>

$show=post

9 Panduan Dasar Membangun Gedung Walet

SHARE:

9 Panduan Dasar Membangun Gedung Walet

Saat ini orang berlomba-lomba membangun gedung walet karena memang sangat menjanjikan. Namun, sebagian orang yang memiliki keinginan untuk terjun dalam bisnis ini masih bingung harus mulai dari mana, dan bagaimana syarat-syaratnya serta berbagai macam tetek bengeknya.

Sudah mencari informasi pada beberapa orang, namun tetap saja merasa kurang yakin terhadap apa yang didengarnya itu. Nah, kali ini saya akan memberikan penjelasan secara mendetail dasar-dasar membangun gedung walet yang bisa Anda kembangkan sendiri.


1. Suhu

Pertama, seperti yang kita ketahui habitat walet berada di gua yang memiliki suhu yang stabil dan juga kelembaban yang pas untuk suatu kloni walet dalam berkembang biak.

Jadi, dasar dari suatu gedung walet adalah bagaimana caranya mampuh menghasilkan gedung yang memiliki suhu dan kelembaban stabil. Berbagai cara yang dapat dilakukan, mulai dari angin-angin yang dipersiapkan harus memadai. Semakin banyak angin-angin tentunya akan membuat udara bebas masuk yang akan membantu kestabilan suhu ruang.

Kelemahannya jika membuat angin-angin yang banyak akan susah mencapai kelembaban yang diinginkan (nanti akan dijabarkan). Maka dari itu, para petani walet berusaha memblock panas dari luar agar tidak masuk ke dalam gedung walet.

Berbagai cara dilakukannya mulai dari mempertebal dinding sampai melapisi dinding dan langin-langit dengan menggunakan sterefoam, kardus, sekam dan masih banyak lagi yang lainnya yang dapat dengan mudah ditemukan di pasaran maupun bahan dari alam seperti atap daun, bahan pembuat tikar dan sebagainya.

Bagi petani yang bermodal kuat, mereka biasanya membuat dinding berlapis 2 yang ditengahnya dibuat rongga udara yang berfungsi menghalau hawa panas dari luar. Rogga udara ini diberikan angin-angin khusus yang tidak menembus dinding bagian dalam.

Beberapa petani walet memberikan kipas kecil pada rongga udara ini untuk memaksimalkan sirkulasi udara di dalamnya.

Selain dari kelemahan banyaknya angin-angin tentunya memiliki keunggulan seperti membantu anakan walet untuk belajar terbang. Sesuai dengan namanyanya, burung walet biasa disebut burung layang-layang. Itulah sebabnya walet membutuhkan angin yang cukup untuk mempermudah terbang.

Jadi tergantung Anda mau mengaplikasikan yang mana.


2. Kelembaban

Ketika kelembaban memenuhi syarat, maka banyak sekali keuntungan yang bisa diperoleh. Mulai dari walet betah membangun sarang dan berkloni di gedung Anda, sampai kualitas sarang yang dihasilkan.

Jika kelembaban terlalu tinggi, sarang yang dihasilkan tidak akan maksimal. Bisa jadi sarang menguning atau bahkan burung walet tidak kunjung menyelesaikan sarangnya karena liurnya tidak bisa mengering.

Selain dari itu, tingginya kelembaban ruangan akan berakibat pada sirip (jika menggunakan sirip kayu) yang akan menjamur sehingga walet enggan membuat sarangnya atau bahkan walet yang sudah membuat sarang, kabur ke gedung lain.

Banyak cara yang dilakukan petani walet untuk memperoleh kelembaban yang stabil, beberapa diantaranya adalah membuat kolam, memasang pengabut dan beberapa teknik lainnya yang merupakan hasil coba-coba para petani walet.

Intinya, Anda harus berpikir bagaimana caranya kelembaban dalam ruangan tetap terjaga dan stabil.

Dalam era teknologi ini, banyak cara untuk menemukan kestabilan tersebut salah satunya adalah menggunakan pengabut yang disinkronkan dengan alat pengatur kelembaban otomatis. Sehingga jika kelembaban turun, alat pengabut akan menyala begitupun sebaliknya, jika kelembaban sudah naik (memenuhi batas setting) maka pengabut otomatis mati.

Kalau berbicara soal pengabutan, banyak alat yang dijual di pasaran atau bisa saja Anda membuatnya sendiri. Silahkan lakukan eksperimen untuk hal tersebut.


3. Ukuran ruang walet

Setelah faktor suhu dan kelembaban, kita harus berbicara mengenai ukuran ruangan yang pas untuk burung walet. Menyangkut masalah ukuran, para pakar menyarankan minimal 4 meter.

Berbagai percobaan yang telah dilakukan oleh pakar walet, dan menemukan bahwa standar patokan ukuran yang paling baik adalah 4 meter. Salah satu tujuannya adalah untuk mempermudah walet melakukan manuver.

Berdasarkan berbagai pengalaman bahwa gedung walet dengan ukuran minimal 4 meter lebih baik perkembangannya dibanding dengan ukuran yang lebih kecil.

Ukuran juga tidak bagus terlalu besar, alasannya karena walet tidak merasa nyaman. Itulah sebabnya, disarankan gedung walet yang memiliki ukuran yang luas harus disekat. Ukuran sekatnya kembali ke point pertama yaitu minimal 4 meter.


4. Tinggi ruangan walet

Tinggi tiap lantai pada gedung walet yang diaplikasikan oleh petani walet adalah 2 m, 2,5 m, 2,75 m dan 3 m. Semakin tinggi semakin baik menurut pakar walet, namun kita harus berbicara faktor efisien dan efektifitas.

Kalau pengalaman membuktikan ukuran 2 m atau 2,5 meter walet masih betah dan mau membuat sarang dan berkloni di gedung tersebut, kenapa harus membuat lebih tinggi. Semakin tinggi tentunya akan mengeluarkan badget yang lebih besar. Maka tergantung Anda, mau pilih yang mana.

Dalam prakteknya, banyak petani walet mengkombinasikan ukuran tinggi lantai gedung walet. Misalnya pada lantai pertama menggunakan ukuran 3 meter, lantai 2&3 berjarak 2,5 meter dan lantai 4 tinggi 2 meter.

Salah satu alasan kombinasi dari lantai bawah paling tinggi karena agar walet yang tadinya hanya menginap di lantai atas akan berpindah ke lantai bawah karena lebih mudah dalam bermanuver dengan melihat faktor tingginya ruang.

Lantai paling bawah juga memiliki kelembaban yang cukup tinggi, sehingga agar sarang walet aman dari kontaminasi gas amoniak dari kotorannya, maka petani lebih memilih lantai paling bawahlah yang paling tinggi.

Selain itu, ada pendapat bahwa jika ingin gedung walet Anda cepat dihuni, maka sebaiknya kombinasi itu dibalik. Lantai paling atas lebih tinggi. Alasannya adalah lantai paling ataslah yang pertama dihuni oleh kloni walet, sehingga sedapat mungkin memaksimalkan kenyamanan walet.

Selain dari faktor kenyamanan walet dalam bermanuver, Anda harus memperhatikan sirkulasi udara. Menurut para ahli arsitektur, semakin tinggi ruangan, maka akan memiliki sirkulasi udara yang baik sehingga suhu yang ada dalam ruangan cenderung stabil.

Jadi kembalikan pada diri masing-masing, hatinya lebih memilih yang mana dengan memperhitungkan badget.


5. Sirip

Setelah ke 4 faktor di atas, maka kita harus mebahas soal sirip yang tentunya tidak kalah penting. Pada umumnya, petani walet menggunakan kayu sebagai sirip untuk wadah walet membuat sarang.

Tapi yang harus menjadi perhatian adalah sirip haruslah bahan yang mudah dihinggapi walet, tahan terhadap pelapukan serta memiliki pori-pori yang cukup agar liur walet mudah menempel.

Agar walet mudah hinggap, sirip dari kayu biasanya diberikan coretan atau alur paritan sebesar paku. Selain dari itu, biasanya petani walet menempelkan berbagai bahan alami seperti besek, kardus, sterefoan dan lain-lain. Tujuannya tidak lain adalah mempermudah walet hinggap.

Anda juga harus memperhatikan penggunaan bahan tambahan ini, jangan sampai malah merugikan seperti mempermudah tumbuhnya jamur pada sirip sampai pada faktor bercampurnya sebagian bahan tambahan tersebut dengan sarang walet yang akan menurunkan harga.

Sebelum mengoperasikan gedung walet, harusnya melakukan suatu usaha untuk menghilangkan bau-bau dari bahan bangunan seperti bau semen atau kayu. Banyak cara untuk menghilangkan hal tersebut, mulai dari menyalakan dupa, menyemprotkan air kelapa dan masih banyak lagi yang lainnya.

Jarak antara sirip bervariasi, bisa antara 30 - 45 cm. Yang perlu diketahui, semakin lebar papan sirip yang Anda gunakan, maka sebaiknya menggunakan jarak lebih jauh. Misalkan saja, jika lebar sirip 20 cm, maka sebaiknya jarak antara sirip 35 cm, kalau lebar kayu sirip 25 cm atau lebih, bisa menggunakan jarak antara sirip 45 cm.

Ada juga petani walet yang menggunakan jarak antara sirip hanya 20 cm karena lebar papan siripnya hanya sekitar 15 cm saja.

6. Suara walet

Nah, ini yang sering menjadi bahan perbincangan oleh para petani walet. Konon katanya suara walet sangat berperan dalam keberhasilan petani walet. Tapi seperti yang kita ketahui bersama, semua memiliki peran dalam keberhasilan.

Walaupun suara panggil walet Anda bagus, tapi kondisi yang lainnya tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan walet, maka kecil kemungkinan akan berhasil.

Suara walet dapat dibagi mejadi 3 yaitu suara panggil, suara tarik dan suara inap. Suara panggil berfungsi untuk memanggil walet untuk mendekati gedung, suara tarik untuk menuntun walet masuk ke ruang inap dan suara inap untuk memancing burung walet menginap dan membuat sarangnya.

Masing-masing suara memiliki karakter sesuai dengan fungsinya. Anda bisa menemukan suara walet secara gratis di beberapa situs dan forum-forum petani walet. Namun, jika bersedia mengeluarkan dana, maka bisa menghubungi beberapa konsultan walet yang memang menyediakan secara khusus suara walet untuk diperjual belikan.

Perlu Anda ketahui, gratis dan berbayar memiliki kelebihan masing-masing. Petani walet yang telah berhasil banyak yang menggunakan gratisan dan banyak pula yang berbayar. Tergantung Anda, mau memilih yang mana.


7. Tata letak twitter


Tata letak twitter tidak ada yang baku, Anda harus merujuk pada teknik pemasangan yang dilakukan oleh para petani walet yang telah sukses.

Yang menjadi perhatian adalah, fungsi utama twitter inap adalah untuk memancing walet menginap dan membuat sarang. Selain itu, juga berfungsi sebagai pijakan awal oleh walet, itulah sebabnya sedapat mungkin diposisikan agar walet mudah hinggap. (jangan memasang twitter secara miring/menyudut, karena fungsi kedua tidak dapat terpenuhi yaitu tidak bisa difungsikan sebagai pijakan walet).

Sementara tata letak twitter tarik juga macam-macam, ada yang meletakkan di sisi tengah lubang antara ruang atau lubang antara lantai, ada juga meletakkan di sudut lubang. Namun kenyataanya, banyak petani walet mengaplikasikan twitter tarik ini tepat disisi lubang antara ruang dan menggunakan 2 atau lebih twitter (tergantung ukuran lubang).

Kemudian twitter panggil. Twitter panggil ini juga berfariasi, ada yang menggunakan twitter biasa (khusus untuk panggil), basoka, ada yang menggunakan sentrifugal (4,6 atau 8 sudut twitter digabung) yang diletakkan di atas atap atau berdekatan dengan lubang masuk burung.

Karakter dari twitter panggil biasa adalah suara akan menyebar, sementara twitter basoka suara akan fokus yang bertujuan untuk menjangkau lebih jauh dan twitter sentrifugal menyebar ke segala penjuru mata angin.

Terlepas dari penggunaan basoka dan sentrifugal, yang harus menjadi perhatian adalah fungsi twitter tersebut adalah memanggil walet yang berada dikejauhan dan segala penjuru mata angin. Sehingga kalau walet sudah mendekati gedung, mereka harus mendengar suara walet yang bersumber dari twitter panggil yang diletakkan di bibir lubang masuk burung.

Inilah sebetulnya banyak petani walet yang galau, mereka tidak memperhatikan karakter masing-masing jenis twitter panggil, yang akhirnya walet hanya berputar-putar disekitar gedung. Walet tidak melihat lubang masuk burung karena kemungkinan twitter dari LMB tersebut tidak terdengar.


8. Sekat ruangan


Sekat ruangan ada 2 macam, sekat full dan sekat gantung. Sekat full adalah sekat yang dibuat mirip seperti kamar rumah, sementara sekat gantung adalah sekat yang pasang menggantung di sirip (menjuntai) dengan ukuran bervariasi, tergantung pengalaman para petani walet.

Pertanyaan yang muncul, apakah sekat perlu? Hal ini harus disesuaikan dengan kondisi ruangan, kalau ruangan terlalu luas, maka dibutuhkan skat. namun, kalau ruang kecil, ya g usah disekat.

Tujuan utama sekat adalah untuk memberi rasa aman dari walet, namun tidak membuat walet kesulitan manuver. Sekat full juga berfungsi untuk menstabilkan suhu ruang agar tidak mudah berubah. Sehingga sekat yang efektif adalah sekat yang memiliki 2 fungsi tersebut.

Nah, berapa sih patokan jarak suatu ruangan yang harus disekat? Menurut para pengalaman petani walet, sekat efektif minimal 4 - 6 meter. Jadi, kalau ruangan walet melebihi dari 2 kali ukuran minimal tersebut, sebaiknya disekat. Misalkan, ukuran ruangan 12 x 8, maka sebaiknya terdapat 1 sekat didalamnya.

Kalau ukuran ruangan 12 x 4, maka sebaiknya tidak usah disekat. Namun, pada umumnya sekat digunakan adalah sekat gantung, setiap 4 meter diberi sekat gantung sekitar 40 cm dari bibir sirip.

Fungsi dari sekat gantung jika dipasang di sirip pertama dekat LMB adalah untuk mengurangi pencahayaan yang langsung mengenai sirip. Namun, jika dipasang pada sirip dalam ruangan, maka fungsinya adalah memberi rasa aman pada burung walet.


9. Lubang masuk burung (LMB)


Lubang masuk burung memiliki ukuran yang bervariasi, ada yang suka dengan ukuran kecil ada pula yang suka dengan ukuran besar. Semua jenis ukuran tersebut tentunya memiliki keunggulan dan kelemahan.

Kalau lubang masuk burung memiliki ukuran yang besar, maka akan mempermudah walet masuk. Walet yang mencoba masuk baik dari arah depan maupun dari sudut gedung tidak membuat walet kesulitan.

Faktor petani walet tidak menggunakan LMB yang besar adalah menghindari binatang pemangsa walet seperti burung hantu. Semakin besar LMB maka semakin besar peluang burhan masuk dengan mudah.

Selain itu, faktor pencurian sarang walet. Jika LMB terlalu besar, maka pencuri sangat mudah masuk melewati LMB tersebut. Maling akan memajat dengan menggunakan tali dan masuk melalui LMB.

Mereka yang menggunakan LMB yang besar memiliki cara untuk menghalau burhan, misalnya memasang jarum pada bibir LMB, memasang lampu dan dinyalakan pada malam hari dan masih banyak lagi cara yang lain.
Baca Juga :
Itulah panduan dasar membangun gedung walet, semoga pemaparan yang singkat di atas dapat Anda kembangkan lebih jauh lagi untuk memperoleh kesuksesan. Salam

COMMENTS

BLOGGER



Name

ASURANSI,7,BISNIS KULINER,9,BISNIS ONLINE,13,BISNIS SAMPINGAN,15,BISNIS WARALABA,11,BITCOIN,3,BLOGGING,9,FOREX,8,GADGET & APLIKASI,3,INVESTASI,11,INVESTASI EMAS,2,INVESTASI SAHAM,4,KEUANGAN,9,KISAH INSPIRATIF,8,PELUANG BISNIS PERKEBUNAN,12,PELUANG BISNIS PETERNAKAN,19,PELUANG USAHA,94,PELUANG USAHA BAGI PEMULA,8,PELUANG USAHA MAHASISWA,4,PELUANG USAHA PERTOKOAN,6,PELUANG USAHA PROPERTI,11,PERIZINAN,6,REVIEW PRODUK,3,SEO,5,SPONSORED,3,TIPS BISNIS,76,TOKOH,3,TUTORIAL,3,WALET,11,
ltr
item
anakdagang.com: 9 Panduan Dasar Membangun Gedung Walet
9 Panduan Dasar Membangun Gedung Walet
Panduan Dasar Membangun Gedung Walet - Nah, kali ini saya akan memberikan penjelasan secara mendetail dasar-dasar membangun gedung walet yang bisa Anda kembangkan sendiri.
https://1.bp.blogspot.com/-oJLn6KzRvFo/Whpt4Z4127I/AAAAAAAADj4/Ffopq_2k2jo7wi_hH7hVpWwbey8XHLCOgCLcBGAs/s640/panduan%2Bmembangun%2Bgedung%2Bwalet.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-oJLn6KzRvFo/Whpt4Z4127I/AAAAAAAADj4/Ffopq_2k2jo7wi_hH7hVpWwbey8XHLCOgCLcBGAs/s72-c/panduan%2Bmembangun%2Bgedung%2Bwalet.jpg
anakdagang.com
http://www.anakdagang.com/2017/11/panduan-dasar-membangun-gedung-walet.html
http://www.anakdagang.com/
http://www.anakdagang.com/
http://www.anakdagang.com/2017/11/panduan-dasar-membangun-gedung-walet.html
true
8897343119264651685
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy