Panduan Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah, Kolam Tembok dan Bioflok

shares |

loading...
Panduan Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah, Kolam Tembok dan Bioflok

Ikan lele adalah ikan tawar yang memiliki daya tahan yang cukup baik sehingga sangat mudah untuk dibudidayakan. Selain harga jual yang lumayan tinggi, permintaan akan ikan ini tidak pernah ada matinya. Untuk itu, peluang usaha budidaya ikan lele memiliki prospek yang sangat bagus, terbukti dengan banyaknya pelaku usaha atau pembudidaya jenis ikan ini.

Nah, jika Anda tertarik budidaya ikan lele, berikut ini kami bagikan panduannya. Kami akan membahas 3 teknik budidaya sekaligus. Jadi bisa memilih, mana yang  sekiranya cocok dengan kondisi Anda. Silahkan disimak.

Panduan Budidaya Ikan Lele di Kolam Tanah

a. Buat kolam dan awali dengan pengeringan

Tidak ada ukuran pasti dalam membuat kolam tanah untuk budidaya ikan lele. Bisa dibuat dengan ukuran dan bentuk yang Anda kehendaki. Namun, setelah kolam tanah ini jadi, sebaiknya Anda membiarkan tanah pada kolam sampai mengering,  kurang lebih satu mingguan atau sampai Anda melihat tanahnya pecah-pecah karena kekurangan air.

Apa tujuan kolam tanah dikeringkan? Jawabannya adalah agar mikroorganisme jahat yang ada dalam kolam bisa mati.

b. Lakukan pengapuran dan pemupukan

Setelah Anda selesai dengan proses pengeringan di atas, selanjutnya lakukan cara yang kedua. Nah, cara kedua dalam budidaya ikan lele di kolam tanah adalah melakukan pengapuran.

Anda bisa menebarkan dolomit atau kapur tohor ke seluruh permukaan kolam tanah. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar bakteri patogen jahat yang ada di dalam kolam bisa mati sekaligus juga menyeimbangkan kadar asam dalam kolam.

Mengenai dosisnya, Anda bisa menggunakan kapur sebanyak 250 gr – 750 gr di setiap 1 meter persegi, tergantung pada kondisi keasaman tanahnya. Jadi, jika tanah tersebut tingkat keasamannya tinggi, kapur yang ditaburkan harus lebih banyak, begitu pula sebaliknya.

Setelah pengapuran, Anda bisa langsung melakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang ditambah urea dan TSP dimana dosis untuk per meternya adalah 250 gr – 500 gr untuk pupuk organik, 15 gr untuk pupuk urea dan 10 gr untuk TSP.

c. Lakukan pengaturan air

Dalam melakukan budidaya ikan apapun,  pastinya air merupakan komponen wajib/utama. Nah, untuk budidaya ikan lele ini, Anda bisa memulai mengisi kolam dengan air setelah kolam benar-benar siap untuk digunakan.

Namun, proses pengisian air ini harus dilakukan secara bertahap melalui pengisian yang pertama dengan ketinggian airnya kira-kira 30 cm – 40 cm. Jika pengisian pertama ini sudah dilakukan, biarkan kolam kira-kira selama 1 minggu, barulah kemudian Anda bisa mengisinya kembali hingga ketinggian yang Anda inginkan atau jika ingin mengikuti ukuran pada umumnya biasanya adalah 100 cm -120 cm.

d. Memasukkan bibit ikan lele

Setelah kolam siap, selanjutnya adalah masalah bibit. Untuk bibit pastikan Anda membeli dari pembudidaya yang telah mempunyai sertifikat dari balai perikanan. Dengan begitu bibit atau benih yang dijual merupakan yang berkualitas.

Nah, setelah Anda mendapatkan bibit yang diinginkan, Anda bisa langsung melakukan penyesuaian iklim terlebih dahulu dengan cara menempatkan semua bibit ke dalam ember atau jerigen berisi air kolam kira-kira selama ¼ jam. Baru setelah itu Anda bisa menebarkannya di kolam tanah yang telah Anda buat.

Budidaya Ikan Lele di Kolam Tembok

a. Siapkan kolam tembok untuk budidaya ikan lele

Oke, sebelum menyiapkan kolam untuk budidaya ikan lele ini, tak ada salahnya jika Anda menghitung jumlah bibit yang hendak dibudidaya supaya kedepannya bisa membuat perbandingan yang pas dengan kolam yang hendak dibuat. Umumnya, untuk setiap 100 ekor ikan lele, kolam yang dibutuhkan seluas 1 m2.

Setelah kolam selesai dibuat, selanjutnya adalah proses pengeringan kira-kira selama 3 – 6 hari. Kemudian lakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kompos atau pupuk organik yang dicampurkan dengan tanah kemudian ditempatkan di dasar kolam dengan ketebalannya kira-kira 10 – 15 cm.

Setelah proses pemupukan, langsung isi dengan air yang kira-kira tingginya 30 cm kemudian diamkan kembali kira-kira selama 3 hari. Selanjutnya tambahkan air sampai ketinggian 90-100 cm. Diamkan kembali selama 3 hari juga, sebelum digunakan.

b. Siapkan dan tebar bibit ikan lele

Sembari menunggu sampai kolam bisa digunakan, Anda bisa menyiapkan bibit lele yang hendak dibudidaya. Pilihlah bibit yang berkualitas supaya Anda bisa mendapatkan hasil sesuai dengan harapan.

Setelah bibit lele siap dan kolam juga sudah bisa digunakan, saatnya Anda menebarkan bibit ke dalam kolam. Sama seperti budidaya ikan lele di kolam tanah, sebaiknya Anda melakukan penyesuaian iklim dulu terhadap ikan lele supaya ikan lele bisa beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.

Budidaya Ikan Lele Bioflok

a. Pembuatan kolam

Untuk membuat kolam ikan lele dengan sistem bioflok, Anda bisa menyiapkan terpal dan rangka dari bambu ataupun besi yang jumlah dan ukurannya disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Sebagai patokan, ukuran luas kolam yang ideal adalah setiap 1 m3 bisa menampung 100 ekor ikan lele.

Kolam ini sebaiknya diberi atap agar terhindar dari sinar matahari secara langsung serta air hujan supaya mutu air kolam tetap bagus untuk ikan lele. Jangan lupa siapkan pula airator untuk meniupkan udara ke dalam air kolam ya.

b. Persiapan air dan pemberian benih

Setelah kolam untuk ikan lele sudah jadi, selanjutnya Anda bisa menyiapkan air yang akan digunakan untuk pembesaran benih dengan menerapkan cara/langkah berikut:

  • Pada hari pertama, silahkan Anda isi kolam dengan air sampai ketinggian sekitar 80 cm – 100 cm
  • Pada hari kedua, silahkan Anda masukkan bakteri patogen atau probiotik sebanyak 5 ml/m3 yang bisa Anda beli di toko-toko terdekat.
  • Pada hari ketiga, silahkan Anda masukkan pakan bakteri atau prebiotik yang berupa tetes tebu atau molase sebanyak 250 ml/m3, lalu pada malam harinya Anda bisa menambahkan air dolomit sebanyak 150 – 200 gr/m3.
  • Biarkan air dalam kolam tadi selama 7 – 10 hari supaya mikroorganisme bisa tumbuh dengan baik.
  • Selanjutnya, benih ikan lele bisa dimasukkan. Jika menerapkan teknik ini, lele bisa mendapatkan makanan bukan hanya dari pakan yang kita tabur, melainkan juga dari mikroorganisme yang hidup di dalam kolam. Selain lebih irit pakan dengan menerapkan sistem ini, lele yang dihasilkan lebih menyehatkan. 

Pakan Ikan Lele

a. Pakan ikan lele alami

Pakan ikan lele yang alami berupa larva serta binatang kecil seperti plankton atau mikroorganisme positif yang lain. Untuk itulah, agar ikan lele bisa mendapatkan pakan alaminya ini, Anda harus melakukan pemupukan atau memasukkan prebiotik pada kolam.

b. Pakan ikan lele tambahan

Ikan lele juga perlu diberi makanan tambahan agar mempercepat pertumbuh. Makanan tambahan ini bisa dengan mudah Anda dapatkan tanpa membeli karena makanan tambahan bisa berupa bangkai binatang apa saja, usus ayam, tulang ayam yang dihancurkan, tulang ikan lunak, sisa makanan, ataupun daun kubis yang sudah mulai membusuk.

c. Pakan buatan

Nah, kalau pakan buatan ini Anda bisa mendapatkannya di toko peternakan maupun toko pertanian. Pakan buatan selama ini memang dijadikan makanan pokok karena memang kandungan gizinya sangat bagus untuk memenuhi nutrisi ikan lele. Dengan demikian, ikan bisa tumbuh dengan cepat dan maksimal.
Baca Juga :
Itulah cara-cara budidaya ikan lele di kolam tanah, kolam tembok, sistem bioflok serta pakannya. Semoga informasi diatas bermanfaat.

loading...

Rekomendasi

Komentar dengan bijak adalah sikap yang mulia. Dilarang berkomentar spam. Link hidup otomatis difilter.