Ketahui Hal-hal yang Sering Disembunyikan Oleh Agen Asuransi Kebakaran

shares |

Ketahui Hal-hal yang Sering Disembunyikan Oleh Agen Asuransi Kebakaran

Banyaknya agen asuransi yang bermain curang dalam melancarkan aksinya membuat sebagian masyarakat tidak lagi percaya tentang apa yang keluar dari mulut pada agen tersebut. Banyak agen memberikan penjelasan pada calon nasabah hanya enak-enaknya saja, tanpa memberikan penjelasan yang mendetail yang kemungkinan jika nasabah mengetahui hal tersebut akan membuat nasabah berfikir dua kali untuk membeli sebuah produk.

Maka dari itu, kami menulis artikel ini untuk memberikan pengetahuan kepada Anda calon nasabah jika hendak atau tergiur ingin memiliki polis asuransi kebakaran.

Berikut ini kami akan memberikan beberapa hal yang sering disembunyikan oleh agen asuransi yang harusnya Anda ketahui, jadi layaknya Anda mempertanyakan kepada agen tersebut sebelum memutuskan membeli suatu produk asuransi.

Hal yang Disembunyikan Oleh Agen Asuransi Kepada Anda

1. Tidak menjamin semua resiko

Polis asuransi tidak memberikan jaminan untuk semua jenis resiko, biasanya polis asuransi standar hanya memberikan jaminan terhadap kejadian berupa:
  • Kebakaran, baik karena kelalaian tertanggung, sifat barang atau karena hubung pendek arus listrik.
  • Petir, yang menyebabkan kerusakan langsung terhadap benda tertanggung dalam hal ini kebakaran.
  • Ledakan, kejadian kebakaran atau kerusakan benda yang ada di sekitarnya akibat ledakan dari bahan yang dipertanggungkan seperti ketel uap, pipa dan sebagainya.
  • Kejatuhan pesawat terbang, dalam hal ini benturan fisik yang terjadi antara pesawat atau helikopter yang sebagian daripadanya menyebabkan kerusakan pada harta yang dipertanggungkan.
  • Asap, kerusakan harta benda yang dipertanggungkan disebabkan asap yang bersumber dari benda tertanggung.
Untuk kerusakan harta benda yang dipertanggungkan akibat kesengajaan tertanggung, gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, kerusahan, pemogokan, perbuatan jahat, huru-hara, pencurian setelah terjadinya kebakaran, tertabrak kendaraan, tanah longsor, banjir, revolusi, pengambilalihan kekuasaan, terorisme dan sebagainya.

Resiko tersebut tertanggung apabila Anda membeli polis Properti All Risks atau dengan perluasan jaminan.


2. Semua harta benda tidak masuk dalam tanggungan

Polis asuransi kebakaran tidak menjamin semua harta benda, pada umumnya asuransi hanya menjamin bangunan, perabot, barang dagangan/stok, mesin dan sebagainya.

Biasanya asuransi tidak menjamin harta benda seperti perhiasan, mobil, sepeda motor, jam tangan, batu mulia, barang antik, lukisan, bangunan di bawah tanah, hewan, tanaman, pagar dan lain-lain.

Jika Anda ingin memasukkan beberapa item yang tidak tertanggung, maka perlu penegasan dalam ikhtisar pertanggungan polis.


3. Pertanggungan di bawah harga

Ganti rugi yang diberikan tidak penuh. Misalnya, kalau nilai dari gedung atau rumah sebesar Rp 500.000.000,-, tapi Anda hanya mengasuransikan setengahnya yaitu Rp 250.000.000,- maka sangat wajar jika Anda hanya mendapat ganti rugi setengah dari kerusakan yang sebenarnya. 

Contoh kasus, jika terjadi kebakaran pada rumah tertanggung dengan nilai kerugian Rp 100.000.000,- maka ganti rugi yang akan Anda dapatkan adalah:


                                Harga Pertanggungan
Ganti Rugi =   --------------------------  x Kerugian
                         Harga Sebenarnya


                       Rp 250.000.000,-
                =   ----------------------  x Rp 100.000.000,-
                       Rp 500.000.000,- 

                =     Rp 50.000.000,-


4. Potongan karena penyusutan nilai

Agen asuransi biasanya tidak menjelaskan akan adanya penyusutan nilai dari sesuatu yang dipertanggungkan. Besar potongan yang sering digunakan oleh pihak asuransi untuk menghitung nilai penyusutan dari barang yang dipertanggungkan adalah 2 % per tahun untuk bangunan biasa, 1 % untuk bangunan tinggi dan untuk peralatan elektronik atau mesin bisa mencapai 5 - 10 % per tahun.

Contoh kasus, jika Tuan Hendra mengasuransikan rumahnya sebesar Rp 500.000.000,- dan terjadi kebakaran pada rumah tersebut yang dibangun 5 tahun lalu dengan nilai kerugian Rp 250.000.000,- maka besar ganti rugi yang akan diterimanya adalah 

Rp 250.000.000,- x 2 % = Rp 5.000.000, x 5 th = Rp 25.000.000,-

Rp 250.000.000,- Rp 25.000.000 = Rp 225.000.000,-


5. Potongan klaim

Agen asuransi sangat jarang memberikan informasi mengenai adanya pemotongan pada saat melakukan klaim asuransi (jika ada). Besaran nilai yang digunakan oleh perusahaan asuransi bervariasi, bisa 5 %, 10 % atau lebih. Jadi tanyakan pada agen tentang pemotongan tersebut.


6. Persyaratan polis

Agen asuransi tidak memberikan penjelasan mengenai peryaratan khusus yang diterapkan oleh perusahaan asuransi mengenai sesuatu yang tidak boleh atau harus ada pada suatu rumah atau bangunan yang diasuransikan. Misalnya rumah atau gedung yang diasuransikan harus menyiapkan minimal 2 APAR (Alat Pemadam Api Ringan), atau tidak boleh menyimpan bahan cat, peledak dan sebagainya.

Jika Anda melanggar hal tersebut, maka bersiaplah klaim asuransi Anda ditolak.


7. Prosedur klaim

Agen tidak menjelaskan persyaratan atau prosedur melakukan klaim, sehingga ada kemungkinan keterlambatan atau kurangnya beberapa persyaratan dalam melakukan klaim membuat Anda tidak berhak atas ganti rugi dari pihak asuransi.
Baca juga : Ketahui Kelebihan Menjalankan Bisnis Dalam Bidang Jasa
Itulah poin penting yang harus ditanyakan pada agen asuransi jika ingin atau berminat mengasuransikan bangunan Anda. Semoga bermanfaat
loading...
 GROSIR PULSA MURAH ALL OPERATOR

Rekomendasi

Komentar dengan bijak adalah sikap yang mulia. Dilarang berkomentar spam

loading...