>

$show=post

Penyebab Miskinnya Kejujuran Dalam Menjalankan Usaha

SHARE:

Penyebab Miskinnya Kejujuran Dalam Menjalankan Usaha

Sangat miris rasanya kalau melihat beberapa pedagang yang menyepelekan kejujuran. Padahal, salah satu kunci sukses suatu usaha adalah jujur.

Penulis mencoba membahas masalah ini karena, sering sekali penulis membelanjakan uangnya mendapati suatu kebohongan yang dibungkus rapi oleh pelaku usaha. Sehingga, jika orang yang tidak kritik, jika orang yang cuek menganggap hal tersebut adalah hal yang biasa.

Terakhir, penulis mendapati suatu ketidakjujuran pada sebuah minimarket terkenal di negeri ini. Jika penulis menyebutkan namanya, pasti Anda tahu. Tapi hal itu tidak bisa disebutkan disini, takutnya penulis berhadapan dengan kasus pencemaran nama baik.

Minimarket tersebut telah merajai pasar indonesia, setiap kabupaten bahkan sampai tingkat kecematan saat ini telah berdiri kokoh pelang kebesarannya. Sungguh disayangkan, ketidakjujuran pekerjanya, yang kemungkinan besar teknik ketidakjujuran tersebut telah mendapat briefing dari atasannya membuat penulis merasa sangat kecewa.

Masa sih pebisnis berkelas seperti mereka masih melakukan hal serendah itu?

Jadi, apa sebetulnya yang mereka lakukan?

Singkatnya begini, waktu itu penulis memarkirkan kendaraan di depan minimarket dan melihat secara sepintas banner yang menyatakan terdapat bonus produk jika melakukan pembelian di atas Rp 100.000,-.

Awalnya penulis ragu apakah benar yang penulis lihat, sehingga ketika membayar di kasir sesuai dengan besaran yang tertera dalam display mesin kasir, penulis tidak mempertanyakan soal bonus produk yang tertera pada banner di bawah papan nama minimarket tersebut.

Kemudian, setelah penulis keluar dan memperhatikan dengan seksama, ternyata betul, saat ini memang terdapat promo bonus jika membelanjakan uang minimal Rp 100.000,-

Setelah beberapa hari kemudian, penulis kembali ke minimarket tersebut untuk membeli keperluan lainnya. Setelah penulis pastikan tulisan promo tersebut, akhirnya penulis menyinggung soal banner yang memberikan bonus produk.

Alhasil, penulis mendapatkan bonus sesuai apa yang mereka promokan.

Disinilah letak ketidakjujuran sebuah minimarket terkenal. Jika pelanggan tidak menyinggung soal promo, maka mereka (kasir) tidak akan memberikan apa yang dijanjikan.

Menurut Anda, apakah hal itu wajar?

Sangat kecewa, kenapa pebisnis sekelas mereka memperlihatkan contoh yang tidak baik kepada penulis (seorang pelanggan dan juga memiliki bisnis kecil kecilan).

Selain dari contoh di atas, penulis juga sering menemui ketidakjujuran pada pengusaha air isi ulang (galon). Ketika kita membawa galon kosong, mereka dengan santainya mengisi galon kita kemudian mengangsur uang pembayaran pelanggan.

Pelanggan kemudian pergi dan menghilang dari tatapan pemilik/karyawan air isi ulang.

Apa yang salah?

Seharusnya, isi ulang yang pelanggan lakukan sudah termasuk dengan tissu anti bakteri bukan? Tapi, jika pelanggan tidak memintanya, maka pemilik/karyawan tersebut tidak akan memberikan atau menyinggungnya.

Jadi, apa sebetulnya yang salah dengan karakter para pebisnis di negeri ini?

Menurut beberapa pemilik usaha yang sukses, usaha tidak semata-mata mencari untung melainkan juga sebagai sarana berbagi dan tolong menolong.

Nah, jika seorang pengusaha fokus pada keuntungan semata, maka yang terjadi adalah ketidakjujuran akan muncul jika terdapat waktu dan kesempatan yang tepat.

Tidak akan ada rasa bersalah, tidak akan ada rasa tanggung jawab pada diri pengusaha tersebut.

Itulah sebabnya, kenapa banyak pengusaha di negeri ini tersandung masalah sogok, menyogok oknum pemerintahan untuk memperlancar bisnisnya. Membayar uang lebih agar bisnisnya tidak membayar pajak dan sebagainya.
Baca Juga :
Semoga dengan membaca artikel ini, sebagai pemilik usaha tidak lagi memanfaatkan situasi untuk berlaku tidak adil terhadap pelanggan dengan mengorbankan kejujuran Anda. Ingat, selalu ada yang memperhatikan Anda.

COMMENTS

BLOGGER
Name

ASURANSI,5,BISNIS KULINER,9,BISNIS ONLINE,13,BISNIS SAMPINGAN,15,BISNIS WARALABA,11,BITCOIN,3,BLOGGING,9,FOREX,8,GADGET & APLIKASI,3,INVESTASI,11,INVESTASI EMAS,2,INVESTASI SAHAM,4,KEUANGAN,8,KISAH INSPIRATIF,8,PELUANG BISNIS PERKEBUNAN,12,PELUANG BISNIS PETERNAKAN,19,PELUANG USAHA,94,PELUANG USAHA BAGI PEMULA,8,PELUANG USAHA MAHASISWA,4,PELUANG USAHA PERTOKOAN,6,PELUANG USAHA PROPERTI,11,PERIZINAN,6,REVIEW PRODUK,3,SEO,5,SPONSORED,3,TIPS BISNIS,76,TOKOH,3,TUTORIAL,3,WALET,9,
ltr
item
anakdagang.com: Penyebab Miskinnya Kejujuran Dalam Menjalankan Usaha
Penyebab Miskinnya Kejujuran Dalam Menjalankan Usaha
Ketidakjujuran Pemilik Usaha - Sangat miris rasanya kalau melihat beberapa pedagang yang menyepelekan kejujuran. Padahal, salah satu kunci sukses suatu usaha adalah jujur.
https://2.bp.blogspot.com/-5JTC-7mAuRU/WR645wiaMeI/AAAAAAAACwk/bY2E8KEyVQ8-mFOQOpctssMCpXVKIm4QQCLcB/s640/Miskinnya%2BKejujuran%2BDalam%2BMenjalankan%2BUsaha.JPG
https://2.bp.blogspot.com/-5JTC-7mAuRU/WR645wiaMeI/AAAAAAAACwk/bY2E8KEyVQ8-mFOQOpctssMCpXVKIm4QQCLcB/s72-c/Miskinnya%2BKejujuran%2BDalam%2BMenjalankan%2BUsaha.JPG
anakdagang.com
http://www.anakdagang.com/2017/05/penyebab-miskinnya-kejujuran-dalam-menjalankan-usaha.html
http://www.anakdagang.com/
http://www.anakdagang.com/
http://www.anakdagang.com/2017/05/penyebab-miskinnya-kejujuran-dalam-menjalankan-usaha.html
true
8897343119264651685
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy