang menggunakan bisnis tersebut sebagai bisnis sampingan yang hanya dikelola alakadarnya yang berada di halaman belakang rumah.

Maka dari itu, kami akan mencoba mengupas beberapa jenis kandang dan keuntungannya sehingga Anda akan lebih mudah dalam menentukan pilihan.

Jenis Kandang Ayam Berdasarkan Bentuk Lantai

Kalau melihat bentuk lantai, kita bisa mengelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu kandang litter, slat dan campuran.


1. Kandang litter

Jenis Kandang Ayam Litter
Sumber : kumpulpeternak.blogspot.com

Kandang dengan sistem litter adalah kandang yang menggunakan tanah sebagai lantainya. Lantai tersebut bisa dilapisi dengan cor semen atau langsung menggunakan tanah sebagai medianya.

Untuk menghindari penyakit yang bersumber dari kotoran ayam, maka lantai dilapisi dengan litter (sekam padi) dengan ketebalan 5-10 cm.

Keuntungan dari kandang litter adalah kokoh dan mudah dalam pembuatannya serta hama tikus tidak mudah bersarang. Selain dari pada itu, biaya untuk membangun kandang jenis ini lebih murah.

Kerugian dari kandang litter adalah jumlah ayam yang dapat dipelihara per m2 terbatas dan juga pengontrolan gas amoniak yang harus mendapat perhatian lebih.

Beberapa cara mengatasi hal tersebut adalah :
  1. Memperbaiki sirkulasi udara dalam kandang.
  2. Jumlah populasi ayam yang dipelihara tidak terlalu padat.
  3. Menambahkan kapur pada litter/sekam padi untuk membantu penyerapan kadar air dan kelemababan udara.
  4. Membolak-balik secara teratur sekam padi tiap 3 sampai 4 hari sekali.
  5. Kalau gumpalan sekam sudah banyak/merata, segera lakukan penggantian sekam. 
  6. Kalau ingin menambahkan sekam (tanpa membuang sekam lama), terlebih dahulu taburi kapur pada sekam lama tersebut.
  7. Lakukan perbaikan pada tempat minum ayam, jangan sampai air dengan mudah tumpah dan membasahi litter.  

2. Kandang slat

Jenis Kandang Ayam Slat
Sumber : usahawantani-kelantan.blogspot.com

Kandang slat memiliki jarak antara lantai kandang dengan tanah berkisar 2 m. Jenis kandang ini biasa disebut kandang panggung. Lantai dari kandang jenis ini biasanya menggunakan bilah bambu yang disusun sejajar dengan jarak kurang lebih 2 cm. Namun saat ini sudah ada slat yang terbuat dari plastik dengan ukuran standar 100 x 50 cm dengan harga yang terjangkau sekitar 100ribuan.

Keuntungan menggunakan kandang jenis ini adalah jumlah ayam yang dipelihara lebih banyak per meter persegi, ayam lebih bersih dan tidak banyak menghirup gas amoniak karena ayam tidak bersentuhan langsung dengan kotoran serta gas amoniak yang timbul dengan mudah dikontrol.

Sementara kelemahannya adalah biaya untuk membangun kandang lebih besar, karena kandang harus dibuat kokoh untuk menopang pekerja yang memberikan makan/minum dan sebagainya. Lantai harus sering dikontrol untuk melakukan perbaikan jika ada yang lapuk/rusak (slat plastik lebih tahan).
 

3. Kandang campuran

Jenis Kandang Ayam Campuran
Sumber : http://majujayafarm.blogspot.co.id

Kandang campuran adalah model kandang gabungan dari kedua jenis kandang di atas yaitu kandang litter dan kandang slat. Biasanya digunakan pada peternakan yang berfokus pada pembibitan ayam ras. Perbandingan penggunaan kandang biasanya 2/3 bagian kandang slat dan 1/3 bagian kandang dengan sistem litter.

Jenis Kandang Berdasarkan Cara Pemeliharaan 

1. Kandang umbaran

Jenis Kandang Ayam Umbaran
Sumber : http://ludbahalim.blogspot.co.id

Sistem kandang umbaran biasanya digunakan untuk peternakan ayam buras/kampung. Sistem yang digunakan adalah sistem semi intensif, dimana ayam tetap dibiarkan mencari makan sendiri (binatang kecil, dedaunan dan sebagainya).

Terdapat 2 bagian dalam menjalankan sistem ini yaitu bagian pertama adalah kandang yang memiliki atap dimana pakan, air minum, sarang untuk bertelur serta tempat menginap ayam berada di bagian tersebut. Sementara bagian kedua adalah tempat ayam bermain/diumbar, dengan pagar keliling dengan tinggi berada pada kisaran 2,5 meter.

2. Kandang sangkar/baterai

Jenis Kandang Ayam Sangkar/Baterai
Sumber : http://ayampetelur.com

Kandang sangkar biasanya digunakan oleh peternak ayam petelur dimana kandang ditempatkan pada kandang yang besar baik secara tertutup maupun terbuka. Tiap sangkar biasanya diisi 2 ekor ayam.

Keuntungan menggunakan kandang jenis ini adalah kontrol terhadap penyakit dan produktifitasnya lebih mudah. Sementara kerugian yang sering timbul adalah terjadi kelumpuhan pada ayam serta besarnya kemungkinan kanibalisme.

Kandang jenis ini selain untuk ayam yang siap bertelur, dapat juga digunakan untuk ayam kecil dan ayam remaja. Namun, di Indonesia kebiasaan peternak melakukan pembesaran ayam di tempat lain/kandang litter, kemudian sebelum masa bertelur (umur 17 minggu) ayam mulai dipindahkan dengan tujuan membiasakan ayam berada pada kandang sangkar/baterai.

Ukuran tiap petak kandang untuk ayam siap bertelur adalah 40 x 40 cm (bervariasi), sementara tempat minum/makannya kebanyakan peternak menggunakan pipa paralon yang dibelah dan diposisikan dibagian luar kandang yang dipasang secara memanjang.

Jenis Kandang Berdasarkan Tipe Dinding

1. Dinding terbuka

Jenis Kandang Ayam Terbuka
Sumber : http://obat-pembasmi-lalat.com

Kandang ayam dengan sistem terbuka biasanya menggunakan bilah bambu yang disusun sejajar secara vertikal atau menggunakan kawat ram sehingga sirkulasi udara lebih baik.

Keuntungan menggunakan sistem kandang dengan dinding terbuka adalah biaya yang relatif lebih murah, namun kerugiannya adalah susah mencapai suhu normal yang dibutuhkan ayam yaitu 21 sampai 27 derajat dan kelembaban berkisar pada 60%.

2. Dinding tertutup

Jenis Kandang Ayam Tertutup
Sumber : http://www.uvcool.net

Kandang dengan sistem tertutup menggunakan dinding yang tertutup rapat, sehingga pengontrolan udara full menggunakan teknologi. Kandang tertutup harus mampu mengatasi kelebihan panas, kelembaban, gas yang berbahaya serta memberikan oksigen yang cukup terhadap ayam peliharaan.

Kelebihan menggunakan sistem ini adalah mampu menciptakan suhu ideal untuk ayam sehingga jumlah ayam yang dapat dipelihara tiap meter persegi lebih banyak. Sementara kelemahannya adalah membutuhkan dana lebih besar untuk membangunnya dan kebutuhan listrik termasuk besar untuk keperluan teknologi seperti exhaus fan/blower fan, penerangan dan sebagainya.

Kanda dengan tipe tertutup biasanya digunakan oleh peternakan besar.
Baca Juga : Meningkatkan Produksi Telur dan Menghalau Penyakit dengan Menggunakan Jamu Ayam Kampung
Itulah beberapa jenis kandang ayam yang umum digunakan. Jika Anda ingin mengetahui proses dan cara pemeliharaan ayam yang bisa menjamin kesuksesan Anda dalam menjalankan usaha ternak ayam, Anda bisa membaca SOP manajemen kandang ayam dari Balai Penelitian Ternak dan mendownload nya di sini.
loading...

Rekomendasi

Komentar dengan bijak adalah sikap yang mulia. Dilarang berkomentar spam

loading...