Obrolan Ringan Bisnis Sapi dengan Teknik Pembesaran Bakalan

shares |

loading...
Bisnis Sapi

Bisnis Sapi - Beberapa hari yang lalu penulis sempat melakukan obrolan ringan dengan seorang peternak sapi. Obrolan tersebut memberikan beberapa pengetahuan tentang suatu bisnis yang termasuk baru bagi penulis.

Memang selama ini penulis hanya mengenal sistem investasi sapi dengan teknik bagi hasil dimana anak hasil indukan sapi yang dipelihara oleh peternak akan dibagi dengan pemilik indukan dengan pembagian anak pertama akan menjadi milik peternak dan anak berikutnya akan menjadi hak dari pemilik indukan sapi dan akan bergantian sampai waktu tertentu sesuai dengan perjanjian awal.

Penulis juga mengenal sistem investasi sapi dengan teknik penggemukan, dimana peternak membeli sapi dengan harga murah karena sapi tersebut tidak memiliki berat badan yang proporsional. Setelah melewati masa penggemukan selama kurang lebih 4 bulan, maka sapi akan mengalami peningkatan berat badan sehingga selisih bobot tersebut akan menjadi keuntungan peternak.

Kelemahan Sistem Bagi Hasil Anak Sapi

Setelah obrolan berjalan beberapa menit, penulis menemukan suatu jawaban tentang kelemahan dari kedua sistem bisnis sapi di atas. Kelemahan yang paling menonjol pada sistem yang pertama yaitu waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh keuntungan sangat panjang.

Untuk memperoleh anak dari indukan sapi pastinya membutuhkan waktu yang tidak sedikit, kemudian proses membesarkan anak sapi tersebut juga membutuhkan waktu yang lama untuk sampai pada tahap panen hasil. Waktu rata-rata dalam proses siap panen anak sapi tersebut paling lambat 2 tahun.

Keluhan peternak sapi tersebut masuk akal, dengan waktu yang begitu panjang untuk memperoleh hasil yang diinginkan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sementara dalam sistem tersebut, semua biaya yang timbul akan ditanggung oleh peternak.

Kelemahan Sistem Penggemukan Sapi

Kelemahan dengan sistem yang kedua yaitu sistem penggemukan sapi adalah kualitas daging sapi yang dihasilkan tidak sebaik dengan sapi yang dipelihara dengan normal. Daging sapi dari sistem penggemukan tidak padat, memiliki lemak yang lebih banyak dari biasanya.

Memang kebanyak orang tidak begitu memperhatikan akan masalah tersebut, namun jika dihadapkan pada suatu persaingan dalam jual beli sapi maka akan kalah bersaing jika di daerah penggemukan terdapat sapi dengan kualitas yang baik.

Setelah peternak tersebut mengutarakan masalah yang timbul dengan kedua sistem tersebut, ternyata beliau (peternak) memiliki suatu sistem yang lebih baik yang mampu menutupi semua kelemahan dari kedua sistem yang telah dijabarkannya.

Sistem Pembesaran Bisnis Sapi Bakalan

Dengan sistem pembesaran sapi bakalan, menurut beliau akan memberikan keuntungan yang jauh lebih cepat dengan kualitas daging sapi yang dihasilkan lebih baik dan sehat.

Membeli sapi bakalan dengan harga 6 sampai 7 jutaan mampu memberikan hasil hampir 100 persen dengan melakukan pemeliharaan kurang lebih sekitar 6 bulan saja. Kalau Anda membeli sapi bakalan dengan harga 6 juta, dipelihara selama 6 bulan maka harga jual akan menjadi 10 atau 11 juta rupiah.

Kalau keuntungan yang diperoleh 5 juta rupiah selama 6 bulan, maka masing-masing pihak (pemilik dan peternak sapi) akan memperoleh 2,5 juta. Jika kita hitung presentasinya maka pemilik sapi akan memperoleh keuntungan sebesar 40 persen.

Itu perhitungan jika memiliki sapi bakalan 1 ekor, bagaimana kalau Anda mampu membeli bakalan sebanyak 10 ekor? Anda akan memiliki gaji sebesar 4 juta rupiah per bulannya. Lumayan bukan?

Namun yang perlu Anda ketahui, menemukan orang yang ingin menjual sapi bakalannya susah-susah-gampang. Jadi dibutuhkan relasi yang cukup luas untuk menjalankan bisnis ini.
Baca Juga : Sebelum Membeli Waralaba, Perhatikan 6 Hal Penting Berikut !
Semoga hasil obrolan ringan penulis tentang bisnis sapi bakalan bisa menjadi inspirasi untuk Anda. Salam suskes
loading...

Rekomendasi

Komentar dengan bijak adalah sikap yang mulia. Dilarang berkomentar spam. Link hidup otomatis difilter.

loading...