Ketahui Sejarah Warna Denim yang Identik dengan Warna Biru!

Ketahui Sejarah Warna Denim yang Identik dengan Warna Biru!
Sumber : wikimedia.org

Siapa tak kenal blue jeans? Jenis kain yang bernama asli denim ini sudah terkenal sejak lama. Meski awalnya bahan ini identik dengan celana panjang dan jaket bagi kaum laki-laki, jeans kemudian banyak digunakan untuk segala jenis pakaian, termasuk untuk perempuan.

Namun, tahukah Anda sejarah denim dan mengapa kain ini identik dengan warna biru? Temukan jawabannya dalam artikel ini.

Fakta Unik dan Sejarah Warna Denim

Celana jeans sepertinya menjadi fashion item yang wajib dimiliki oleh kaum pria. Bahkan, tak jarang perempuan pun menyukai jenis pakaian yang satu ini. Pakaian berbahan denim terkenal dengan kesan kasual, santai, tetapi sangat fashionable.

Terlebih lagi, bahan denim saat ini tidak selalu tebal dan kaku. Banyak juga yang dibuat lebih tipis dan lembut sehingga bisa dijadikan beragam desain.

Selain itu, jika dulu bahan denim cenderung berwarna biru, baik biru gelap maupun biru pucat (pudar), kini bahan ini diproduksi dalam berbagai warna, seperti hijau army, merah marun dan sebagainya.

Meski demikian, denim tetap tidak bisa dilepaskan dari warna biru. Mengapa demikian? Ternyata sejarah denim yang identik dengan warna biru tidak lepas dari beberapa fakta unik berikut ini :

  1. Usia kain denim lebih dari 6.000 Tahun

Selama ini, kain denim yang ditemukan di Mesir dianggap sebagai kain denim yang paling tua. Namun, pada penelitian berikutnya, ditemukan jenis kain serupa di Huaca Prieta, Peru.

Usia kain ini diperkirakan sekitar 6.200 tahun, yang artinya jauh lebih tua dibandingkan kain denim yang ada di Mesir.

Pada saat ditemukan pertama kali, kain denim tua di Peru tersebut seolah tidak memiliki warna. Namun, setelah mengalami proses pembersihan yang dilakukan dengan hati-hati, muncullah garis-garis biru pada permukaan kain, meskipun tampak sangat samar.

Karena itulah para peneliti menganggap kain ini berwarna biru.

  1. Pada mulanya berwarna Indigo

Penelitian selanjutnya menghasilkan fakta baru. Ketika pertama kali dibuat, warna denim bukanlah biru. Pada saat itu, bahan denim hanya memiliki satu warna, yaitu indigo.

Warna ini dihasilkan dari tanaman indigofera yang dijadikan sebagai bahan pewarna alami melalui proses fermentasi. Kain dicelupkan ke dalam larutan pewarna indigo sehingga warna tersebut terserap oleh benang pada kain.

  1. Asal mula warna biru

Warna biru yang kini menjadi warna basic dari kain denim bisa dibilang ditemukan secara tidak sengaja. Pewarna indigo alami yang digunakan untuk mewarnai kain ternyata hanya melekat di bagian luar benang.

Ketika bahan denim dicuci, warna indigo pada permukaan kain luntur dan menghasilkan warna biru. Pada perkembangan selanjutnya, bahan denim pun diproduksi dengan warna biru.

  1. Menjadi warna favorit para pekerja

Bahan denim dahulu merupakan “pakaian wajib” para pekerja tambang karena sifatnya yang tebal dan kuat. Makin sering kain denim mengalami proses pencucian, makin pucat warna biru yang dihasilkan akibat makin banyak warna indigo yang terlepas dari kainnya.

Siapa sangka, warna biru yang pudar ini ternyata justru kemudian menjadi warna favorit para pekerja tersebut.

  1. Warna biru serasi dengan warna apa saja

Hal unik lainnya yang dimiliki kain denim adalah warna birunya membuat jenis kain ini bisa dipadukan dengan model serta warna apa saja dan tetap tampak serasi. Anda bisa mengenakan celana blue jeans dengan:

  • Kaos polos aneka warna
  • Kaos atau kemaja bermotif garis atau kotak-kotak
  • Kemeja batik
  • Jas formal

Baca Juga :

Selain itu, celana berbahan denim juga bisa dikenakan untuk acara formal maupun santai sehingga kain ini disukai banyak orang. Bahkan, tak hanya pakaian, denim  pun sekarang banyak dibuat menjadi tas, dompet dan lainnya.




LEAVE A REPLY

Tulis komentar Anda
Masukkan nama Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.