Tips Membangun Gedung Walet Sederhana Hemat Biaya - Rumah Walet Kecil

shares |

loading...
Tips Membangun Gedung Walet Sederhana Hemat Biaya

Rumah Walet Kecil - Melihat nilai dari sarang walet yang sungguh memberikan harapan untuk memiliki kehidupan yang layak dikemudian hari, membuat masayarakat kita berkeinginan untuk memiliki usaha walet. Namun apa boleh buat, dengan biaya yang sangat besar banyak orang mengurungkan niatnya tersebut.

Tapi dewasa ini, banyak ahli yang menawarkan beberapa desain gedung walet sederhana yang diperuntukan untuk masyarakat golongan menengah ke bawah. Mereka memiliki beberapa desain yang sangat cocok bagi orang yang bermodal cekak, tapi lagi-lagi untuk mendapatkan informasi tersebut harus merelakan uang jutaan yang tentunya memberatkan Anda.

Dengan melihat kondisi tersebut, penulis secara pribadi mencari informasi dari berbagai orang yang telah menjalankan bisnis ini. Beberapa informasi tentang usaha walet sudah penulis tuangkan pada tulisan yang sudah diterbitkan sebelum tulisan ini.

Nah, jadi apa yang harus dilakukan untuk membangun gedung walet sederhana hemat biaya? Berikut rahasia gedung walet paket hemat :


Mengurangi Ukuran Gedung Walet

Mengurangi ukuran gedung walet yang akan dibangun akan menurunkan biaya pembangunan gedung itu sendiri. Jika para investor pemilik modal besar membangunn gedung dengan ukuran 8 x 12 meter, Anda bisa merubahnya dengan ukuran misalnya rumah walet kecil 4 x 4 meter (ukuran paling kecil).

Jika mereka membangun gedung dengan 5 lantai, Anda cukup dengan 2 lantai saja yang ditambah rumah monyet untuk memaksimalkan tempat bersarang burung walet di gedung dengan ukuran 4 x 4 meter.

Kalau mereka (investor bermodal besar) membangun gedung dengan tinggi perlaintai 3 meter, Anda cukup dengan ketinggian per lantai 2 - 2,5 meter.

Perlu Anda ketahui, biasanya ketinggi perlantai yang digunakan oleh mereka yang sudah berpengalaman dalam bisnis ini dengan tujuan menekan biaya adalah lantai 1 ketinggian 3 meter, lantai 2 dan seterunya berjarak 2-2,5 meter.

Investor biasanya membangun gedung pada tanah kosong, tapi kalau Anda ingin menghemat, bangunlah gedung walet di atas rumah tinggal Anda. Hal ini tentunya menghemat biaya pondasi, tanah urug, dan biaya tukang.


Penggunaan Bahan yang Murah tapi Efektif

Informasi yang saat ini beredar dikalangan pengusaha walet dalam membangun gedung menggunakan bahan besi sebagai tulangan gedung, bata (batako) sebagai dinding, styrofoam sebagai penahan panas dan masih banyak yang lainnya. 

Tips Membangun Gedung Walet Sederhana Hemat Biaya


Nah, jika ingin menghemat bahan tersebut, Anda bisa menggunakan kayu ulin (ukuran 8 x 8 cm) sebagai tiang, seng sebagai dinding luar, aluminium foil sebagai penahan panas yang kemudian pada bagian dalamnya di lapisi dengan kalsiboard yang dipasang terbalik (bagian kasar menghadap ke dalam gedung).

Hal tersebut sudah terbukti ampuh menurunkan biaya pembangunan gedung walet dan tetap memperoleh suhu standar sesuai dengan habitat asli dari burung walet itu sendiri.

Selain dari styrofoam dan aluminium foil, Anda bisa juga menggunakan kardus, atap daun atau sesuatu yang sumber bahan bakunya dari alam untuk meredam panas. Sudah banyak yang membuktikan untuk penggunaan atap daun ini, namun kelemahnnya adalah tidak tahan dalam waktu yang cukup lama.

Salah satu teknik dalam pengaplikasian atap daun pada gedung walet sederhana ditempatkan di luar gedung sebagai dinding luar. Sementara dinding bagian dalam menggunakan kalsiboard.

Keuntungan teknik ini adalah jika atap daun mengalami pelapukan, maka dengan mudah Anda melakukan pergantian tanpa mengganggu kloni walet yang telah berkembang dalam gedung.

Pembuatan kolam

Kolam salah satu bagian yang penting dalam gedung walet karena bertujuan untuk memperoleh kelembaban. Jika kelembaban memenuhi standar, maka masalah seperti walet tidak mau menginap karena kelembaban yang rendah, sarang yang mudah retak, sarang yang tidak kuat menempel dan mudah lepas dan sebagainya bisa teratasi.

Jika biasanya investor bermodal besar menggunakan kolam beton atau pengabut dalam ruang walet, Anda bisa mengatasinya dengan pembuatan kolam dengan bahan dari terpal atau ember.

Sebagai tips yang masih jarang orang mengetahuinya, untuk tingkat paling atas rumah walet, angin-angin yang sudah terpasang bisa diberikan pipa yang mengarah langsung ke ember/kolam. Karena angin yang menghembus pada tingkat paling atas gedung walet cukup kencang, maka diharapkan hembusan tersebut dapat membuat air dalam ember mengalami penguapan dengan cepat, sehingga kelembaban yang diharapkan dapat tercapai.

Tips Membangun Gedung Walet Sederhana Hemat Biaya

Dengan penggunaan teknik tersebut, Anda tidak perlu lagi memasang pengabut pada lantai atas.

Cara lain dalam mengatasi kelembaban yang rendah dalam gedung walet adalah menggunakan wadah (jerigen yang dibelah atau baki) berisi pasir yang diberi air. Kemudian meletakkan bata merah di atas pasir tersebut untuk mempercepat proses penguapan.

Bata merah diletakkan dengan posisi tegak, sebagian besar bata merah tersebut tidak terkena pasir.

Jumlah per lantai bisa disesuaikan, tergantung dengan kelembaban yang Anda inginkan. Selanjutnya, Anda akan bertugas memberikan air jika pasir tersebut sudah mulai mengering (sekitar 4 sampai 5 minggu kemudian).

Cara ini lebih baik dalam mengontrol kelembaban dalam ruangan secara konvensional dibanding dengan penggunaan kolam. Selain dari itu, penggunaan teknik seperti ini juga aman dari pembusukan binatang yang mati (anakan walet, tikus dan sebagainya) yang jatuh dalam air jika menggunakan kolam.

Pembuatan ventilasi

Pada umumnya pembuatan ventilasi pada gedung walet menggunakan pipa 3 in atau 4 in dengan jarak sekitar 1 meter. Namun jika Anda ingin berhemat, Anda bisa menggunakan sisa kayu dan papan sebagai ventilasi pada gedung walet sederhana Anda.

Berikut contoh penggunaan ventilasi gedung walet yang penulis comot dari salah satu group pengusaha walet.

Tips Membangun Gedung Walet Sederhana Hemat Biaya
  
Ukuran ventilasi sesuai dengan gambar adalah 40 cm x 5 cm yang bagian luarnya diberi kawat ram. Tentunya gambar tersebut tidak mengikat, tergantung selera dan luas bangunan yang Anda buat.

Material lantai

Menghemat pembangunan gedung walet harus dilihat dari ketahanan gedung itu sendiri dalam jangka panjang. Ketahan yang penulis maksud disini ada 2, ketahan dalam bentuk beban dan ketahanan dari pelapukan bahan yang digunakan.

Mari kita perhatikan konstruksi gedung walet menggunakan kayu sebagai tiang dan sirip. Dengan suai (kayu melintang untuk memperkuat sudut rumah walet kecil), akan memperkuat gedung berdiri dengan kokoh.

Nah, kalau kita memperhatikan sirip yang terpasang vertikal dengan jarak 30 sampai 40 cm, apakah tidak kuat menopang beban dari atas? Apalagi Anda menambahkan penopang dari bawah per 2 meter, pastinya akan semakin kuat.

Dengan kekuatan tersebut, lantai bisa menggunakan kalsiboard dengan ketebalan minimal 6 mm. Kemudian di lapisi dengan luluhan (campuran) semen tanpa batu krikil dengan ketebalan 2 sampai 3 cm.

Menurut salah satu peternak walet yang juga memiliki profesi sebagai kontraktor, pengaplikasian kalsiboard dengan ketebalan tersebut sudah mumpuni untuk menopang beban dari atas.

Apalagi setelah gedung beroperasi, yang naik atau yang masuk dalam gedung tersebut hanya 1 atau 2 orang. Jadi, penggunaan kalsiboard sebagai lantai masih aman dalam jangka waktu yang panjang, baik ketahanan beban maupun ketahanan terhadap pelapukan.    
Baca Juga : 
Itulah beberapa tips membangun gedung walet sederhana hemat biaya. Semoga rahasia gedung walet paket hemat diatas bisa membantu membangun rumah walet kecil dan mini sesuai dengan badget Anda. Salam


loading...

Rekomendasi

Komentar dengan bijak adalah sikap yang mulia. Dilarang berkomentar spam. Link hidup otomatis difilter.