Panduan Lengkap Budidaya Jagung Organik

shares |

Panduan Lengkap Budidaya Jagung Organik

Budidaya Jagung Organik - Jagung merupakan jenis tanaman yang tergolong mudah untuk dibudidayakan dan dapat memberikan banyak keuntungan. Dari beberapa teknik yang tersedia, budidaya tanaman jagung organik adalah salah satu pilihan yang banyak digunakan.

Adapun beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan untuk budidaya jagung organik adalah sebagai berikut.

Langkah-langkah Membudidayakan Jagung Organik

1. Persyaratan lokasi untuk budidaya jagung organik

Tanaman jagung bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun rendah. Tingkat keasaman atau pH tanah untuk menanam jagung adalah sekitar 5 hingga 8. Selain itu, tanah yang digunakan juga harus memiliki unsur hara yang cukup.

2. Pengolahan lahan

Saat menjalankan budidaya jagung, Anda harus menjaga kondisi lahan agar tidak tergenang air. Saluran pengairan yang digunakan adalah sistem bedengan, dengan lebar 1 meter dan tinggi 20-30 cm.  Dalam satu bedengan, budidaya jagung dapat ditanam sebanyak 2 baris dan berjarak 30 hingga 40 cm antar bedengan.

Pemupukan awal bisa dilakukan dengan mempersiapkan campuran pupuk dari kotoran kambing atau sapi dengan kotoran ayam sebanyak 1:1. Fungsi dari kotoran kambing atau sapi adalah untuk meningkatkan unsur kalium dan fosfat. Sedangkan kotoran ayam bermanfaat untuk meningkatkan unsur nitrogen dalam tanah.

3. Proses penanaman

Penanaman jagung organik sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan dengan tujuan meminimalisir jumlah pengairan yang diperlukan sebelum menanam. Untuk memperoleh hasil panen yang maksimal, sebaiknya Anda lebih selektif dalam memilih jenis bibit jagung yang terbaik.

Setelah itu, buat lubang sedalam 2 hingga 3 cm untuk menanam 2 biji benih jagung pada setiap lubangnya. Setelah itu, tutup lubang tersebut dengan mencampurkan tanah dan pupuk kompos. Jarak penanaman yang ideal adalah sekitar 60 hingga 75 cm.

Bidudaya jagung organik dapat dikatakan sukses apabila jumlah populasi tanaman tersebut sekitar 34 ribu sampai 37 ribu untuk setiap hektar.

4. Tahap pemeliharaan

Lakukanlah penyiangan setiap dua minggu sekali untuk menghilangkan gulma atau rumput liar. Lakukan juga proses pembubuhan untuk memperkokoh jagung agar tidak mudah roboh dan membuat akar jagung tetap tertutupi dengan tanah secara keseluruhan.

Kemudian lakukan proses penjarangan atau penyortiran tanaman jagung yang tidak bisa tumbuh dengan baik, dengan cara memotong atau mencabutnya. Pada lubang jagung yang gagal tumbuh bisa dilakukan penyulaman untuk membuat tanaman tersebut bisa tumbuh secara normal dan bersama-sama.

Perlu juga untuk dilakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan cara penyemprotan dan pembasmian tanaman jagung yang sudah terkena penyakit. Hal tersebut dilakukan berdasarkan dari jenis hama atau penyakit yang menyerang.

5. Masa Panen

Pada umumnya, panen jagung dilakukan ketika tanaman tersebut mencapai usia 85 hingga 95 hari. Teknik memanen tanaman jagung yang benar yaitu dengan cara memutar bagian tongkol jagung organik hingga terpisah dari tangkainya.

Tanaman jagung bisa dikatakan sebagai  tanaman yang serba guna, karena hampir seluruh bagian dari tanaman tersebut dapat dimanfaatkan. Seperti batang jagung setelah dipanen bisa digunakan sebagai kayu bakar atau untuk makanan hewan ternak.

Sedangkan untuk bagian klobot tanaman jagung bisa dimanfaatkan untuk papir tembakau atau bungkus dodol.
Baca Juga : 6 Hal Dasar yang Harus Anda Ketahui Sebelum Terjun dalam Bisnis Hewan Kurban
Demikian beberapa tips yang bisa dilakukan saat menjalankan budidaya jagung organik. Semoga dengan membaca artikel ini, Anda dapat memperoleh manfaat serta menjadi referensi yang sangat membantu ketika Anda menjalankan bisnis tersebut.
loading...
 GROSIR PULSA MURAH ALL OPERATOR

Rekomendasi

Komentar dengan bijak adalah sikap yang mulia. Dilarang berkomentar spam

loading...