Cara Mengatasi Toko Bahan Bangunan yang Sepi Pembeli

shares |

loading...
Bisnis bahan bangunan yang sepi pembeli

Bisnis Bahan Bangunan -  Menjalankan suatu bisnis terkadang tidak sesuai dengan harapan, apalagi bisnis yang baru kita bangun bersaing dengan bisnis yang telah berjalan bertahun-tahun. Jika Anda sedang menggeluti bisnis bahan bangunan yang masih tergolong baru dan masih sepi pembeli, maka Anda tidak salah menemukan artikel ini.

Munculnya rasa putus asa  memang terkadang susah dibendung, apalagi ketika melihat teman, tetangga atau saudara yang berhasil membangun bisnisnya dengan sangat cepat. Memang perkembangan suatu bisnis tidak bisa dipisahkan dengan modal yang kuat, jika Anda memiliki modal besar maka langkah untuk berkembang sesuai dengan keinginan semakin terbuka.

Memiliki modal pun juga tidak bisa dijadikan rujukan dari keberhasilan seseorang, karena keberhasilan itu sebetulnya suatu struktur yang kompleks, dimana jika terdapat salah satu bagian yang tidak memenuhi kriteria, maka keberhasilan tidak dapat tercapai atau mungkin keberhasilan hanya beberapa saat.

Bagi Anda yang sedang galau dalam menjalankan bisnis bahan bangunan karena sepinya pembeli, apalagi bisnis yang Anda bangun baru berjalan beberapa bulan, janganlah terlalu larut dalam kesedihan, karena sesungguhnya usaha perlu proses untuk berkembang, usaha perlu waktu untuk sukses dan usaha itu butuh keahlian yang bisa didapat karena suatu proses.

Coba Anda bayangkan, jika Anda tidak menjalankan strategi marketing yang dahsyat tiba-tiba toko Anda langsung banyak pembeli dalam waktu yang sangat singkat, kira-kira orang akan berpikiran apa tentang usaha Anda? Saya rasa di Negara kita ini masih identik dengan pikiran yang mistis, pikiran yang masih terbilang kuno bukan.

Cobalah tetap bersabar, karena sebuah toko baik toko bangunan ataupun toko yang berfokus pada bidang lain selalu menghadapi masalah seperti Anda diawal membuka usaha. Pada umumnya untuk usaha pertokoan, 1-3 tahun itu masa suram-suramnya, sehingga jika mental Anda adalah mental yang tidak tahan banting maka bisnis bahan bangunan yang Anda kembangkan akan gulung tikar sebelum mencicipi nikmatnya bisnis ini.


Cara Mengatasi Toko Bahan Bangunan yang Sepi Pengunjung

1. Mengatasi rasa putus asa

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengatasi rasa putus asa Anda. Dalam beberapa paragraf di atas, saya sudah jelaskan sesuatu yang bisa menghilangkan rasa putus asa Anda dengan bersabar karena yang Anda alami sekarang adalah masalah yang hampir semua orang mengalaminya diawal memulai bisnis.

Untuk mengatasi rasa putus asa Anda, silahkan perbanyak wawasan Anda mengenai wira usaha. Baca buku, koran, artikel seperti yang sedang Anda baca ini atau menonton video yang menjelaskan mengenai strategi mengembangkan bisnis sehingga pikiran Anda bisa teralihkan.


2. Menjemput bola untuk menemukan peluang bisnis

Pola pemasaran yang satu ini bisa Anda terapkan, karena toko bangunan Anda masih baru bukan? Cobalah mencari developer, kontraktor atau tukang yang berada di wilayah Anda dan tawarkan kerjasama pengadaan bahan bangunan untuk proyek mereka.


3. Perluas jangkauan pasar

Jika memang wilayah Anda sangat berat dalam persaingan bisnis bahan bangunan ini, cobalah menjangkau pasar yang lebih jauh yang kira-kira masih sanggup Anda layani dengan memperhatikan ongkos transportasi. Lakukan penyebaran brosur, membuat plang dan sebagainya pada area target pemasaran Anda yang bisa memberikan informasi keberadaan toko bangunan Anda.

Sebisa mungkin informasi yang Anda berikan lengkap dengan peta lokasi toko atau informasi nomor telpon sehingga jika seseorang ingin membeli semen, besi atau sesuatu yang tidak begitu spesifik bisa menggunakan layanan telpon untuk melakukan pemesanan.
Baca Juga : Bingung mau bisnis apa dan masih takut action, silahkan baca panduan berikut ini
Sekian tips cara mengatasi toko bangunan yang sepi pembeli, semoga bisa membantu. Salam sukses

loading...

Rekomendasi

1 komentar

  1. Lengkapi produk di toko bangunan Anda agar konsumen semakin tertarik dengan menyediakan berbagai perkakas seperti Palu Bodem martil ganco dan perkakas lainnya

    ReplyDelete

Komentar dengan bijak adalah sikap yang mulia. Dilarang berkomentar spam. Link hidup otomatis difilter.

loading...