Cara Ternak Kambing Etawa, Jawa dan Gibas serta Pembuatan Pakan Fermentasi Sederhana

shares |

loading...
Cara Ternak Kambing Etawa, Jawa dan Gibas serta Pembuatan Pakan Fermentasi Sederhana

Kambing merupakan salah satu komoditas hewan ternak yang tak pernah sepi peminat. Karena seperti yang kita tahu, setiap hari kebutuhan akan daging kambing sangat besar. Mulai untuk warung kecil, restoran bahkan untuk skala industri, membutuhkan daging ini sebagai bahan baku produknya. 

Belum lagi saat hari Raya Idul Adha. Kambing menjadi incaran untuk di jadikan hewan kurban bagi umat Muslim. Melihat fakta tersebut, tidak heran jika budidaya kambing menjadi salah satu peluang bisnis yang mempunyai prospek cerah dan layak di tekuni. Baik untuk usaha sampingan, ataupun untuk dijadikan mata pencaharian utama.

Namun walau memiliki prospek cerah, tentunya usaha ternak kambing juga memiliki kesulitan dan tantangan tersendiri. Jika Anda tertarik mencoba usaha ini, berikut kami bagikan panduannya.

Dibawah ini kami akan kupas cara ternak kambing Etawa, kambing Jawa dan juga kambing Gibas. Langsung disimak ya.

Cara Ternak Kambing Etawa 

Kambing etawa dinamakan pula kambing jamnapari yang asalnya dari India. Selain sebagai jenis pedaging, kambing etawa juga merupakan hewan penghasil susu. Susu kambing yang biasa kita minum umumnya berasal dari kambing jenis ini. Ukurannya besar dan bisa menghasilkan susu sampai 3 liter per hari.

a. Pemilihan bibit kambing etawa

Dalam memilih bibit ternak kambing tidak boleh sembarangan, harus berasal dari indukan yang berkwalitas sehingga didapat bibit yang unggul. Bibit ini dapat diperoleh dari para peternak atau membelinya di pasar hewan setempat. Pemilihan harus dilakukan dengan cermat dan hati - hati.

Untuk bibit jantan, umur yang disarankan sekitar 18 bulan ke atas dan memiliki bentuk fisik yang bagus dengan tulang punggung lurus serta tidak memiliki cacat apa pun. Sedangkan untuk bibit betina harus jinak dan penurut, fisik yang sempurna, tidak terlalu gemuk dan mempunyai tumit yang tinggi. Ciri lainnya adalah memiliki puting sebanyak dua buah.

b. Perawatan dan pemeliharaan kambing etawa 

Dalam perawatannya kambing etawa memerlukan kandang yang baik dan tepat. Tempat strategis yang bagus yaitu kandang dengan sinar matahari dan udara yang cukup. 

Sinar matahari ini berfungsi agar kotoran kambing tidak lembab dan cepat kering. Selain itu, sebaiknya ditempatkan jauh dari daerah pemukiman.

Kebersihannya pun perlu dijaga dan dipelihara dengan baik agar tidak berpengaruh pada kesehatan ternak kambing tersebut.

Perkembangbiakan kambing etawa perlu dimaksimalkan dengan cara mengawinkan kambing dewasa jantan dan betina yang memenuhi syarat.

Umumnya kambing telah berumur 10 bulan sampai 1 tahun. 
Ciri lain adalah kambing bergerak terus, tidak tenang, ekornya sering digoyangkan, alat vital membengkak dan sering buang air. 

Masa dari awal kawin sampai produksi kira-kira 6 sampai 7 bulan. Selanjutnya hanya perlu dijaga dan diperhatikan makanan serta kebersihannya saja.

c. Pemberian pakan

Pakan untuk kambing etawa harus mudah dicerna dan mengandung gizi yang sesuai dengan kebutuhan dan usia kambing tersebut. Mayoritas peternak memberikan pakan berupa rumput ataupun sayur-sayuran.

Pakan dapat diberikan sekali di pagi dan selanjutnya di sore hari sekali pula. Kebutuhan air per ekor kambing juga tidak banyak. Cukup diberikan 2 liter per hari dan garam beryodium secukupnya.

Cara Ternak Kambing Jawa

Kambing Jawa sering disebut pula kambing kacang. Di Indonesia, kambing jawa termasuk jenis ternak yang memang cukup populer di ternakkan masyarakat.

Kambing ini merupakan jenis pedaging dan memiliki tubuh relatif kecil. Sangat cocok dengan iklim Indonesia dan mudah diternakkan karena gampang beradaptasi dengan lingkungan. 

Kambing jawa juga umum digunakan sebagai hewan qurban ataupun konsumsi sehari-hari. Selain itu harganya relatif murah dibandingkan jenis ternak kambing lainnya serta memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat dan memiliki peluang menjanjikan untuk dibudidayakan.

a. Pemilihan bibit dan perawatan ternak kambing jawa

Ciri-ciri kambing jawa yang layak di sebut bibit unggul adalah memiliki bulu bersih dan fisik yang sehat. Bergerak lincah dan sempurna tanpa cacat.

Pakan yang diberikan dapat berupa rumput atau dedaunan sesuai selera kambing. Dapat pula diberi pakan tambahan berupa kacang-kancangan dan pakan buatan. 

Air yang dibutuhkan tiap ekornya 2,5 liter per hari. Syarat untuk kandang yang bagus yaitu mendapatkan sinar matahari yang cukup. Dibuatkan pula ventilasi udara agar kandang tidak pengap.

Modelnya juga dibuat bentuk panggung sehingga kotoran bisa langsung jatuh ke tanah. Hal ini dilakukan untuk menghindari tumbuhnya penyakit dan jamur yang berbahaya bagi kesehatan ternak.

b. Perkembangbiakan kambing jawa

Umur 1 tahun lebih bagi pejantan dan 10 sampai 12 bulan bagi betina merupakan usia kambing yang tepat untuk dikawinkan. Ditandai dengan perubahan sikap yang tidak tenang, alat vital bengkak dan sering menggoyangkan ekor. 

Untuk memaksimalkan hasil produksi disarankan untuk melakukan proses kawin kambing 12 sampai 18 jam dari awal kambing menunjukkan ciri-ciri di atas. Kambing yang akan dikawinkan sebaiknya dipisah dari kambing lainnya.

Setelah kambing berproduksi, anak kambing perlu dirawat dengan menjaga gizi dan kesehatannya. 

Cara ternak kambing gibas

Cara pemeliharaan dan perawatan jenis kambing gibas sebenarnya tidak jauh beda dengan jenis kambing lainnya. Baik dari segi kebutuhan pangan maupun perawatan kandang.

Bibit yang baik untuk kambing gibas yaitu sehat dan berusia 6 bulan. Satu ekor jantan dapat dikawinkan dengan 4 ekor betina yang ditempatkan dalam 1 kandang.

Kemudian kambing betina yang mengandung dipisah dari betina lainnya. Cara perawatannya juga tergolong mudah. Kambing ini dapat dilepaskan di padang rumput dan hanya perlu diawasi keamannya saja. 

Cara Sederhana Membuat Fermentasi Pakan Ternak Kambing

Kambing yang sehat dan gemuk adalah idaman para peternak. Banyak sekali cara yang diupayakan untuk mendapatknnya. Salah satunya adalah dengan pemberian pakan fermentasi.

Namun hal ini diperlukan perhatian khusus terhadap kondisi ternak kambing. 
Biasanya ternak yang stress tidak akan mau mengkonsumsinya. Sehingga pakan harus dibuat sebaik mungkin agar sesuai dengan selera kambing.

Kesegarannya pun harus dijaga karena tidak jarang kambing enggan memakan pakan yang apek.

Untuk pembuatan pakan fermentasi tidak terlalu sulit dan biayanya relatif murah. Umumnya bahan yang digunakan adalah jerami baik jerami padi atau jagung dan bisa juga gedebok pisang.

Cukup dengan mencacah bahan pakan dan mengaduknya dengan gula pasir yang dilarutkan sebelumnya dengan cairan khusus yang memang untuk fermentasi (cairan fermentasi ini bisa dengan mudah Anda dapatkan di toko pertanian atau pakan ternak). Aduk dengan baik sampai benar - benar tercampur. 
Baca Juga :
Kemudian hasil campuran tersebut disimpan di tempat yang rapat sehingga proses fermentasi dapat berlangsung maksimal. Disarankan untuk tahap awal, kambing perlu dilatih agar terbiasa dengan pakan jenis fermentasi.

Beri sedikit-sedikit dulu, atau bisa juga dengan membiarkan kambing dalam kondisi benar-benar lapar, baru dikasih pakan fermentasi. 

Itulah ulasan singkat mengenai usaha ternak kambing dan cara pemeliharaannya. Semoga bisa menjadi referensi yang bermanfaat.

loading...

Rekomendasi

Komentar dengan bijak adalah sikap yang mulia. Dilarang berkomentar spam. Link hidup otomatis difilter.