3 Tips Jitu : Langkah Memulai Usaha Alat Listrik

shares |

loading...
Memulai Usaha Alat Listrik


Tips Memulai Usaha Alat Listrik - Memperoleh penghasilan tambahan mungkin salah satu yang diidamkan oleh semua orang. Tapi apa yang bisa diharapkan dari hanya sekedar angan-angan tanpa Action. Zaman sekarang untuk memperoleh suatu ide usaha sangatlah mudah, tinggal membuka HP, searching soal ide usaha dapat deh idenya. Tapi lagi-lagi action yang tak kunjung dilakukan.

Untuk kali ini saya akan membahas soal ide usaha berjualan alat-alat listrik. Peluang ini masih sangat terbuka untuk Anda yang ingin memulai usaha. Semua orang membutuhkan listrik, semua orang membutuhkan alat-alat kelistrikan dalam kesehariannya. Mulai dari bangun tidur, sampai tidur lagi.

Kenapa saya membahas ide usaha ini? Karena saat ini, saya nekat berhenti dari pekerjaan untuk memulai usaha berjualan alat-alat listrik. Saya akan mencoba menuliskan apa yang saya ketahui dan jalankan sebagai seorang pedagang alat listrik. 

Silahkan disimak gan . . .

Penghasilan Tambahan Melalui Usaha Alat Listrik

1. Modal Awal

Untuk mengetahui modal awal yang harus Anda siapkan maka dibutuhkan survei.

Pertama yang harus Anda ketahui kisaran harga sewa ruko/tempat usaha. Untuk menekan biaya ini maka lokasi yang harus dibidik jangan di wilayah strategis. Artinya carilah wilayah yang pesaing Anda agak jauh dan tetap berada di sekitaran area perumahan/pemukiman.

Sekedar informasi, saat artikel ini diterbitkan saya masih berjualan di daerah kelas II, daerah yang masih jauh dari pusat perdagangan. Tapi walaupun agak jauh, tetap memperhatikan target pasar toko saya. Ya, lumaya bisa menekan harga sewa ruko hampir setengahnya jika menyewa tempat usaha di pusat perdagangan. 

Dan perlu diingat, carilah ruko atau tempat usaha yang berukuran agak kecil, tujuannya adalah agar nantinya barang dagangan yang akan Anda jual kelihatan atau tampak penuh. Ini juga salah satu strategi dagang. Anda bisa membacanya dalam artikel Berdagang Mengawali Kesuksesan Anda

Tahapan kedua untuk menentukan total modal awal yang dibutuhkan adalah jumlah modal barang dagangan ditambah dengan biaya pengadaan perlengkapan seperti etalase, rak barang dan sebagainya. Untuk mengetahui modal barang ini silahkan melakukan survei lagi. Tapi surveinya diam-diam ya.

Luangkan waktu Anda untuk berdiam di depan atau dekat toko yang sudah lama berjualan (Note : Jangan sampai ketahuan pemilik toko yang Anda intai lho . . .)

Perhatikan jika terdapat mobil box yang mampir ke toko tersebut, apakah mobil box itu salah satu suplier toko atau bukan. Pastinya Anda akan tahu dengan melihat aktifitas mereka.

Setelah mobil box tersebut meninggalkan toko langganannya, silahkan ikuti dan lakukan pencegatan. Nah, disitulah kesempatan Anda untuk mengetahui modal awal dari toko yang akan Anda jalankan.

Silahkan tanyakan barang apa saja yang dijualnya dan jangan lupa tanyakan juga apakah Anda boleh mengambil barang minimal 3 pcs per 1 jenis item (tujuannya, agar pada saat memulai usaha variasi jenis barang dagangan lebih banyak).

Untuk awal memulai dagangan, usahakan jangan menyetok barang terlalu banyak untuk satu jenis barang. (Note : Penulis tidak pernah melakukan hal ini lho, teknik ini saya ketahui dari salah seorang supplier saya yang menceritakan kejadian seperti yang saya jelaskan di atas).

Dari  strategi ini, Anda sudah mempunya bayangan soal mengetahui modal awal dari calon usaha yang akan dijalankan. Dalam benak Anda, apakah mungkin barang dagangan saya lengkap hanya dengan mempunyai 1 supplier?

Tenang saja, sejalan berjalannya waktu, akan ada supplier lain yang dengan sukarela mampir ke toko Anda menawarkan barang dagangan, bahkan jangan kaget jika mendapat tawaran barang tanpa uang muka alias mendapat pinjaman barang (silahkan berdoa selesai shalat ya, "lancarkan usaha hamba ya Allah, mudahkan usaha hamba ya Allah. Amin").

2. Penentuan Harga Jual

Penentuan Harga Jual selalu menjadi momok yang menakutkan bagi pemula. Hal ini juga pernah saya alami. Takut kalau harga yang kita berikan kemahalan, takut kalau harga yang kita tawarkan terlalu murah dibanding pesaing kita.

Untuk penentuan harga jual peganglah satu prinsip ini, untuk barang yang membutuhkan modal yang besar usahakan ambillah keuntungan dengan presentasi yang kecil, sedangkan barang yang membutuhkan modal yang kecil, silahkan ambil presentasi keuntungan yang lebih besar.

Untuk usaha alat listrik ini, presentasi kisaran keuntungan yang cocok diterapkan adalah antara 10 % hingga 50 %. Tapi jangan juga terlalu terpaku dengan presentasi yang saya sebutkan ini, karena ada beberapa barang untuk alat listrik yang membutuhkan modal yang sangat kecil semisal Rp 500,-. Nah untuk modal sekecil ini, silahkan bermain diatas angka presentasi 50 %.

    3. Promosi yang Baik

    Dalam menjalankan usaha alat listrik, promosi tentu dibutuhkan, akan tetapi jangan terlalu terpaku atau terlena dengan saran promosi yang Anda dapatkan baik dari media cetak, elektronik, internet yang serba WAH.

    Cukup buka toko, pasang spanduk (note : belajar bagaimana desain spanduk yang baik), layani pelanggan dengan sepenuh hati, senyumlah kepada calon pembeli, ramah dalam berkomunikasi dan jangan memperlihatkan wajah yang kurang senang jika Anda tidak suka dengan ucapan atau komentar calon pembeli tersebut.
    Jika menjalankan prinsip mudah senyum ini, niscaya Anda tidak perlu bersusah payah melakukan promosi-promosi yang mengeluarkan badget yang tidak sedikit. Anda akan mendapat promosi gratis dari pelanggan. Mereka akan menceritakan dengan senang hati keberadaan toko Anda.

    Demikian penjelasan singkat memulai usaha alat listrik, kalau masih mempunyai waktu luang, sempatkan membaca artikel 3 Tips Sukses Yang Sering Terlupakan Dalam Berdagang.

    loading...

    Rekomendasi

    3 komentar:

    1. Saya suka & sependapat dengan point "kios yang kecil agar dagangan terlihat menumpuk". Memang untuk tahap awal adalah memantaskan diri dengan item yang lengkap walau per itemnya sedikit2, dan dengan tampilan yang penuh.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Dear Nur Yahya : Berjualan memang harus melihat dari sisi pembeli. bagaimana menciptkan image yang baik di mata pelanggan pada pandangan pertama. Kemudian, pada tahap kedua adalah membangun kemistri dengan pelanggan dengan bersikap ramah dan dilanjutkan dengan kepercayaan oleh pelanggan bahwa kita menjual berbagai macam kebutuhan yang mereka inginkan.

        Delete

    Komentar dengan bijak adalah sikap yang mulia. Dilarang berkomentar spam. Link hidup otomatis difilter.